diff --git a/src/id/README.md b/src/id/README.md new file mode 100644 index 00000000..c608976c --- /dev/null +++ b/src/id/README.md @@ -0,0 +1,114 @@ +--- +home: true +icon: home +title: Yuorb +heroImage: /logo.svg +heroText: Yuorb +tagline: Tata Bahasa Ithkuil Baru Edisi Revisi Komunitas +actions: + - text: Dokumentasi Resmi yang Direvisi💡 + link: ./docs/ + type: primary + + - text: Tutorial + link: /tutorial/ + + - text: Suplemen + link: en/sup/ + +features: + - title: Situs Resmi Ithkuil Baru + icon: fas fa-book-open-reader + details: Yang asli + link: http://www.ithkuil.net + + - title: Discord + icon: fab fa-discord + details: Peladen Ithkuil yang paling aktif + link: https://discord.gg/PMzFpYJ + + - title: Discord Jepang + icon: fab fa-discord + details: Peladen Ithkuil untuk para penutur bahasa Jepang + link: https://discord.gg/8ACHfqNwwb + + - title: Reddit + icon: fab fa-reddit-alien + details: Forum Ithkuil + link: https://www.reddit.com/r/Ithkuil/new/ + + - title: Telegram + icon: fab fa-telegram + details: Grup Ithkuil + link: https://t.me/ithkuil_cn + + - title: QQ + icon: fas fa-user-group + details: Grup Ithkuil
Klik untuk menyalin nomor grup QQ + + - title: Github + icon: fab fa-github-alt + details: Proyek-proyek Github + link: https://github.com/yuorb + + - title: Ithkuil Place + icon: fas fa-box-archive + details: Arsip versi-versi sebelumnya + link: https://ithkuil.place + +copyright: false +footer: Dilisensikan di bawah CC BY-NC-SA 4.0 | © 2023-present Yuorb +--- + +::: center +# Interpretes et Programmatei +::: +
+ +```component VPCard +title: 天邪弱 Lucifer Caelius Delicatus +desc: Hliošraumhâ-Ulalëučha hi Allwizyëilliöhla Aḷḷtḷiẓdövvei Altyaswë’illä hiu +logo: https://avatars.githubusercontent.com/u/12672523?s=400 +link: https://github.com/ryanlo713 +background: rgba(127, 71, 221, 0.1) +color: var(--my-bg) +``` + +```component VPCard +title: Lomírus +desc: Temporarily vacant +logo: https://avatars.githubusercontent.com/u/21173956?v=4 +link: https://github.com/lomirus +background: rgba(127, 71, 221, 0.1) +color: var(--my-bg) +``` + +
+ +------ + +::: center + +# *Yuorb* + +Analisis yang diberikan mewakili Batang 0 dari √-RB- yang dikombinasikan dengan Perspektif Abstrak, yang menunjukkan “SIGNIFIKANSI, TERJEMAHAN, INTERPRETASI”; pada dasarnya mencakup tujuan organisasi ini. + +Maţřëullaitaẓa: a place where one learns to say New Ithkuil + +Maţřëullaitaẓa: tempat di mana seseorang mempelajari bahasa Ithkuil Baru + +Endonim yang digunakan untuk menyebut bahasa ini adalah Maţřëullait, yang berarti “sistem yang digerakkan oleh umpan balik, mandiri, dan autopoietik yang didasarkan pada komunikasi linguistik, yang kompleksitas dinamisnya menghasilkan dan mewujudkan efek dan sifat sinergis dan muncul.” + +::: + +------ + +Lencana: [CC BY-NC-SA 4.0][cc-by-nc-sa] + +Karya ini dilisensikan di bawah [Lisensi Internasional Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0][cc-by-nc-sa]. + +![][cc-by-nc-sa-image] ![][cc-by-nc-sa-shield] [CC BY-NC-SA 4.0][cc-by-nc-sa] + +[cc-by-nc-sa]: http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ +[cc-by-nc-sa-image]: https://licensebuttons.net/l/by-nc-sa/4.0/88x31.png +[cc-by-nc-sa-shield]: https://img.shields.io/badge/License-CC%20BY--NC--SA%204.0-lightgrey.svg diff --git a/src/id/docs/00.md b/src/id/docs/00.md new file mode 100644 index 00000000..da17acab --- /dev/null +++ b/src/id/docs/00.md @@ -0,0 +1,6 @@ +--- +title: Pengantar +order: 1 +--- + +Situs ini menyajikan tata bahasa Ithkuil Baru, sebuah desain untuk bahasa buatan yang bisa digunakan manusia. Bahasa ini menggunakan matriks konsep tata bahasa yang dirancang untuk mengekspresikan tingkat kognisi manusia yang lebih dalam secara lebih gamblang, logis, dan tepat daripada bahasa alami. Bahasa ini didasarkan pada bahasa pendahulunya, [Ithkuil](http://ithkuil.net/00_intro.html), tetapi telah dimodifikasi secara signifikan untuk menggabungkan berbagai saran perbaikan dari para penggemar bahasa pendahulu (lihat [Lampiran C](15#C) untuk daftar para kontributor ini) serta ide-ide baru dari autornya. Bahasa Ithkuil Baru jauh lebih sistematis dan teratur dalam strukturnya dibandingkan pendahulunya, sehingga berpotensi lebih mudah dipelajari dan dipahami. diff --git a/src/id/docs/01.md b/src/id/docs/01.md new file mode 100644 index 00000000..16ccd794 --- /dev/null +++ b/src/id/docs/01.md @@ -0,0 +1,157 @@ +--- +title: 01 Fonologi +--- + +## 1.0 Fonologi {#Sec1} + +Fonologi suatu bahasa merujuk pada sistem bunyi yang diartikulasikan secara vokal dan bagaimana bunyi-bunyi tersebut digabungkan secara berurutan untuk membentuk kata-kata. + +## 1.1 Inventaris Fonemik {#Sec1_1} + +Fonem-fonem suatu bahasa adalah bunyi-bunyi yang diucapkan secara vokal dan bermakna yang digunakan untuk membentuk kata-kata. Setiap bunyi tersebut dapat memiliki satu atau lebih variasi (disebut alofon) tergantung pada lingkungan fonetiknya (yaitu, bunyi lain apa yang ditempatkan berdekatan dengannya). Bahasa ini memiliki 31 fonem konsonan dan 9 fonem vokal, yang ditunjukkan berdasarkan tempat dan cara artikulasi dalam tabel di bawah ini. Perhatikan bahwa sistem penulisan utama untuk bahasa ini asing dan tidak berdasarkan alfabet Romawi; dijelaskan dalam [Bab 12](12). Karakter yang digunakan untuk mewakili bunyi di bawah ini adalah ortografi romanisasi khusus yang digunakan sebagai cara sekunder atau alternatif untuk menampilkan bahasa tertulis untuk memberikan cara yang lebih mudah bagi orang yang mempelajari bahasa tersebut untuk melihat struktur kata-kata. + +::: tabs + +@tab Konsonan + +
+ +| LETAK | HENTIAN | SENGAUAN | +|:------:|:------:|:------:| +| BIBIR | p b | m | +| APIKO-GIGI | t d | n | +| VELAR | k g | ň | +| GLOTAL | ʼ | | + +| LETAK | GESER | GESEK | +|:------:|:------:|:------:| +| BIBIR-GIGI | f v | | +| ANTARA-GIGI | ţ ḑ | | +| APIKO-ALVEOLAR | s z | c ẓ | +| ALVEOLAR-LELANGIT | š ž | č j | +| LELANGIT| ç | | +| VELAR | x | | +| GLOTAL | h | | +| SISIAN | ļ | | + +| LETAK | KEPAK~GETAR | HAMPIRAN | +|:------:|:------:|:------:| +| BIBIR-VELAR | | w | +| ALVEOLAR | r | | +| LELANGIT | | y | +| TEKAK | | ř | +| SISIAN | | l | + +
+ +@tab Vokal + +
+ +| VOKAL | DEPAN | MADYA | BELAKANG | +| :--: | :--: | :-: | :-: | +| TINGGI | i | ü | u | +| TENGAH | e ö | ë | o | +| RENDAH | ä | | a | + +
+ +::: center +o u ö ü adalah vokal bulat. +::: + +## 1.2 Catatan Pengucapan dan Perbedaan Alofonik {#Sec1_2} + +### 1.2.1 Vowels {#Sec1_2_1} + +Bunyi vokal yang tercantum di atas diberikan di bawah ini dalam tanda kurung menggunakan Alfabet Fonetik Internasional. + +* **a** diucapkan [a] seperti dalam bahasa Spanyol alta, atau seperti [ɑ] dalam bahasa Inggris father. +* **ä** diucapkan [æ] seperti dalam bahasa Inggris Amerika cat. +* **e** diucapkan [ɛ] seperti dalam bahasa Inggris let, atau seperti [e] dalam bahasa Spanyol este, tapi hanya seperti [e] di awal gugus dwivokal seperti -**ea**-, -**eo**-, -**eö**-, dsb. +* **ë** diucapkan [ʌ] seperti *u* dalam bahasa Inggris cut, atau “pepet” [ə] seperti *a* dalam bahasa Inggris sofa, atau [ɤ] dalam bahasa Mandarin. +* **i** diucapkan [i] seperti dalam bahasa Spanyol atau Italia, atau [ɪ] seperti dalam bahasa Inggris pit, tapi hanya seperti [i] di awal gugus dwivokal (misal, -**ia**-, -**iö**-, dsb.) dan hanya seperti [ɪ] ketika diawali atau diikuti oleh **y**. +* **o** diucapkan [ɔ] seperti *o* pertama dalam bahasa Italia otto, atau [o] seperti dalam bahasa Spanyol, tapi hanya seperti [o] di awal gugus dwivokal seperti -**oa**-, -**oe**-, dsb. +* **ö** diucapkan [œ] seperti dalam bahasa Prancis neuf atau [ø] seperti dalam bahasa Prancis feu, tapi hanya [ø] di awal gugus dwivokal seperti -**öa**-, -**öe**-, dsb. +* **u** diucapkan [ʊ] seperti dalam bahasa Inggris book, atau [u] seperti dalam bahasa Spanyol, tapi hanya [u] di awal gugus dwivokal dan hanya seperti [ʊ] ketika diawali atau diikuti oleh **w**. +* **ü** diucapkan [ʉ] seperti dalam bahasa Swedia hus atau pengucapan Skotlandia dari book, atau [y] dalam bahasa Prancis lune, tapi hanya seperti [ʉ] ketika diawali oleh **y** atau **w**. + +Diftong yang diperbolehkan (semuanya adalah “menurun”) antara lain: **ai**, **ei**, **ëi**, **oi**, **ui**, **au**, **eu**, **ëu**, **ou**, dan **iu**. Kedua vokal dari diftong ini dapat diucapkan sebagai suku kata terpisah dalam keadaan berikut: + +1. untuk memudahkan pengucapan ketika diikuti oleh -**l**, -**r** atau -**ř** yang muncul dalam suku kata yang sama; +2. dalam lagu atau puisi. + +Kehati-hatian diperlukan agar tidak secara tidak sengaja memasukkan hentian glotal di antara dua vokal saat mengucapkan diftong sebagai dua suku kata. + +### 1.2.2 Konsonan {#Sec1_2_2} + +Bunyi konsonan yang tercantum di atas diberikan di bawah ini dalam tanda kurung menggunakan Alfabet Fonetik Internasional. + +* **p** dan **k** adalah [p] dan [k] yang tidak teraspirasi seperti dalam bahasa Prancis, Spanyol, atau Italia. +* **t** adalah [t̪] yang tidak teraspirasi dan gigi (bukan alveolar) seperti dalam bahasa Prancis, Spanyol, atau Italia. +* **d** adalah [d̪] gigi (bukan alveolar) seperti dalam bahasa Prancis, Spanyol, atau Italia. +* **g** selalu merupakan hentian velar bersuara [g] seperti dalam bahasa Inggris go. +* **h** tidak pernah sunyi dan selalu diucapkan [h] di semua posisi di mana ia muncul, bahkan di posisi akhir kata. -**ph**-, -**th**-, -**kh**-, -**ch**-, -**čh**- yang berada di awal suku kata atau akhir kata diucapkan sebagai hentian/gesek teraspirasi [pʰ, tʰ, kʰ, tsʰ, tʃʰ] tapi ketika di antara dua vokal, mereka terpisah menjadi dua suku kata dan diucapkan seperti dalam bahasa Inggris haphazard, at-hand, backhanded, it’s here dan church hall; kombinasi -**hl**-, -**hr**-, -**hm**- dan -**hn**- dapat diucapkan sebagai konsonan terpisah atau sebagai konsonan tunggal berikut: **hl** = [ɬ], **hr** = [ɾ̥], **hm** = [m̥], **hn** = [n̥]. Kombinasi dari konsonan bersuara yang diikuti oleh **h** selalu terpisah menjadi dua suku kata, misal, -**bh**-, -**dh**-, -**gh**-, -**rh**-, -**mh**-, -**nh**-, dsb. +* **ʼ** adalah hentian glotal nirsuara [Ɂ] seperti yang terdengar di antara dua vokal bahasa Inggris oh-oh!, atau di antara dua bunyi e pertama dalam bahasa Jerman beendete, atau salah satu kemungkinan realisasi fonem nol dalam bahasa Mandarin 親愛 (qīnʼài [t͡ɕʰji̞n̚˥.ʔa̠ɪ̯˥˩], berbeda dari qīnài [t͡ɕʰi˥.na̠ɪ̯˥˩] atau qīnnài [t͡ɕʰji̞n̚˥.na̠ɪ̯˥˩]); Untuk hentian glotal nirsuara di awal suku kata, bandingkan perbedaan dalam bahasa Hawaii atau beberapa bahasa-bahasa Ryukyu; Untuk hentian glotal nirsuara di koda suku kata, bandingkan perbedaan dalam bahasa Tionghoa Wu atau Min, serta bahasa Jepang あっ (aQ, [äʔ]). +* **ţ** dan **ḑ** adalah geser antargigi nirsuara dan bersuara [θ] dan [ð] seperti dalam bahasa Inggris thin dan this, atau bahasa Spanyol Kastilia caza dan cada +* **š** dan **ž** adalah geser nirsuara dan bersuara alveolar-lelangit [ʃ] dan [ʒ], keduanya takbulat. Seperti dalam bahasa Inggris mesh dan measure tapi tanpa bibir yang dibulatkan. +* **ç** adalah geser celah lelangit takberalur nirsuara [ç], seperti yang terdengar pada bunyi awal bahasa Inggris human atau hue, atau dalam kata bahasa Jerman richtig, atau dalam bahasa Jepang ひ (*hi*) dan hy- yang dipalatalisasi. +* **x** adalah geser antara velar atau tekak nirsuara [x ~ χ], seperti dalam bahasa Spanyol Amerika Latin atau Spanyol Kastilia jota, bahasa Rusia хорошо, bahasa Jerman bach, atau bahasa Mandarin **h-**. +* **l** adalah hampiran sisian apiko-gigi bersuara yang tidak divelarisasi [l̪] seperti dalam bahasa Prancis, Spanyol, atau Italia; tidak pernah berupa bunyi l “gelap” yang divelarisasi seperti dalam bahasa Inggris Amerika. +* **ļ** adalah geser sisian nirsuara [ɬ] seperti yang ditemukan dalam bahasa Wales llan. +* **c** dan **ẓ** adalah gesek apiko-alveolar bersuara dan nirsuara [ts] dan [dz] seperti dalam bahasa Inggris bits dan bids atau bahasa Italia pizza dan azzurro. +* **č** dan **j** adalah gesek alveolar-lelangit bersuara dan nirsuara [tʃ] dan [dʒ] seperti dalam bahasa Inggris butch dan budge. +* **n** adalah gigi, bukan alveolar; **n** berasimilasi ke velar [ŋ] sebelum **k**, **g**, dan **x** (tapi tidak sebelum **ř**); sehingga, **ň** fonemik tidak diperbolehkan sebelum **k**, **g**, atau **x** dalam kata asli bahasa Ithkuil Baru. +* **ň** adalah velar [ŋ] seperti dalam bahasa Inggris bring. +* **r** adalah kepak tunggal [ɾ], yang menjadi getar [r] ketika digeminasikan, seperti dalam bahasa Spanyol atau bahasa Italia caro dan carro; ketika diikuti oleh konsonan dalam kata yang sama, ia dapat diucapkan sebagai hampiran apiko-alveolar [ɹ], mirip (tetapi lebih ke depan di dalam mulut daripada) pascaalveolar [ɹ̱] bahasa Inggris standar. Salah satu contoh hampiran apiko-alveolar adalah bunyi non-retrofleks r dalam bahasa Mandarin. +* **ř** adalah hampiran dorso-tekak bersuara [ʁ] seperti dalam bahasa Prancis rire atau bahasa Jerman Ruhr; ketika digeminasikan, bunyinya bisa [ʁː] atau bisa dikuatkan menjadi getar tekak [ʀ]; kehati-hatian diperlukan untuk memastikan pengucapan -**př**- dan -**tř**- dibedakan dari -**px**- dan -**tx**-. +* **y** adalah hampiran lelangit bersuara [j] seperti dalam bahasa Inggris yes atau bahasa Jerman ja. + +Konsonan yang tersisa **b**, **f**, **m**, **s**, **v**, **w**, dan **z** diucapkan seperti dalam bahasa Inggris dan seperti dalam Alfabet Fonetik Internasional. + +#### Vokal Epentetik Mengikuti Hentian Glotal + +Dalam kata-kata di mana hentian glotal (ditulis ’ ) diikuti oleh konsonan (misalnya, seperti dalam kata *ka’tal* atau *morui’ss*), hentian glotal biasanya diikuti oleh bunyi vokal yang diucapkan sangat singkat sebelum konsonan berikutnya diucapkan. Vokal ini dapat diucapkan dengan dua cara, apapun yang lebih mudah bagi penutur. Cara pertama adalah sebagai vokal tinggi madya takbulat dalam bahasa Rusia быть, IPA [ɨ]. Cara kedua adalah mengucapkannya sebagai vokal tinggi belakang takbulat yang ditemukan dalam bahasa Turki (ditulis sebagai i tanpa titik), atau bahasa Jepang (sebagai vokal pendek u), IPA [ɯ]. Kedua vokal ini memiliki durasi yang sangat singkat dan dapat dihilangkan suaranya jika konsonan berikutnya nirsuara. + +## 1.3 Konvensi Ortografi {#Sec1_3} + +Berikut ini adalah alternatif yang tersedia untuk menulis bahasa ini dalam aksara Romawi: Karakter **ţ** dapat ditulis sebagai **ṭ** atau **ŧ**; karakter **ḑ** dapat ditulis sebagai **ḍ** atau **đ**; karakter **ň** dapat ditulis sebagai **ņ** atau **ṇ**; karakter **ř** dapat ditulis sebagai **ŗ** atau **ṛ**; karakter **ļ** dapat ditulis sebagai **ł** atau **ḷ**; karakter **ẓ** dapat ditulis sebagai **ż**. + +### 1.3.1 Penandaan Penekanan Suku Kata {#Sec1_3_1} + +Penekanan penultima (yaitu, penekanan pada suku kata sebelum yang terakhir) tidak ditandai; penekanan selain penultima ditandai dengan diakritik pada vokal yang membawa penekanan, sebagai berikut: + +* vokal tanpa diakritik menggunakan aksen tirus (misal, **á**, **ó**, dsb.); +* vokal dengan dieresis mengubahnya menjadi aksen sirkumfleks (misal, **ö** → **ô**). + +Aksen nontirus digunakan di atas vokal **i** ketika ia tidak ditekankan sebagai anggota awal dari gugus vokal yang mengikuti konsonan (misal, -**Cìa**-, -**Cìo**-, dsb.) — hal ini untuk mengingatkan penutur/pembaca bahwa -**ì**- ini diucapkan sebagai /i:/ panjang untuk membedakan suku kata tersebut dengan suku kata yang berbentuk **Cy+V** (misal, *karesya* vs. *karésìa*, *velkyo* vs. *vélkìo*). Aksen nontirus juga dapat digunakan di atas vokal **u** untuk mengingatkan penutur/pembaca untuk tidak mengubah bunyi /u/ menjadi /w/ dalam kata-kata seperti **ehùá**. + +### 1.3.2 Afiks/adjung sambungan tertulis {#Sec1_3_2} + +Mengenai adjung pengurai (lihat [Bagian 2.7, No. 5](02#Sec2_7)) dan afiks sambungan kalimat **ç(ë)**- (lihat [Bagian 11.8](11#Sec11_8)), mereka biasanya tidak pernah ditulis dalam skema romanisasi maupun aksara Ithkuil Baru asli, mengingat kemunculannya sepenuhnya bergantung pada cara spesifik setiap individu mengucapkan kalimat atau kelompok kalimat pada keadaan tertentu. Pengecualiannya adalah dalam konteks sempit ucapan yang telah ditulis (misal, naskah drama atau skenario film), dalam puisi, dalam resital retorika, atau dalam instruksi menyanyi, di mana arahan eksplisit tentang vokalisasi yang tepat sangat penting. + +## 1.4 Geminasi Konsonan {#Sec1_4} + +Geminasi konsonan merujuk pada “penggandaan” panjang bunyi konsonan tertentu yang dapat didengar. Meskipun geminasi tidak terjadi dalam bahasa Inggris berdasarkan alasan fonologis yang sebenarnya, ia terjadi berdasarkan alasan morfofonologis, seperti yang terlihat pada perbedaan pengucapan frasa a natural versus unnatural. Namun, ada banyak bahasa di mana geminasi berbasis fonologis merupakan komponen intrinsik dari fonologi (misal, bahasa Italia, Jepang, Finlandia). + +Dalam bahasa Ithkuil Baru, Sebagian besar konsonan dapat digeminasikan. Semua konsonan kecuali **w**, **y**, dan hentian glotal **’** mampu digeminasikan di antara dua vokal. Sebagai tambahan, semua konsonan kecuali **w**, **y**, dan konsonan hentian (-**’**, **p**, **b**, **t**, **d**, **k**, **g**) dapat digeminasikan baik di posisi awal kata maupun di posisi akhir kata. + +### Pengucapan Konsonan yang Digeminasikan + +Konsonan kontinuan (yaitu, dapat dibunyikan untuk durasi yang tidak terbatas), khususnya **ç**, **ḑ**, **f**, **h**, **l**, **ļ**, **m**, **n**, **ň**, **ř**, **s**, **š**, **ţ**, **v**, **x**, **z**, dan **ž**, diucapkan hanya dengan durasi dua kali lebih lama ketika digeminasikan. **r** yang digeminasikan diucapkan seperti getar apiko-alveolar cepat rr dalam bahasa Spanyol atau Italia. + +Konsonan hentian **b**, **d**, **g**, **k**, **p**, dan **t**, ketika digeminasikan ditahan sesaat, lalu dilepaskan, mirip seperti bunyi dua *d* dalam frasa bahasa Inggris bad dog ketika diucapkan dengan cepat. + +Pengucapan gesek (**c**, **č**, **j**, dan **ż**) ketika digeminasikan tergantung apakah mereka berada di posisi antarvokal (di antara dua vokal) atau tidak versus awal kata atau akhir kata. Jika antarvokal, mereka diucapkan dengan menahan sesaat komponen hentian (plosif) awal dari gesek sebelum melepaskannya menjadi bagian geser atau sibilan, misal, **čč** antarvokal diucapkan sebagai **ttš**. Ketika di posisi awal kata atau akhir kata, pengucapan geminasi dicapai dengan hanya memanjangkan bagian kontinuan sibilan dari gesek tersebut (yaitu, bunyi kedua dari tiap gesek). Sehingga, **čč** di posisi awal kata atau akhir kata diucapkan sebagai **tšš**. + +### Ortografi Romanisasi dari Geminat + +Konsonan yang ditulis dengan karakter tunggal hanya ditulis sebagai berganda ketika digeminasikan, misal, **bb**, **čč**, **dd**, **nn**, **šš**. + +## 1.5 Fonotaktik {#Sec1_5} + +Fonotaktik merujuk pada aturan-aturan sembarang mengenai kombinasi konsonan dan vokal apa yang diperbolehkan dalam sebuah suku kata atau kata dalam bahasa tertentu. Konsep ini disebut **fonotaksis** dan aturan-aturan tersebut dikenal sebagai aturan fonotaktik. Aturan-aturan ini, yang khas untuk setiap bahasa, menjelaskan, misalnya, mengapa *sprelch* bisa menjadi kata hipotetis dalam bahasa Inggris, sedangkan *znatk* tidak bisa, meskipun *znatk* sama mudahnya diucapkan oleh seorang ahli bahasa seperti *sprelch*. Aturan-aturan yang mengatur struktur suku kata, pembentukan diftong, dan eufoni fonetik secara keseluruhan semuanya merupakan bagian dari fonotaktik. Aturan fonotaktik untuk bahasa ini banyak dan kompleks, dan disediakan dalam dokumen [Fonotaktik](pt) terpisah. + +## 1.6 Nada dan Intonasi {#Sec1_6} + +Banyak bahasa di dunia menggunakan intonasi dan/atau nada suara sebagai bagian produktif dari fonologi untuk membedakan makna dalam kata-kata. Contoh bahasa-bahasa tersebut adalah bahasa Vietnam, berbagai bahasa Tionghoa dan bahasa-bahasa Asia Tenggara lainnya, sebagian besar bahasa Afrika sub-Sahara, dan beberapa bahasa asli Amerika seperti Navajo. Meskipun bahasa Ithkuil Baru bukanlah bahasa bernada dalam arti sebenarnya, bahasa ini menggunakan sistem “aksen nada” sebagai cara agar batas kata dapat diuraikan oleh pendengar. Hal ini dijelaskan dalam [Bagian 2.7](02#Sec2_7). diff --git a/src/id/docs/02.md b/src/id/docs/02.md new file mode 100644 index 00000000..2acfac19 --- /dev/null +++ b/src/id/docs/02.md @@ -0,0 +1,576 @@ +--- +title: 02 Morfofonologi +--- +## 2.0 Morfofonologi {#Sec2} + +Morfofonologi merujuk pada bagaimana suatu bahasa menggunakan fonem (bunyi yang bermakna) dan fitur fonologisnya (misal, penekanan suku kata, geminasi, nada, dll.) untuk menghasilkan pola pembentukan kata dan kategori morfologis (misal, tunggal versus jamak, kala verba, dll.) yang diterapkan pada kata-kata. + +::: info Kelas Kata + +Terdapat tiga jenis kata dalam bahasa Ithkuil Baru: **formatif**, **adjung**, dan **referensial**. Formatif merupakan kelas kata yang umumnya sesuai dengan kata benda dan kata kerja dalam bahasa manusia alami. (Pada [Bagian 2.4.2](02#Sec2_4_2) di bawah ini, kita akan melihat mengapa masuk akal untuk menggabungkan kata benda dan kata kerja menjadi satu jenis kata dalam tata bahasa Ithkuil Baru.) Adjung adalah kata “pembantu” yang beroperasi bersama dengan formatif untuk memberikan informasi semantik lebih lanjut tentang formatif yang berdekatan. Referensial adalah jenis kata yang beroperasi mirip dengan kata ganti dalam bahasa manusia alami, meskipun kita akan melihat bahwa penggunaannya lebih dinamis dan luas daripada rentang kata ganti biasa dalam bahasa lain. + +::: + +::: info Tipologi Tata Bahasa + +Bahasa Ithkuil Baru pada dasarnya adalah bahasa aglutinatif dan secara sekunder merupakan bahasa sintetis. Ini berarti bahwa cara pembentukan akar kata, infleksi, dan derivasi morfosemantik, serta bagaimana elemen-elemen tersebut, tergabung secara bermakna menjadi kata-kata, terutama melalui penggabungan satu atau lebih imbuhan (termasuk prefiks, sufiks, dan infiks) ke akar semantik, di mana imbuhan itu sendiri sangat sintetis (yaitu, menggabungkan banyak kategori morfologis menjadi satu bentuk fonologis). Pada dasarnya, ini berarti bahwa kata-kata dalam bahasa Ithkuil Baru dibentuk dengan menggabungkan beberapa imbuhan ke akar kata inti, di mana setiap imbuhan dapat memuat banyak elemen makna di dalamnya. + +::: + +## 2.1 Urutan Bentuk Vokal Standar {#Sec2_1} + +Saat kita meneliti bagaimana struktur kata-kata dalam bahasa Ithkuil Baru, kita akan melihat bahwa struktur kata beroperasi melalui serangkaian “slot” berurutan, di mana setiap slot diisi dengan imbuhan. Kemudian kita akan melihat bahwa banyak imbuhan komponen yang digunakan untuk mengisi slot-slot ini mengandung pola sembilan vokal yang sering muncul, atau merupakan matriks dengan banyak nilai di mana satu sumbu matriks membawa sembilan bentuk vokal. Akibatnya, bahasa ini menggunakan pola umum standar dari sembilan bentuk vokal dalam beberapa rangkaian, yang kemudian dapat digunakan untuk mengisi setiap Slot yang berbeda ini. Pola umum standar vokal ini memfasilitasi penghafalan sejumlah besar imbuhan oleh orang-orang yang ingin mencoba mempelajari bahasa tersebut. + +Tabel di bawah ini menampilkan berbagai pola dari “Urutan Bentuk Vokal Standar” ini. Pembaca akan merasa bermanfaat untuk merujuk kembali ke bagan ini ketika memeriksa banyak slot morfologis berbeda yang digunakan dalam pembentukan kata Ithkuil Baru. Terlepas dari jumlah bentuk vokal, struktur urutannya cukup sistematis jika dianalisis secara cermat. + +
+ + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +
Urutan Bentuk Vokal Standar
BentukSeri 1Seri 2Seri 3*Seri 4
1aaiia / uäao
2äauie / uë
3eeiio / üäeo
4ieuiö / üë
5ëiëu
6öouuö / öëöe
7ooiuo / öäoe
8üiuue / iëöa
9uuiua / iäoa
+
+ +\* Ketika didahului oleh **y**-, bentuk Seri 3 yang dimulai dengan -**i** gunakan bentuk alternatifnya sebagai gantinya (misal, **yuä**, bukan **yia**), sementara bentuk Seri 3 yang dimulai dengan -**u** menggunakan bentuk alternatifnya jika didahului oleh **w**- (misal, **wiä**, bukan **wua**). + +## 2.2 Aturan untuk Memasukkan Hentian Glotal ke dalam Bentuk Vokal {#Sec2_2} + +Saat kita meneliti pembentukan kata, kita akan melihat bahwa beberapa slot morfofonologis yang membentuk struktur suatu bentuk dalam bahasa memerlukan penyisipan hentian glotal ke dalam bentuk vokal V. Untuk melakukannya, ikuti aturan di bawah ini: + +1. Jika **V** adalah vokal tunggal atau diftong, hentian glotal ditempatkan setelah **V**, misal, -**a** menjadi -**a’**, -**ai** menjadi -**ai’**. +2. Jika **V** adalah gugus dwisuku kata, letakkan infiks di antara dua suku kata **V**, misal, -**ua** menjadi -**u’a**. +3. Ketika menerapkan aturan 1 di atas, jika infiks menghasilkan gugus yang secara fonotaktik tidak diperbolehkan atau tidak diinginkan secara kemerduan, atau menghasilkan hentian glotal di posisi akhir kata, maka vokal epentetik harus ditambahkan sebagai berikut: + * Jika **V** adalah vokal tunggal, gandakan vokal ini setelah hentian glotal; misal, -**a** menjadi -**a’a**. + * Jika **V** adalah diftong, maka letakkan hentian glotal di antara dua vokal diftong tersebut (sebagai pengecualian terhadap Aturan 1 di atas); misal, -**ai** menjadi -**a’i** alih-alih -**ai’** yang biasa. +4. [Catatan Khusus di Bagian 4.6](04#Sec4_6) akan menjelaskan bagaimana, dalam keadaan tertentu, hentian glotal pada imbuhan Slot IX `Vc` dapat digeser ke Slot kata yang berbeda sama sekali, untuk memperpendek jumlah suku kata dalam kata tersebut. + +## 2.3 Struktur Formatif {#Sec2_3} + +Struktur morfologi suatu formatif dapat ditunjukkan dengan rumus berikut: + +::: center + +(Cc + Vv) + Cr + Vr + ( CsVx ... ) + Ca + ( VxCs ... ) + ( VnCn ) + Vc / Vk + [PENEKANAN] + +::: + +Di mana, dengan pengecualian `Cr` dan [PENEKANAN], setiap istilah mengacu pada imbuhan yang terdiri dari bentuk konsonan (ditunjukkan dalam rumus sebagai **C**), bentuk vokal (ditunjukkan sebagai **V**), atau kombinasi keduanya (misal, CsVx atau VnCn). Istilah `Cr` mengacu pada akar kata itu sendiri, bentuk konsonan yang terdiri dari satu hingga lima konsonan. Seperti yang ditunjukkan oleh berbagai tanda kurung, beberapa istilah dalam rumus bersifat opsional, sehingga beberapa formatif terdiri dari minimal lima istilah: Cr + Vr + Ca + Vc / Vk + [PENEKANAN]. Berbagai elemen morfologis ini harus muncul dalam urutan sekuensial tertentu, dan dengan demikian dapat dianalisis sebagai pengisian sepuluh "slot" morfologis. Slot-slot ini diberi label secara berurutan sebagai Slot I hingga Slot X, seperti yang ditunjukkan pada bagan berikut. + + + +Struktur morfologis spesifik dan fungsi semantik dari masing-masing slot ini akan dibahas secara individual di bab-bab khusus dalam dokumen ini. Berikut ini adalah gambaran umum pendahuluan dari setiap slot. + +::: tabs + +@tab I + +`Cc` + +Slot ini diisi oleh hentian glotal **’**-, **h**-, atau bentuk dwikonsonan yang dimulai dengan **h**- (misal, **hw**-, **hr**-, **hm**-, dll.). Ini menunjukkan apakah formatif tersebut merupakan formatif berdiri sendiri (tidak tergabung), formatif tergabung Tipe 1, atau formatif tergabung Tipe 2. Penggabungan formatif dibahas dalam [Bagian 10.1](10#Sec10_1). Ini juga menunjukkan apakah Slot II di bawah ini berisi informasi “pintasan” untuk Slot IV dan VI (sehingga Slot IV dan VI dapat dihilangkan, sehingga memperpendek kata). + +@tab II + +`Vv` + +Berisi salah satu dari 32 bentuk vokal berbeda yang menunjukkan Batang Kata dan Versi formatif. Terdapat empat batang kata yang terkait dengan setiap akar kata; batang kata dibahas dalam [Bagian 2.4.3.](02#Sec2_4_3). Terdapat dua Versi untuk setiap pembentuk, PROSESUAL dan KOMPLETIF, yang dibahas dalam [Bagian 3.7](03#Sec3_7). Selain itu, slot ini dapat berisi informasi “pintasan” untuk Slot IV dan VI (sehingga Slot IV dan VI dapat dihilangkan, sehingga mempersingkat kata). Slot ini juga berfungsi dalam keadaan tertentu sebagai sarana “pintasan” untuk menyampaikan salah satu dari tiga imbuhan Slot VII yang telah dipilih sebelumnya. + +@tab III + +`Cr` + +Ini adalah bentuk konsonan yang terdiri dari satu hingga lima konsonan, yang menunjukkan akar semantik dari formatif, yang dibahas dalam [Bagian 2.4](02#Sec2_4). + +@tab IV + +`Vr` + +Berisi salah satu dari 32 bentuk vokal yang menunjukkan Fungsi, Spesifikasi, dan Konteks Formatif. Terdapat dua fungsi: STATIF dan DINAMIS, yang dibahas dalam [Bagian 3.8](03#Sec3_8). Terdapat empat Spesifikasi: DASAR, KONTENSIAL, KONSTITUTIF, dan OBJEKTIF, yang dibahas dalam [Bagian 2.4.4](02#Sec2_4_4). Terdapat empat Konteks: EKSISTENSIAL, FUNGSIONAL, REPRESENTASIONAL, dan AMALGAMATIF, yang dibahas dalam [Bagian 3.9](03#Sec3_9). + +@tab V + +(`CsVx` ... ) + +Berisi satu atau lebih imbuhan deskriptif berbentuk bentuk konsonan + bentuk vokal yang berlaku pada akar kata itu sendiri (bukan pada kata secara keseluruhan). Setiap imbuhan hadir dalam tiga jenis: situasional, derivasional, atau terbatas. Terdapat lebih dari 400 imbuhan seperti itu yang tersedia, dijelaskan dalam [Bab 7](07). + +@tab VI + +`Ca` + +Imbuhan konsonan gabungan wajib yang menunjukkan lima kategori berikut: Konfigurasi, Afiliasi, Ekstensi, Perspektif, dan Esensi. Kategori-kategori ini semuanya dibahas dalam [Bab 3](03). Pembentukan kompleks imbuhan Ca itu sendiri dibahas dalam [Bagian 3.6](03#Sec3_6). + +@tab VII + +`VxCs` + +Berisi satu atau lebih imbuhan deskriptif berbentuk bentuk vokal + bentuk konsonan yang berlaku untuk kombinasi akar kata dan kategori Slot VI Ca (bukan hanya akar kata saja). Kecuali pembalikan bentuk konsonan dan bentuk vokal, imbuhan ini sama dengan yang digunakan di Slot V. + +@tab VIII + +`VnCn` + +Suatu imbuhan yang terdiri dari bentuk vokal + bentuk konsonan yang menyampaikan Modus atau Cakupan Kasus, ditambah Aspek, Fase, Level, atau Efek. Penjelasan semua kategori ini adalah subjek [Bab 5](05). + +@tab IX + +`Vc` / `Vf` / `Vk` + +Imbuhan bentuk vokal yang, tergantung pada pola penekanan yang ditunjukkan pada Slot X, menyampaikan Kasus formatif, Format formatif, atau kombinasi dari dua kategori: Ilokusi + Validasi. Kasus dibahas dalam [Bab 4](04); Format dalam [Bagian 10.1](10#Sec10_1), dan Ilokusi dan Validasi dalam [Bab 6](06). + +@tab X + +`[PENEKANAN]` + +Pola penekanan suku kata menentukan jenis imbuhan apa yang ditampilkan di Slot IX sebelumnya. Hal ini dibahas di [Bagian 6.2.1](06#Sec6_2_1). + +::: + +### Hierarki Cakupan Morfem dalam Formatif + +Struktur slot pada formatif kata kurang lebih mencerminkan hierarki morfem dalam suatu formatif, yaitu urutan di mana informasi semantik setiap morfem memiliki cakupan atas morfologi sebelumnya saat kata tersebut secara berurutan terungkap dalam ucapan atau tulisan. Urutan cakupan ini ditunjukkan di bawah ini: + +```mermaid +--- +title: Hierarki Cakupan Morfem dalam Formatif +--- +flowchart RL + subgraph CORE [Inti & CsVx] + direction BT + a["Akar Kata + Batang Kata + Spesifikasi"] + b[Fungsi] + c[Versi] + d[Imbuhan Slot V] + d-->c-->b-->a + end + subgraph opt [Opsional] + e["FORMATIF TERGABUNG"] + end + subgraph Ca [Ca & VxCs] + direction BT + f["Konfigurasi + Afiliasi"] + g[Ekstensi] + h[Perspektif] + i[Esensi] + j[Imbuhan Slot VII] + j-->i-->h-->g-->f + end + k["Aspek + Efek + Level + Fase + Valensi"] + l[Konteks] + l-->k-->Ca-.->opt-.->CORE + Ca-->CORE + subgraph verb [Formatif Verbal] + direction BT + p[Ilokusi]-->o[Validasi]-->n[Modus] + end + subgraph noun [Formatif Nominal] + direction BT + m[Kasus] + end + verb-->l + noun-->l + q[Bias] + q-->verb + q-->noun + class a,b,c,d,e,f,g,h,i,j,k,l,m,n,o,p,q styl; + classDef styl fill:#a07cda,stroke:#a07cda +``` + +Sebelum menganalisis detail setiap Slot individual dari rumus morfologi di atas, penting untuk terlebih dahulu memahami bagaimana akar dan batang kata dari setiap formatif bekerja. Hal ini dijelaskan secara rinci di bagian selanjutnya di bawah ini. + +## 2.4 Formasi Akar dan Batang Kata {#Sec2_4} + +Semua kata dalam bahasa Ithkuil Baru yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai kata benda atau kata kerja didasarkan pada sebuah batang kata, yang pada gilirannya berasal dari akar kata yang abstrak secara semantik. Proses ini dijelaskan di bagian-bagian di bawah ini. + + + +### 2.4.1 Akar Kata {#Sec2_4_1} + +Akar kata membentuk dasar semantik yang mana batang kata kata benda/kata kerja sebenarnya diturunkan. Akar kata terdiri dari bentuk konsonan, `Cr`, yang menempati Slot III dalam rumus morfologi di atas. Akar kata terdiri dari satu hingga lima konsonan (misal, -**k**-, -**st**-, -**ntr**-, -**pstw**-, -**rmzgl**-). Batasan fonotaktik (lihat [Bagian 1.5](01#Sec1_5)) dari bahasa ini memungkinkan lebih dari 33.000 kemungkinan akar kata. + +Akar kata adalah unit semantik dasar. Misalnya, akar kata -**DN**- adalah akar kata yang rujukan semantiknya adalah ‘NAMA/SEBUTAN/LABEL’. Batang kata fungsional (atau hanya batang kata) dihasilkan dari akar kata melalui instansiasi imbuhan vokal `Vv`- di Slot II, seperti yang dijelaskan di Bagian 2.4.3 di bawah ini. Namun, sebelum kita dapat membahas Batang Kata, perlu terlebih dahulu memahami gagasan “formatif”, sehingga pembaca akan memahami mengapa semua batang kata dalam bahasa ini berfungsi sama sebagai kata benda dan kata kerja, dan memiliki makna nominal dan verbal. + +### 2.4.2 Gagasan “Formatif” {#Sec2_4_2} + +Kelas kata dalam tata bahasa yang dikenal dalam bahasa lain sebagai nomina dan verba digabungkan dalam bahasa Ithkuil Baru menjadi satu bagian ucapan tunggal yang disebut formatif. Semua formatif, tanpa kecuali, dapat berfungsi sebagai nomina atau verba, dan perbedaan apakah suatu formatif harus diinterpretasikan sebagai nomina atau verba dibuat dengan menganalisis struktur morfofonologis dan hubungan morfosintaksisnya dengan bagian kalimat lainnya. Akibatnya, tidak ada formatif yang hanya merujuk pada nomina atau hanya pada verba seperti dalam bahasa-bahasa Barat. Jadi, misalnya, batang pertama dari akar kata -**DN**- yang disebutkan di atas berarti ‘nama’ dan ‘menamai’ tanpa ada makna yang dianggap lebih intrinsik, fundamental, atau diturunkan dari yang lain. Hierarki makna nominal atas verbal (atau sebaliknya) seperti itu hanya muncul ketika menerjemahkan ke bahasa Inggris atau bahasa-bahasa Barat lainnya, di mana batasan leksikal nominal versus verbal tersebut bersifat inheren. + +Alasan mengapa kata benda dan kata kerja dapat berfungsi sebagai turunan morfologis dari satu kelas kata adalah karena morfosemantik bahasa Ithkuil Baru tidak melihat kata benda dan kata kerja sebagai sesuatu yang secara kognitif berbeda satu sama lain, melainkan sebagai manifestasi komplementer dari suatu gagasan yang ada dalam kontinum semantik mendasar yang sama, yang komponennya adalah ruang dan waktu. Seperti dalam fisika, kontinum holistik yang mengandung kedua komponen ini dapat dianggap sebagai ruang-waktu. Dalam kontinum ruang-waktu inilah bahasa Ithkuil Baru mewujudkan gagasan semantik menjadi akar leksikal, yang menghasilkan kelas kata yang disebut formatif. Pembicara kemudian memilih untuk *secara spasial “mewujudkan”* formatif ini menjadi suatu objek atau entitas (yaitu, kata benda) atau untuk *secara temporal “menjalankan”* formatif ini menjadi suatu tindakan, peristiwa, atau keadaan (yaitu, kata kerja). Proses komplementer ini dapat digambarkan sebagai berikut: + +![](./i/spacetime.svg#light) + +![](./i/spacetime.svg#dark) {.inverted} + +### 2.4.3 Batang kata {#Sec2_4_3} + +Setiap akar kata memiliki tiga batang, yang ditunjukkan oleh bentuk vokal `Vv` di Slot II dari rumus morfologi di [Bagian 2.3](#Sec2_3) di atas. Pada tingkat batang inilah akar kata menjadi kata-kata sebenarnya dengan makna yang terwujud. Misalnya, batang pertama dari akar kata kita -**DN**- adalah -**adn**-, yang berarti “(menjadi) sebuah nama [ditambah entitas yang dinamai]; [untuk sesuatu/seseorang] untuk dinamai/disebut sesuatu”. Batang kedua dari akar kata ini adalah -**edn**-, yang berarti “(menjadi) sebuah sebutan atau referensi [ditambah entitas yang disebut]; [untuk suatu entitas] untuk (di)rujuk sebagai”, dan batang ketiga dari akar kata tersebut adalah -**udn**-, yang berarti “(menjadi) sebuah label [ditambah entitas yang diberi label]; [untuk suatu entitas] untuk (di)label(i) sebagai”. + +Selain tiga bentuk dasar yang ditunjukkan oleh bentuk vokal Slot II -**a**-, -**e**-, dan -**u**-, terdapat bentuk keempat yang ditunjukkan oleh bentuk vokal Slot II -**o**-, yang dikenal sebagai “Batang Nol”. Bentuk dasar ini khusus dan mengacu pada makna konseptual keseluruhan yang “tanpa batang” dari akar mentah, terlepas dari batang tertentu, makna khusus tersebut ditentukan secara pragmatis berdasarkan akar itu sendiri. Jadi, untuk akar -**DN**-, bentuk Batang Nol -**odn**- pada dasarnya merupakan gabungan dari tiga makna batang tersebut, sehingga “(menjadi) apa yang sesuatu (akan) disebut/dirujuk sebagai atau diberi label [ditambah entitas yang disebut/dilabeli/dirujuk demikian]”. Hal ini memungkinkan penutur untuk menggunakan batang untuk menciptakan ambiguitas semantik yang disengaja ketika mereka tidak ingin membuat perbedaan antara, misalnya, manusia dewasa dan anak manusia. + +### 2.4.4 Spesifikasi {#Sec2_4_4} + +Untuk lebih membedakan gagasan semantik dasar suatu kata, terdapat kategori morfologis tambahan yang disebut **Spesifikasi**. Masing-masing dari tiga akar kata, serta bentuk keempat “Batang Nol”, memiliki empat Spesifikasi. Spesifikasi ini berfungsi untuk menunjukkan bagaimana akar kata tersebut harus diinterpretasikan secara semantik dalam konteks kalimat lainnya. Hal ini paling baik dijelaskan dengan menggambarkan tujuan setiap Spesifikasi secara individual di bawah ini, beserta contohnya. Empat Spesifikasi tersebut adalah DASAR, KONTENSIAL, KONSTITUTIF, dan OBJEKTIF. + +::: tabs + +@tab BSC + +
+
DASAR
+
Suatu perwujudan holistik dari suatu akar kata, sebelum penerapan salah satu dari tiga Spesifikasi lainnya, + pada dasarnya mencakup makna dari spesifikasi CTE dan CSV di bawah ini. Untuk akar kata yang mewakili gagasan yang secara alami + “aktif”, “tidak stabil terhadap waktu”, dinamis, atau secara psikologis seperti kata kerja, format nominal DASAR akan + berarti “suatu contoh/kejadian X”, sedangkan format verbal DASAR akan berarti “(suatu contoh/kejadian) + (meng-)X terjadi”. Untuk kata dasar yang mewakili gagasan yang secara alami “diwujudkan”, “stabil terhadap waktu”, statif, atau secara psikologis + seperti kata benda, formatif nominal DASAR akan berarti “suatu X (ada)” atau untuk entitas “tidak dapat dihitung”, + “jumlah/volume X (yang tidak ditentukan/tertentu)”, sedangkan format verbal DASAR akan membawa interpretasi STATIF + yang berarti “(suatu) X ada” / “[ada] (suatu) X”; perluasan makna ini secara verbal akan + dilakukan dengan menggunakan Spesifikasi lain.
+
+ +@tab CTE + +
+
KONTENSIAL
+
Spesifikasi ini melengkapi spesifikasi CSV di bawah ini. “Konten” fisik atau non-fisik atau esensi atau + fungsi yang bertujuan atau bentuk ideal/abstrak/platonisnya, sebagai lawan dari bentuk/rupa fisiknya semata, + misal, isi sebuah karya seni [apa yang diwakilinya atau merupakan gambar/patung darinya]; air di dalam + sebuah sungai [terlepas dari saluran atau alirannya]; isi komunikatif sebuah pesan + [terlepas dari cara/media penyampaiannya]; sesuatu (terbuat dari/dalam) besi [bentuk/rupanya + sebagai lawan dari sekadar contoh zat tersebut]; sebuah ruangan sebagai ruang fungsional/layak huni, yang ditetapkan + oleh tujuan yang dikomunikasikan secara sosial atau dapat dikenali dari desain, perabotan, dekorasi, dll.
+
+ +@tab CSV + +
+
KONSTITUTIF
+
Spesifikasi ini menunjukkan bentuk (fisik atau bukan fisik) di mana suatu entitas/keadaan/tindakan benar-benar mengekspresikan + dirinya, dibentuk, atau diwujudkan, sebagai lawan dari konten fungsional/tujuannya, yaitu, “apa yang membentuk X”, + misal, sebuah karya seni [sebagaimana dibentuk oleh kanvas yang dilukis, marmer yang dipahat, dll., terlepas + dari apa gambarnya atau apa/siapa patung itu]; aliran sungai; bentuk/media + (tertulis, lisan, direkam, dll.) dari sebuah pesan [terlepas dari apa yang dikomunikasikannya], sesuatu + yang besi (fokus pada bahan/substansi tertentu terlepas dari bentuk/rupanya), sebuah ruangan sebagai + volume ruang tertutup yang dibentuk oleh dinding dan langit-langit yang menyatu [terlepas dari tujuannya, + dimensi, tata letak, desain, perabotan, atau dekorasinya].
+
+ +@tab OBJ + +
+
OBJEKTIF
+
Spesifikasi ini menunjukkan mana dari berikut ini yang paling menonjol bagi semantik dari batang tertentu: + (1) alat/instrumen/sarana nyata yang menyebabkan terjadinya suatu tindakan/keadaan/peristiwa, atau jika tidak berlaku, maka (2) + objek/entitas pihak ketiga yang terkait dengan interaksi antara dua pihak (misal, objek yang diberikan dalam + interaksi datif), atau jika tidak berlaku, maka (3) objek/produk/situasi nyata yang dihasilkan, atau jika + tidak berlaku, maka (4) pasien atau pengalam semantik dari keadaan/tindakan/peristiwa. Misal, alat musik + yang dimainkan selama pertunjukan musik langsung, buku yang berisi cerita yang sedang dibaca, + benda yang diberikan kepada seseorang, apa yang diciptakan oleh seorang seniman (yaitu, sebuah karya seni), + entitas/orang/lembaga yang membentuk objek/sumber kepercayaan seseorang, pengukuran yang dihasilkan + dari suatu tindakan pengukuran.
+
+ +::: + +Kategori Spesifikasi ditunjukkan oleh imbuhan vokal `Vr` di Slot IV dari formatif (seperti yang ditunjukkan pada [Bagian 2.3](#Sec2_3) di atas). Imbuhan bawaan untuk keempat Spesifikasi adalah BSC = -**a**-, CTE = -**ä**-, CSV = -**e**-, dan OBJ = -**i**-. + +Jadi, untuk mengilustrasikan bagaimana spesifikasi beroperasi dengan tiga batang dari sebuah akar, kita dapat menguraikan makna dari ketiga batang untuk contoh akar kita -**DN**- untuk masing-masing dari empat spesifikasi, sebagai berikut: + +::: tabs + +@tab -DN- + +-**DN**- NAMA / SEBUTAN / LABEL + +
+ Batang 1 +
+
+
BSC: -adna-
+
(to be) a name [plus the entity named]; to be named/called something
+
(menjadi) sebuah nama [ditambah entitas yang dinamai]; dinamai/disebut sesuatu
+
+
+
CTE: -adnä-
+
(to be) an entity having a name
+
(menjadi) sebuah entitas yang memiliki nama
+
+
+
CSV: -adne-
+
(to have) a name; to bear a name
+
(memiliki) sebuah nama; menyandang sebuah nama
+
+
+
OBJ: -adni-
+
(to be) the name that an entity has
+
(menjadi) nama yang dimiliki oleh sebuah entitas
+
+
+
+
+ Batang 2 +
+
+
BSC: -edna-
+
(to be) a designation or reference [plus the entity so designated]; to refer to as
+
(menjadi) sebuah sebutan atau referensi [ditambah entitas yang disebut]; disebut sebagai
+
+
+
CTE: -ednä-
+
(to be) an entity having a designation or reference
+
(menjadi) sebuah entitas yang memiliki sebutan atau referensi
+
+
+
CSV: -edne-
+
(to have) a designation or reference; to bear a designation or reference
+
(memiliki) sebuah sebutan atau referensi; menyandang sebuah sebutan atau referensi
+
+
+
OBJ: -edni-
+
(to be) the designation or reference that an entity has
+
(menjadi) sebutan atau referensi yang dimiliki oleh sebuah entitas
+
+
+
+
+ Batang 3 +
+
+
BSC: -udna-
+
(to be) a label [plus the entity so labeled]; to label as
+
(menjadi) sebuah label [ditambah entitas yang dilabeli]; dilabeli sebagai
+
+
+
CTE: -udnä-
+
(to be) an entity having a label
+
(menjadi) sebuah entitas yang memiliki label
+
+
+
CSV: -udne-
+
(to have) a label; to bear a label
+
(memiliki) sebuah label; menyandang sebuah label
+
+
+
OBJ: -udni-
+
(to be) the label that an entity has
+
(menjadi) label yang dimiliki oleh sebuah entitas
+
+
+
+ +Bentuk “Batang Nol” akan menjadi -**odna**-, -**odnä**-, -**odne**-, dan -**odni**-. + +@tab -LK- + +-**LK**- MUSIK / BERMAIN MUSIK / MENGGUBAH MUSIK + +
+ Batang 1 +
+
+
BSC: -alka-
+
(to be) a state/act of music playing (whether recorded or live)
+
(menjadi) sebuah keadaan/tindakan memainkan musik (baik yang direkam maupun yang disiarkan langsung)
+
+
+
CTE: -alkä-
+
(to be) the state of there being music to be heard (playing)
+
(menjadi) keadaan di mana ada musik yang didengar (diputar)
+
+
+
CSV: -alke-
+
(to be) a state/act of hearing/listening to music
+
(menjadi) sebuah keadaan/tindakan mendengar/mendengarkan musik
+
+
+
OBJ: -alki-
+
(to be) the sound of music, the particular (piece of) music being heard
+
(menjadi) suara musik, (bagian) musik tertentu yang sedang didengar
+
+
+
+
+ Batang 2 +
+
+
BSC: -elka-
+
(to be) a state/act of playing/making music (i.e., on a musical instrument)
+
(menjadi) sebuah keadaan/tindakan memainkan/membuat musik (yaitu, pada sebuah alat musik)
+
+
+
CTE: -elkä-
+
(to be) the state of music being made by the playing of a musical instrument
+
(menjadi) keadaan musik yang dihasilkan dengan memainkan sebuah alat musik
+
+
+
CSV: -elke-
+
(to be) an act of playing music on a musical instrument; to (be) play(ing) a musical instrument
+
(menjadi) sebuah tindakan memainkan musik pada sebuah alat musik; memainkan sebuah alat musik
+
+
+
OBJ: -elki-
+
(to be) a particular musical instrument (used to play music)
+
(menjadi) sebuah alat musik tertentu (yang digunakan untuk memainkan musik)
+
+
+
+
+ Batang 3 +
+
+
BSC: -ulka-
+
(to be) a state/act of composing a passage of music, a musical phrase, a melody, a tune; to compose a + melody/tune/musical phrase or passage
+
(menjadi) sebuah keadaan/tindakan menggubah sebuah bagian musik, frasa musik, melodi, atau nada; menggubah sebuah + melodi/nada/frasa atau bagian musik
+
+
+
CTE: -ulkä-
+
(to be) the state of there being a musical phrase/passage/tune or melody in one’s mind; to be a + melody/tune/musical phrase or passage one hears in one’s mind when composing
+
(menjadi) keadaan di mana terdapat frasa/bagian/nada atau melodi musik dalam pikiran seseorang; menjadi + melodi/nada/frasa atau bagian musik yang terdengar dalam pikiran seseorang saat menggubah musik
+
+
+
CSV: -ulke-
+
(to be) a state/act of composing music; to compose (a passage/piece) of music
+
(menjadi) sebuah keadaan/tindakan menggubah musik; menggubah (sebuah bagian/karya) musik
+
+
+
OBJ: -ulki-
+
(to be) the particular melody/tune/musical phrase or passage being composed or played from one’s mind +
+
(menjadi) melodi/nada/frasa atau bagian musik tertentu yang sedang digubah atau dimainkan dari pikiran seseorang +
+
+
+
+ +Bentuk “Batang Nol” akan menjadi -**olka**-, -**olkä**-, -**olke**-, dan -**olki**-. + +::: + +### 2.4.5 Leksikon {#Sec2_4_5} + +Akar dan Batang Kata bahasa ini (beserta Spesifikasinya) tercantum dalam dokumen [Leksikon](http://ithkuil.net/newithkuil_lexicon.pdf) terpisah. + +::: tip + +Silakan merujuk pada [basis data terkomputerisasi](14) sebagai referensi utama Anda, karena basis data tersebut menawarkan koreksi dan informasi tambahan untuk kesalahan yang ditemukan dalam dokumen asli. + +::: + + + +## 2.5 Adjung {#Sec2_5} + +Selain formatif, bagian kata lain dalam bahasa Ithkuil Baru adalah **adjung**. Adjung dinamakan demikian karena berfungsi bersama (*in conjunction* dalam bahasa Inggris) dengan formatif yang berdekatan untuk memberikan informasi gramatikal tambahan tentang formatif tersebut, agak mirip dengan kata kerja bantu dalam bahasa Inggris (misal, “may, will, would, do, have”) atau seperti penentu kata benda (misal, “the, this, those”). Adjung dibentuk dari satu atau lebih imbuhan konsonan dan/atau vokal, yang digabungkan secara aglutinatif. Ada beberapa jenis adjung yang berbeda, yang dijelaskan secara rinci dalam [Bab 8](08). + +## 2.6 Referensial {#Sec2_6} + +Referensial adalah kata-kata yang berfungsi mirip dengan kata ganti dalam bahasa alami, mengidentifikasi referen personal yang terkait dengan formatif. Namun, struktur dan cara kerja referensial lebih kompleks dan dinamis daripada kata ganti dalam bahasa alami. Referensial akan dibahas dalam [Bab 9](09). + +## 2.7 A Morfologi yang Memisahkan Diri Sendiri {#Sec2_7} + +Bahasa ini menggunakan sistem aksen nada sebagai cara untuk menguraikan batas kata. Rincian sistem aksen nada ini diberikan di bawah ini: + +1. Semua suku kata yang tidak berpenekanan dalam sebuah kata sebelum suku kata yang berpenekanan memiliki nada netral (nada TENGAH). Dimulai dari suku kata yang berpenekanan, sisa kata tersebut harus memiliki satu kontur nada selain TENGAH, seperti yang dijelaskan dalam Aturan 2 di bawah ini. + +2. Dimulai dari suku kata yang diberi penekanan, sebuah kata dapat memiliki salah SATU kontur nada berikut sesuai dengan pilihan penutur: MENURUN, TINGGI, NAIK-MENURUN, MENURUN-NAIK. Kontur nada tambahan dapat digunakan dalam keadaan berikut: + + * Jika kalimat tersebut mengandung Ilokusi VERIFIKATIF (setara dengan pertanyaan ya/tidak), penutur dapat secara opsional menggunakan nada NAIK pada kata terakhir dari klausa interogatif. + * Untuk klausa dengan Register selain NARATIF, kata pertama dan terakhir dari klausa register dapat secara opsional ditandai dengan nada RENDAH (dalam hal ini tidak perlu menggunakan adjung register akhir). + +Secara umum, pilihan nada suara dapat disesuaikan dengan apa yang secara alami nyaman digunakan oleh penutur dalam bahasa ibu mereka sendiri, dengan tetap memperhatikan aturan-aturan ini. + +1. Setelah nada dipilih untuk suku kata yang diberi penekanan, nada tersebut harus diucapkan secara terus menerus hingga akhir kata tanpa perubahan ke kontur yang berbeda (yaitu, setiap kata hanya akan memiliki satu kontur nada selain TENGAH). + +2. Jika suatu kata memiliki penekanan di awal kata (yaitu, tidak dimulai dengan nada TENGAH netral) atau bersuku kata tunggal, dan tidak berada di awal kelompok napas, maka kata tersebut harus memiliki nada yang nada awalnya berbeda dari nada akhir kata sebelumnya, sehingga dua nada yang identik tidak berdampingan di batas antara dua kata. Dalam praktiknya, ini berarti aturan berikut berlaku antara dua kata yang berdekatan dalam kelompok napas yang sama (yaitu, tidak dipisahkan satu sama lain oleh jeda dalam ucapan), di mana kata kedua memiliki penekanan di awal kata atau bersuku kata tunggal: + + * Jika didahului oleh kata dengan nada MENURUN, NAIK-MENURUN, atau RENDAH, kata bersuku kata tunggal atau kata dengan penekanan di awal kata harus memiliki nada MENURUN, MENURUN-NAIK, atau TINGGI. + * Jika didahului oleh kata dengan nada TINGGI, NAIK, atau MENURUN-NAIK, kata bersuku kata tunggal atau kata dengan penekanan di awal kata harus memiliki nada NAIK, NAIK-MENURUN, atau RENDAH. + +3. Dalam situasi yang tidak biasa (misal, menyanyikan lagu) ketika aksen nada tidak tersedia atau tidak diinginkan sebagai cara untuk menguraikan batas kata dan penempatan jeda antar kata tidak realistis, maka **adjung pengurai** khusus berbentuk **’V’** dapat ditempatkan sebelum kata apa pun yang akan diuraikan, di mana **’V’** mewakili satu vokal di antara dua hentian glotal, vokal tertentu menunjukkan penekanan suku kata dari kata berikutnya, sebagai berikut: + + * **ʼaʼ** menunjukkan bahwa kata berikutnya adalah kata bersuku kata tunggal + * **ʼeʼ** menunjukkan bahwa kata berikutnya memiliki penekanan ultima + * **ʼoʼ** menunjukkan bahwa kata berikutnya memiliki penekanan penultima + * **ʼuʼ** menunjukkan bahwa kata berikutnya memiliki penekanan antepenultima + +Lihat [Bagian 11.8](11#Sec11_8) mengenai cara menunjukkan sambungan antar kalimat. \ No newline at end of file diff --git a/src/id/docs/03.md b/src/id/docs/03.md new file mode 100644 index 00000000..7d78efdf --- /dev/null +++ b/src/id/docs/03.md @@ -0,0 +1,1648 @@ +--- +title: 03 Morfologi Dasar +--- +## 3.0 Morfologi Dasar {#Sec3} + +Dalam bab ini, kita akan membahas kategori-kategori morfologis yang wajib ada pada suatu formatif dan berlaku untuk bentuk nomina maupun verba. Dengan kata lain, slot morfologis dari [Bagian 2.3](02#Sec2_3) di atas pada suatu nomina atau verba yang secara gramatikal wajib diungkapkan dengan imbuhan terinfleksi, bukan opsional. Kategori spesifik yang akan kita bahas adalah **Konfigurasi**, **Afiliasi**, **Perspektif**, **Ekstensi**, **Esensi**, **Versi**, **Fungsi**, dan **Konteks**. + + + +## 3.1 Konfigurasi {#Sec3_1} + +::: warning Catatan Terjemahan + +Berbagai permisalan berbahasa Inggris atau padanan dalam bahasa Inggris dari berbagai kategori morfologis yang ada di dokumentasi asli tidak akan diterjemahkan, namun teks yang berbahasa Inggris tersebut akan diberi tanda kutip dan kemudian diikuti oleh terjemahan berbahasa Indonesia yang diletakkan di dalam tanda kurung, serta pencetakan tebal akan dipindahkan ke teks berbahasa Indonesia. Pengecualian berlaku untuk teks berbahasa Inggris yang diulang di bagian lain, di mana teks tersebut tidak akan diubah dan diberi terjemahan berbahasa Indonesia. + +::: + +Untuk memahami konsep relasi himpunan dan kuantifikasi nomina dalam bahasa Ithkuil Baru (yaitu, apa yang disebut bahasa lain sebagai *tunggal*, *jamak*, dll.), seseorang harus menganalisis tiga kategori gramatikal yang terpisah tapi saling terkait yang disebut **Konfigurasi**, **Afiliasi**, dan **Perspektif**. Konsep-konsep ini asing bagi bahasa lain. Meskipun berkaitan dengan perbedaan semantik yang bersifat kuantitatif, perbedaan ini biasanya dibuat pada tingkat leksikal (yaitu, melalui pilihan kata) dalam bahasa lain, bukan pada tingkat morfologis seperti dalam bahasa Ithkuil Baru. Pada bagian ini kita akan membahas terlebih dahulu Konfigurasi, diikuti oleh Afiliasi di [Bagian 3.2](#Sec3_2) dan Perspektif di [Bagian 3.2](#Sec3_3). + +Secara spesifik, Konfigurasi membahas kemiripan fisik atau hubungan antara anggota dari suatu rujukan kata benda dalam kelompok, koleksi, himpunan, macam-macam, susunan, atau gestalt kontekstual, sebagaimana digambarkan oleh komposisi internal, keterpisahan, keteraturan, kemiripan fisik, atau struktur komponen. Hal ini paling baik dijelaskan dan diilustrasikan melalui analogi dengan beberapa kelompok kata dalam bahasa Inggris. + +Perhatikan kata bahasa Inggris tree (pohon). Dalam bahasa Inggris, satu pohon dapat berdiri sendiri di luar konteks, atau dapat menjadi bagian dari sekelompok pohon. Sekelompok pohon tersebut mungkin hanya terdiri dari dua pohon atau lebih yang dianggap sebagai kategori jamak berdasarkan jumlah semata, misal, dua, tiga, atau dua puluh pohon. Namun, sudah menjadi sifat pohon untuk ada dalam pengelompokan yang lebih relevan secara kontekstual daripada sekadar pengelompokan numerik. Misalnya, pohon-pohon tersebut mungkin berasal dari spesies yang sama seperti dalam grove (hutan kecil). Pengelompokan tersebut mungkin berupa beragam jenis pohon seperti dalam forest (hutan) atau terjadi dalam susunan berantakan tanpa pola seperti jungle (rimba). + +Sebagai contoh lain, kita dapat meneliti kata bahasa Inggris person (orang). Meskipun kata person dapat muncul dalam pengelompokan numerik sederhana seperti a (single) person (seseorang) atau three persons (tiga orang), lebih umum menemukan kata persons (orang-orang) yang merujuk pada berbagai pengelompokan seperti group (kelompok), gathering (perkumpulan), crowd (kerumunan), dsb. + +Segmentasi dan struktur komponen gabungan adalah prinsip konfiguratif lebih lanjut yang membedakan kata-kata terkait dalam bahasa Inggris. Hubungan antara carmobil) versus convoykonvoi), hangergantungan) versus rackrak), chess piecebidak catur) versus chess setset catur), sentrypenjaga) versus blockadeblokade), piece of paperselembar kertas) versus sheafberkas), girderbalok) versus (structural) frameworkkerangka struktural), dan coinkoin) versus roll of coinsgulungan koin) semuanya mencontohkan prinsip-prinsip ini. + +Jenis pengelompokan kata benda berdasarkan konteks lainnya terjadi dalam himpunan biner, khususnya berkaitan dengan bagian tubuh. Himpunan biner ini dapat terdiri dari dua referen yang identik seperti *sepasang mata*, namun lebih sering berupa himpunan yang berlawanan atau “cermin” (yaitu, komplementer) seperti *anggota tubuh*, *telinga*, *tangan*, *sayap*, dsb. + +Perbedaan semantik yang tersirat dalam contoh-contoh di atas yang berkaitan dengan berbagai macam pohon atau orang akan dicapai dengan menginfleksikan akar kata untuk tree atau person menjadi salah satu dari dua puluh konfigurasi yang berbeda. Perbedaan semantik tambahan berdasarkan tujuan atau fungsi antara anggota individu dari suatu himpunan kemudian dapat dibuat melalui Afiliasi (lihat [Bagian 3.2](#Sec3_2) di bawah) dan dengan penggunaan imbuhan tertentu. Misalnya, setelah kata untuk ‘forest’ atau ‘crowd’ diturunkan dari tree dan person melalui Konfigurasi, kata untuk orchard (kebun buah), copse (semak belukar), team (tim) atau mob (gerombolan) dapat dengan mudah diturunkan melalui afiliasi dan imbuhan. (Penurunan tersebut menjadi kata-kata baru menggunakan imbuhan dieksplorasi secara rinci dalam [Bab 7: Imbuhan](07).) + +Kategori Konfigurasi terdiri dari gabungan tiga faktor terpisah: **Pleksitas**, **Keserupaan**, dan **Keterpisahan**. + +* **Pleksitas** adalah pembedaan tiga arah mengenai apakah suatu entitas/peristiwa/tindakan/keadaan bersifat tunggal atau terpadu secara internal, bersifat biner atau terbagi dua, atau memiliki tiga atau lebih komponen/bagian/anggota. Ketiga keadaan Pleksitas ini disebut **UNIPLEKS**, **DUPLEKS**, dan **MULTIPLEKS** (disingkat sebagai U, D, dan M). + +* **Keserupaan** adalah pembedaan tiga arah mengenai apakah sekelompok entitas yang dianggap sebagai satu kesatuan memiliki anggota individu yang secara fisik serupa satu sama lain, secara fisik berbeda satu sama lain, atau yang bersama-sama membentuk kategori “kabur” dalam hal keserupaan (di mana tingkat keserupaan antara anggota individu bersifat subjektif, tidak dapat dipastikan, tidak relevan, atau tidak mudah didefinisikan). Ketiga keadaan Keserupaan ini disebut **SERUPA**, **BERBEDA**, dan **KABUR** (disingkat S, D, dan F sebagai huruf kedua setelah huruf singkatan Pleksitas). Perhatikan bahwa Keserupaan tidak berlaku untuk entitas/peristiwa/tindakan/keadaan UNIPLEKS. + +* **Keterpisahan** adalah pembedaan tiga arah mengenai apakah suatu kelompok entitas, jika dilihat secara keseluruhan, memiliki anggota individu yang secara fisik terpisah satu sama lain, terhubung satu sama lain dengan cara tertentu (baik secara fisik, abstrak, atau metaforis), atau menyatu (baik secara fisik, abstrak, atau metaforis). Ketiga keadaan Keterpisahan ini disebut **TERPISAH**, **TERHUBUNG**, dan **MENYATU** (disingkat sebagai S, C, dan F sebagai huruf ketiga setelah huruf singkatan Pleksitas dan Keserupaan). Perlu dicatat bahwa Keterpisahan tidak berlaku untuk entitas/peristiwa/tindakan/keadaan UNIPLEKS. + +Berdasarkan uraian di atas, terdapat total dua puluh konfigurasi, yang ditunjukkan melalui imbuhan konsonan `Ca` di Slot VI dari formatif. Perhatikan bahwa selain menunjukkan Konfigurasi, imbuhan `Ca` ini juga menunjukkan Afiliasi, Perspektif, Ekstensi, dan Esensi dari akar kata. Dua puluh konfigurasi tersebut ditunjukkan di bawah ini, masing-masing dengan imbuhan konsonannya yang muncul di Slot VI dari formatif: + +::: tabs + +@tab UNIPLEKS dan MULTIPLEKS + +
+
*
+
UPX
+
Unipleks
+
+
+
t
+
MSS
+
Multipleks/Serupa/Terpisah
+
+
+
k
+
MSC
+
Multipleks/Serupa/Terhubung
+
+
+
p
+
MSF
+
Multipleks/Serupa/Menyatu
+
+
+
ţ
+
MDS
+
Multipleks/Berbeda/Terpisah
+
+
+
f
+
MDC
+
Multipleks/Berbeda/Terhubung
+
+
+
ç
+
MDF
+
Multipleks/Berbeda/Menyatu
+
+
+
z
+
MFS
+
Multipleks/Kabur/Terpisah
+
+
+
ž
+
MFC
+
Multipleks/Kabur/Terhubung
+
+
+
+
MFF
+
Multipleks/Kabur/Menyatu
+
+ +@tab DUPLEKS + +
+
s
+
DPX
+
Dupleks
+
+
+
c
+
DSS
+
Dupleks/Serupa/Terpisah
+
+
+
ks
+
DSC
+
Dupleks/Serupa/Terhubung
+
+
+
ps
+
DSF
+
Dupleks/Serupa/Menyatu
+
+
+
ţs
+
DDS
+
Dupleks/Berbeda/Terpisah
+
+
+
fs
+
DDC
+
Dupleks/Berbeda/Terhubung
+
+
+
š
+
DDF
+
Dupleks/Berbeda/Menyatu
+
+
+
č
+
DFS
+
Dupleks/Kabur/Terpisah
+
+
+
+
DFC
+
Dupleks/Kabur/Terhubung
+
+
+
+
DFF
+
Dupleks/Kabur/Menyatu
+
+ +::: + +\* UNIPLEKS ditunjukkan dengan tidak adanya imbuhan Konfigurasi; jika kelima imbuhan `Ca` memiliki nilai nol/bawaan, maka bentuk `Ca` adalah -l-. + +Perhatikan bahwa sebuah formatif dalam Konfigurasi DPX saja menunjukkan bahwa itu adalah sebuah pasangan, tanpa secara eksplisit menentukan kesamaan atau keterpisahan antara kedua entitas anggota pasangan tersebut. + +Contoh Berbagai Konfigurasi: + +::: warning Catatan Terjemahan + +Preferensi glos yang akan terus digunakan adalah + +
+
[teks bahasa Ithkuil Baru]
+
[gloss asli]
+
STATUS PENGGABUNGAN-Batang-“[terjemahan akar]”
+
+
[terjemahan asli bahasa Inggris dengan keterangan tambahan dipindahkan dan diterjemahkan ke terjemahan bahasa Indonesia]
+
[terjemahan bahasa Indonesia]
+ +Kecuali jika terjemahan akar telah disebutkan sebelumnya seperti contoh di bawah ini: + +::: + +::: tabs + +@tab Cat (Kucing) + +
+
rrala
+
“cat”-UPX
+
+
a cat
+
seekor kucing
+ +
+
rrasa
+
“cat”-DPX
+
+
a pair of cats
+
sepasang kucing
+ +
+
rraca
+
“cat”-DSS
+
+
a pair of similar cats
+
sepasang kucing serupa
+ +
+
rraţsa
+
“cat”-DDS
+
+
a pair of dissimilar cats
+
sepasang kucing berbeda
+ +
+
rrata
+
“cat”-MSS
+
+
a group of similar cats
+
sekelompok kucing serupa
+ +
+
rraţa
+
“cat”-MDS
+
+
a group of dissimilar cats
+
sekelompok kucing berbeda
+ +
+
rraza
+
“cat”-MFS
+
+
a group of what appear to be cats, some more than others
+
sekelompok hewan yang tampaknya adalah kucing, beberapa di antaranya lebih mirip kucing daripada yang lain
+ +@tab Spherical shape (Bentuk bola) + +
+
anzwil
+
“spherical.shape”-OBJ-UPX
+
+
a sphere
+
sebuah bola
+ +
+
anzwit
+
“spherical.shape”-OBJ-MSS
+
+
a group of similar spheres
+
sekelompok bola serupa
+ +
+
anzwik
+
“spherical.shape”-OBJ-MSC
+
+
a group of similar spheres touching each other/connected to one another
+
sekelompok bola serupa yang saling bersentuhan/terhubung satu sama lain
+ +
+
anzwip
+
“spherical.shape”-OBJ-MSF
+
+
a group of similar spheres fused together
+
sekelompok bola serupa yang menyatu
+ +
+
anzwif
+
“spherical.shape”-OBJ-MDC
+
+
a group of dissimilar spheres touching each other/connected to one another
+
sekelompok bola berbeda yang saling bersentuhan/terhubung satu sama lain
+ +
+
anzwiç
+
“spherical.shape”-OBJ-MDF
+
+
a group of dissimilar spheres fused together
+
sekelompok bola berbeda yang menyatu
+ +
+
anzwiž
+
“spherical.shape”-OBJ-MFC
+
+
a group of rounded objects touching each other/connected to one another, some of which appear to be spheres, others less so
+
sekelompok objek bulat yang saling bersentuhan/terhubung satu sama lain, beberapa di antaranya tampak seperti bola, yang lainnya kurang begitu
+ +@tab Motion (Gerakan) + +
+
Blöfêi
+
“curved.translative.motion”-DYN/OBJ-MDC-ASR/USP
+
“gerak.berpindah.berbelok”
+
+
+
onţlilu
+
Stem.0-“automobile”-STA/OBJ-IND
+
Batang.0-“mobil”
+
+
The driver drove the car along a series of variously-sized curves.
+
Si pengemudi mengemudikan mobil melewati serangkaian tikungan dengan ukuran yang berbeda-beda.
+ +::: + +## 3.2 Afiliasi {#Sec3_2} + +Sementara kategori Konfigurasi dari bagian sebelumnya membedakan hubungan antara anggota individu suatu himpunan berdasarkan keserupaan fisik, keterhubungan fisik, dan jumlah entitas komponen, kategori Afiliasi berfungsi untuk membedakan hubungan antar anggota berdasarkan tujuan, fungsi, atau manfaat subjektif. Afiliasi beroperasi secara sinergis bersama dengan Konfigurasi untuk menggambarkan keseluruhan hubungan kontekstual antara anggota suatu himpunan. Seperti Konfigurasi, makna kata benda atau kata kerja dalam berbagai afiliasi seringkali melibatkan perubahan leksikal ketika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. + +Kembali ke contoh kita sebelumnya tentang kata treepohon), kita melihat bagaimana sekelompok pohon dari spesies yang sama menjadi sebuah hutan kecil dalam konfigurasi MSC. Kata grovehutan kecil) menyiratkan bahwa pohon-pohon tersebut tumbuh secara alami, tanpa tujuan atau fungsi khusus terkait dengan desain atau pemanfaatan manusia. Di sisi lain, hutan kecil dapat ditanam dengan sengaja, dalam hal ini menjadi an orchardkebun buah). Kita telah melihat bagaimana pepohonan yang tumbuh secara alami sebagai kumpulan berbagai jenis disebut a foresthutan). Namun, kumpulan seperti itu dapat menjadi sangat kacau, menampilkan susunan berantakan tanpa pola dari sudut pandang desain manusia yang subjektif, sehingga menjadi a junglerimba). + +Sebagai contoh lain, kita melihat bagaimana kata personorang) menjadi groupkelompok), atau gatheringperkumpulan), yang keduanya netral dalam hal tujuan atau fungsi subjektif. Namun, menerapkan tujuan tertentu menghasilkan kata-kata seperti teamtim), sedangkan ketiadaan tujuan menghasilkan crowdkerumunan). + +Terdapat empat afiliasi: **KONSOLIDATIF**, **ASOSIATIF**, **KOALESEN**, dan **VARIATIF**. Seperti Konfigurasi, Afiliasi juga ditunjukkan sebagai bagian dari kompleks imbuhan `Ca` di Slot VI dari formatif. Imbuhan Afiliasi adalah imbuhan pertama yang ditunjukkan dalam kompleks imbuhan `Ca` di Slot VI, tepat sebelum imbuhan Konfigurasi. Rincian keempat afiliasi tersebut dijelaskan di bawah ini beserta imbuhannya. + +### 3.2.1 CSL Konsolidatif {#Sec3_2_1} + +Afiliasi **KONSOLIDATIF** ditunjukkan oleh imbuhan kosong, yaitu, tidak adanya imbuhan Afiliasi di slot VI yang menunjukkan afiliasi **KONSOLIDATIF**. Afiliasi ini menunjukkan bahwa anggota individu dari suatu himpunan konfigurasi adalah himpunan yang terjadi secara alami di mana fungsi, keadaan, tujuan, atau manfaat anggota individu tidak berlaku, tidak relevan, atau jika berlaku, bersifat bersama. Ini berbeda dari afiliasi **ASOSIATIF** di bawah ini karena peran anggota himpunan individu tidak didefinisikan secara subyektif oleh desain manusia. Contohnya antara lain *ranting pohon*, *hutan kecil*, *gundukan batu*, *beberapa orang*, *awan-awan*. + +**KONSOLIDATIF** juga merupakan afiliasi yang biasanya diterapkan pada kata benda dalam konfigurasi UNIPLEKS ketika dibicarakan secara netral, karena kata benda dalam UNIPLEKS menentukan satu entitas tunggal tanpa merujuk pada suatu himpunan, oleh karena itu konsep fungsi “bersama” tidak akan berlaku. Contoh: *seorang pria*, *sebuah pintu*, *sensasi panas*, *sehelai daun*. Dengan kata kerja, **KONSOLIDATIF** akan menyiratkan bahwa tindakan, keadaan, atau peristiwa tersebut terjadi secara alami, atau netral dalam hal tujuan atau rancangan. + +
+
+
čväţa
+
+
a bunch of tools
+
sejumlah alat
+
+
arsweţ
+
+
a group of planets
+
sekelompok planet
+
+
zvata
+
+
a set/group of similar dogs
+
sekumpulan/kelompok anjing serupa
+
+
sřala
+
+
a room
+
sebuah ruangan
+
+ +### 3.2.2 ASO Asosiatif {#Sec3_2_2} + +Afiliasi **ASOSIATIF** ditunjukkan oleh imbuhan awal Slot VI -**l**-, yang segera diikuti oleh imbuhan Konfigurasi. Perhatikan bahwa jika imbuhan ini adalah satu-satunya imbuhan yang ditunjukkan dalam seluruh kompleks imbuhan Slot VI `Ca`, maka imbuhan tersebut ditunjukkan oleh imbuhan tunggal -**nļ**-. Afiliasi **ASOSIATIF** menunjukkan bahwa anggota individu dari suatu himpunan konfigurasi berbagi fungsi, keadaan, tujuan, atau manfaat subjektif yang sama. Penggunaannya dapat diilustrasikan dengan mengambil kata untuk “tentara” dalam konfigurasi MULTIPLEKS dan membandingkan terjemahannya ketika diinfleksikan untuk afiliasi **KONSOLIDATIF** (= *sekelompok tentara*) versus **ASOSIATIF** (= *pasukan, peleton*). Oleh karena itu, perbedaan **KONSOLIDATIF** versus **ASOSIATIF** inilah yang membedakan infleksi yang sebenarnya setara untuk kata tree dengan menerjemahkannya masing-masing sebagai grove versus an orchard. + +Afiliasi **ASOSIATIF** juga dapat digunakan dengan kata benda dalam konfigurasi **UNIPLEKS** untuk menandakan rasa kesatuan di antara karakteristik, tujuan, pemikiran, dan lain-lain. Misalnya, kata person yang diinfleksikan untuk **UNIPLEKS** dan **ASOSIATIF** akan diterjemahkan sebagai a single-minded person (orang yang tulus). Bahkan kata benda seperti *batu*, *pohon*, atau *karya seni* dapat diinfleksikan dengan cara ini, yang secara subjektif dapat diterjemahkan sebagai *batu yang terbentuk dengan baik*, *pohon yang kokoh*, *karya seni yang “seimbang”*. + +Dengan kata kerja, **ASOSIATIF** menandakan bahwa tindakan, keadaan, atau peristiwa tersebut direncanakan atau memiliki tujuan tertentu. Perbedaan **KONSOLIDATIF** dan **ASOSIATIF** dapat digunakan, misalnya, pada kata kerja *berbalik* dalam Saya berbalik ke arah jendela untuk menunjukkan apakah itu tanpa alasan khusus atau karena keinginan untuk melihat ke luar. + +
+
+
čvälţa
+
+
a well-designed set of tools
+
seperangkat alat yang dirancang dengan baik
+
+
arswelţ
+
+
an alliance of planets
+
sebuah aliansi planet
+
+
zvalta
+
+
a pack of similar dogs
+
kawanan anjing serupa
+
+
sřanļa
+
+
the room with singular purpose
+
ruangan dengan tujuan tunggal
+
+ +### 3.2.3 COA Koalesen {#Sec3_2_3} + +Afiliasi **KOALESEN** ditunjukkan oleh imbuhan awal Slot VI -**r**-, yang segera diikuti oleh imbuhan Konfigurasi. Perhatikan bahwa jika imbuhan ini adalah satu-satunya imbuhan yang ditunjukkan dalam seluruh kompleks imbuhan Slot VI `Ca`, maka imbuhan tersebut ditunjukkan oleh imbuhan tunggal -**rļ**-. Afiliasi **KOALESEN** menunjukkan bahwa anggota dari suatu himpunan konfigurasi memiliki hubungan komplementer sehubungan dengan fungsi, keadaan, tujuan, manfaat, dll. Ini berarti bahwa, meskipun fungsi setiap anggota berbeda dari anggota lainnya, masing-masing berfungsi untuk memajukan peran terpadu yang lebih besar. + +Misalnya, kata yang menerjemahkan toolsetseperangkat alat) dalam bahasa Inggris adalah kata untuk toolalat) dalam konfigurasi MDS (**MULTIPLEKS-BERBEDA-TERPISAH**) (karena penampilan fisik setiap alat berbeda) dan afiliasi **KOALESEN** untuk menunjukkan bahwa setiap alat memiliki fungsi yang berbeda tetapi saling melengkapi dalam mendukung kegiatan konstruksi atau perbaikan. Contoh lainnya adalah kata untuk *jari* yang diinfleksikan untuk konfigurasi MSC (**MULTIPLEKS-SERUPA-TERHUBUNG**) dan afiliasi **KOALESEN**, yang dapat diterjemahkan sebagai *jari-jari di tangan seseorang* (perhatikan penggunaan konfigurasi MSC untuk menyiratkan hubungan fisik antara setiap jari melalui tangan). Contoh selanjutnya adalah menggunakan **KOALESEN** dengan kata untuk *(sepotong) makanan* untuk menandakan *makanan yang seimbang*. + +**KOALESEN** secara alami paling sering muncul bersamaan dengan konfigurasi DUPLEKS karena himpunan biner cenderung saling melengkapi. Konfigurasi ini digunakan, misalnya, untuk menandakan himpunan biner simetris seperti bagian tubuh, umumnya menunjukkan perbedaan bayangan cermin kiri/kanan, misal, *telinga seseorang*, *tangan seseorang*, *sepasang sayap*. Pasangan yang biasanya tidak membedakan perbedaan komplementer tersebut (misalnya, *mata seseorang*) tetap dapat ditempatkan dalam konfigurasi **KOALESEN** untuk menekankan simetri bilateral (misal, *mata kiri dan kanan seseorang berfungsi bersama*). + +Dengan kata kerja, **KOALESEN** menandakan sifat terkait dan sinergis dari tindakan, keadaan, dan peristiwa komponen yang membentuk tindakan, keadaan, atau peristiwa holistik yang lebih besar. Ini memberikan struktur situasional pada suatu tindakan, keadaan, atau peristiwa, di mana keadaan individu bekerja bersama secara komplementer untuk membentuk situasi total. Ini akan digunakan, misalnya, untuk membedakan kalimat Dia bepergian di Yukon dari Dia mengadu nasib di Yukon, atau Saya membuat rencana versus Saya merancang sebuah rencana. + +
+
+
čvärţa
+
+
a toolset
+
sebuah seperangkat alat
+
+
arswerţ
+
+
a confederation of planets
+
sebuah konfederasi planet
+
+
zvarta
+
+
a dog team
+
sebuah tim anjing
+
+
sřarļa
+
+
a room whose purposes are interrelated
+
sebuah ruangan yang tujuannya saling terkait
+
+ +### 3.2.4 VAR Variatif {#Sec3_2_4} + +Afiliasi **VARIATIF** ditunjukkan oleh imbuhan awal Slot VI -**ř**-, yang segera diikuti oleh imbuhan Konfigurasi. Perhatikan bahwa jika imbuhan ini adalah satu-satunya imbuhan yang ditunjukkan dalam seluruh kompleks imbuhan Slot VI `Ca`, maka imbuhan tersebut ditunjukkan oleh imbuhan tunggal -**ň**-. Afiliasi **VARIATIF** menunjukkan bahwa anggota individu dari suatu himpunan konfigurasi berbeda dalam hal fungsi, keadaan, tujuan, atau manfaat subjektif. Perbedaan di antara anggota dapat bervariasi derajatnya (yaitu, membentuk himpunan kabur dalam hal fungsi, tujuan, dll.) atau sepenuhnya bertentangan satu sama lain, meskipun perlu dicatat bahwa **VARIATIF** tidak akan digunakan untuk menandakan perbedaan yang berlawanan tetapi saling melengkapi di antara anggota himpunan (lihat afiliasi **KOALESEN** di atas). + +Dengan demikian, kata ini akan digunakan untuk menandakan *sekumpulan alat yang berantakan*, *barang-barang sisa*, *kumpulan acak*, *kelompok yang berantakan*, *pasangan yang disfungsional*, *hiruk-pikuk nada*, *sekumpulan buku yang berantakan*, *koleksi yang tidak teratur*. Kata ini beroperasi dengan kata benda dalam UNIPLEKS untuk menghasilkan makna seperti *seorang pria yang berselisih dengan dirinya sendiri*, *batu yang bentuknya tidak sempurna*, *karya seni yang kacau*, *situasi “tangan kiri-tangan kanan”*. + +Dengan kata kerja, **VARIATIF** menunjukkan suatu tindakan, keadaan, atau peristiwa yang terjadi karena lebih dari satu alasan atau tujuan, dan bahwa alasan atau tujuan tersebut kurang lebih tidak terkait. Makna ini mungkin hanya dapat ditangkap dalam bahasa Inggris melalui parafrase, seperti dalam She bought the house for various reasons (dia membeli rumah itu karena berbagai alasan) atau My being at the party served several purposes (kehadiran saya di pesta itu memiliki beberapa tujuan). Dengan konfigurasi selain UNIPLEKS, penggunaan afiliasi **VARIATIF** dapat menggambarkan fenomena yang cukup kompleks; misalnya, kalimat yang menggunakan konfigurasi MSS seperti Lampu itu berkedip bersamaan dengan **VARIATIF** akan berarti bahwa setiap kedipan lampu menandakan sesuatu yang berbeda dari kedipan sebelumnya atau sesudahnya. + +
+
+
čväřţa
+
+
a mishmash of various tools
+
sebuah campuran berbagai macam alat
+
+
arsweřţ
+
+
a disorganized group of planets
+
sekelompok planet yang tidak terorganisir
+
+
zvařta
+
+
a rag-tag group of dogs
+
sekelompok anjing yang berantakan
+
+
sřaňa
+
+
a room with disparate purposes
+
sebuah ruangan dengan berbagai tujuan
+
+ +## 3.3 Perspektif {#Sec3_3} + +Perspektif adalah padanan bahasa Ithkuil Baru terdekat dengan kategori Bilangan pada sebagian besar bahasa alami (yaitu, tunggal, jamak, kolektif, dll.). Terdapat empat perspektif: **TUNGGAL**, **AGGLOMERATIF**, **NOMIK**, dan **ABSTRAK**, yang masing-masing ditunjukkan oleh imbuhan Slot VI \[kosong\] (dengan alternatif tunggal -**l**), -**r**-, -**w**- (dengan alternatif tunggal -**v**), dan -**y**- (dengan alternatif tunggal -**j**-). Imbuhan Perspektif berada di urutan terakhir dalam rangkaian imbuhan yang terdapat dalam kompleks imbuhan Slot VI `Ca`. Keempat perspektif tersebut dijelaskan di bawah ini: + +### 3.3.1 M Tunggal {#Sec3_3_1} + +**TUNGGAL** (MONADIC dalam bahasa Inggris) tidak ditandai dalam hal imbuhan (yaitu, imbuhan kosong), kecuali jika itu adalah satu-satunya imbuhan dalam kompleks imbuhan Slot VI `Ca`, dalam hal ini imbuhannya adalah -**l**-. Ini menandakan perwujudan tunggal dari konfigurasi tertentu, yang berarti entitas kontekstual yang, meskipun mungkin banyak anggotanya atau beragam strukturnya, atau tersebar selama jangka waktu tertentu, tetap dipandang dan dianggap secara kontekstual sebagai “monad,” satu kesatuan yang tunggal dan terpadu. Ini penting, karena konfigurasi selain UNIPLEKS secara teknis menyiratkan lebih dari satu entitas/contoh diskrit yang hadir atau terjadi. Untuk kata benda, ini sesuai dengan apa yang dalam bahasa-bahasa Barat biasanya adalah bilangan tunggal. Untuk kata kerja, ini dapat dianggap sebagai satu contoh/kejadian/manifestasi dari suatu tindakan, peristiwa, atau keadaan. + +Jadi, menggunakan kata “pohon” sebagai contoh, meskipun mungkin ada banyak pohon dalam hal jumlah, **TUNGGAL** berarti pohon-pohon tersebut hanya membentuk satu perwujudan dari kategori Konfigurasi tertentu yang dimanifestasikan. Menggunakan konfigurasi MDC sebagai contoh, **TUNGGAL** berarti hanya ada satu himpunan pohon MDC, yaitu, *satu hutan*. + +::: info Padanan Singulatif + +Dalam bahasa alami, kata benda dibedakan antara kata benda yang dapat dihitung dan dijamakkan (misalnya, *satu apel*, *empat anak laki-laki*, *beberapa negara*), dan kata benda yang tidak dapat dihitung atau dijamakkan (misalnya, *air*, *pasir*, *plastik*, *udara*, *tawa*). Semua kata benda dapat dihitung dalam bahasa Ithkuil Baru karena semua kata benda dapat ada sebagai monad kontekstual. Akibatnya, kata benda **TUNGGAL** dalam bahasa Ithkuil Baru yang merujuk pada apa yang merupakan kata benda tak terhitung dalam bahasa lain (atau kata benda “kolektif” seperti daun atau rambut) harus diterjemahkan ke dalam apa yang oleh para ahli bahasa disebut mode “singulatif”, yang merujuk pada manifestasi tunggal terkecil yang menonjol dari entitas yang dimaksud, misal, setetes air, setitik debu, sehelai rambut, sehelai daun, embusan udara, satu langkah (saat berjalan), dll., sedangkan cara yang lebih umum di mana bahasa Inggris dan bahasa lain mengekspresikan manifestasi kata benda tak terhitung sebagai jumlah yang samar-samar diekspresikan dalam bahasa Ithkuil Baru dengan perspektif **AGLOMERATIF** dalam [Bagian 3.3.2](#Sec3_3_2) di bawah ini, misal, sedikit air, sedikit debu, rambut (seseorang), beberapa daun, udara (di sini). + +::: + +
+
+
avsal
+
+
a season
+
sebuah musim
+
+
ţrala
+
+
a drop of water
+
setetes air
+
+
elzaţ
+
+
different rivers
+
sungai yang berbeda
+
+ +### 3.3.2 G Aglomeratif {#Sec3_3_2} + +**AGLOMERATIF** ditandai dengan imbuhan -**r**- sebagai imbuhan terakhir (atau satu-satunya) di Slot VI. Ini menunjukkan makna netral atau kabur dalam hal jumlah: ‘setidaknya satu X / satu atau lebih X / sejumlah X’. Ini digunakan ketika jumlah spesifik suatu entitas tidak relevan atau konteks ujaran berlaku untuk satu atau lebih dari satu entitas. Ini juga digunakan untuk membuat kata benda kumpulan dari kata benda tak terhitung, seperti yang dinyatakan pada paragraf sebelumnya, misalnya, beberapa beras / sejumlah beras, (beberapa) rambut, (beberapa / sejumlah) air, daun-daun. + +Untuk kata kerja, **AGLOMERATIF** membedakan perbedaan “tak terhitung” kabur yang sama seperti pada kata benda: ‘beberapa per-X-an terjadi/termanifestasi / ada beberapa per-X-an yang sedang berlangsung’ versus **TUNGGAL** ‘satu contoh X terjadi/termanifestasi’. + +::: note + +Bahasa Ithkuil Baru tidak memiliki Perspektif yang sesuai dengan makna jamak ‘dua atau lebih’ yang ditemukan di sebagian besar bahasa Barat. Jika diperlukan, jumlah jamak dapat disampaikan dengan Derajat 5 atau 6 dari imbuhan XX2 (lihat dokumen [Imbuhan](http://ithkuil.net/newithkuil_affixes.pdf) yang menyertainya). + +::: + +
+
+
avsar
+
+
one or more seasons / any number of seasons
+
satu atau lebih musim / sejumlah musim
+
+
ţrara
+
+
some water
+
sedikit air
+
+
elzaţra
+
+
at least one set of different rivers
+
setidaknya satu kumpulan sungai yang berbeda
+
+ +### 3.3.3 N Nomik {#Sec3_3_3} + +**NOMIK** ditandai dengan imbuhan -**w**- pada posisi akhir Slot VI, kecuali jika imbuhan tersebut adalah satu-satunya imbuhan di Slot VI, dalam hal ini imbuhannya adalah -**v**-. **NOMIK** merujuk pada entitas kolektif umum atau arketipe, yang berisi semua anggota atau percontoh dari himpunan konfiguratif di seluruh ruang dan waktu (atau dalam konteks ruang-waktu tertentu). Karena semua anggotanya dibicarakan, dan bukan anggota individu tertentu, kategori ini saling eksklusif dengan **TUNGGAL** atau **AGLOMERATIF**. Untuk kata benda, **NOMIK** kurang lebih sesuai dengan beberapa konstruksi yang digunakan untuk merujuk pada kata benda kolektif dalam bahasa Inggris, seperti yang terlihat dalam kalimat The dogis a noble beastSang anjing adalah binatang yang mulia), Clowns are what children love mostBadut adalah yang paling disukai anak-anak), There is nothing like a tree (Tidak ada yang seperti pohon). + +Dengan kata kerja, **NOMIK** menunjukkan suatu tindakan, peristiwa, atau situasi yang menggambarkan hukum alam umum, atau kondisi atau situasi yang selalu benar yang dibicarakan secara umum, tanpa merujuk pada contoh atau kejadian spesifik dari aktivitas tersebut (pada kenyataannya, semua kemungkinan contoh atau kejadian yang dirujuk). Bahasa Inggris tidak memiliki cara khusus untuk mengekspresikan pernyataan umum seperti itu, umumnya menggunakan bentuk present tense sederhana. Contoh penggunaannya adalah The sun doesn’t set on our planet (Matahari tidak terbenam di planet kita), Mr. Okotele is sickly (Tuan Okotele sakit-sakitan), In winter it snows a lot (Di musim dingin turun salju banyak), That girl sings well (Gadis itu bernyanyi dengan baik). + +
+
+
avsav
+
+
“a season” (as a generic concept)
+
sebuah musim (sebagai konsep umum)
+
+
ţrava
+
+
“water” (as a generic concept)
+
air (sebagai konsep umum)
+
+
elzaţwa
+
+
“different rivers” (as a generic concept)
+
sungai-sungai berbeda (sebagai konsep umum)
+
+ +### 3.3.4 A Abstrak {#Sec3_3_4} + +**ABSTRAK** ditandai dengan imbuhan -**y**- pada posisi akhir Slot VI, kecuali jika imbuhan tersebut adalah satu-satunya imbuhan di Slot VI, dalam hal ini imbuhannya adalah -**j**-. Mirip dengan pembentukan kata benda abstrak bahasa Inggris menggunakan akhiran seperti -hood atau -nesske--an dalam bahasa Indonesia), **ABSTRAK** mengubah kategori konfiguratif menjadi konsep abstrak yang dipertimbangkan dalam konteks non-spasial, tanpa waktu, dan tanpa angka. Meskipun hanya kata benda tertentu dalam bahasa Inggris yang dapat dibuat menjadi abstrak melalui akhiran, semua kata benda bahasa Ithkuil dalam semua kategori Konfiguratif dapat dibuat menjadi abstrak, yang terjemahannya seringkali bersifat perifrastik, misalnya, grovehutan kecil) → the idea of being a grove, or grovehoodgagasan tentang menjadi sebuah hutan kecil atau kehutan kecilan); bookbuku) → everything about books, having to do with books, involvement with bookssegala sesuatu tentang buku, berkaitan dengan buku, keterlibatan dengan buku atau kebukuan*). + +Dengan kata kerja, **ABSTRAK** digunakan dalam konstruksi verbal untuk menciptakan abstraksi temporal, di mana hubungan temporal dari tindakan, peristiwa, atau keadaan dengan masa kini tidak relevan atau tidak berlaku, mirip dengan cara bentuk infinitif atau gerund bahasa Inggris (yang digunakan sebagai pengganti frasa kata kerja) tidak menyampaikan kala tertentu dalam kalimat-kalimat berikut: + +* Singing is not his strong suitBernyanyi bukanlah keahlian utamanya); +* It makes no sense to worry about it (Tidak ada gunanya mengkhawatirkan hal itu); +* I can’t stand her pouting (Saya tidak tahan melihatnya cemberut). + +Akibatnya, **ABSTRAK** bertindak sebagai bentuk kata kerja “abadi” yang, seperti halnya infinitif dan gerund dalam bahasa Inggris, beroperasi bersamaan dengan kata kerja utama yang terpisah dalam salah satu dari tiga perspektif lainnya. **ABSTRAK** sering digunakan bersamaan dengan modus kata kerja tertentu (dan [Bagian 5.2](#Sec5_2)) serta penggunaan berbagai imbuhan “Modalitas” (lihat dokumen [Imbuhan](http://ithkuil.net/newithkuil_affixes.pdf) yang menyertainya) yang menyampaikan situasi hipotetis atau yang belum terwujud, di mana hubungan temporal dengan masa kini bersifat bebas, tidak berlaku, atau tidak dapat diketahui. + +
+
+
avsaj
+
+
everything about a season / “season-hood”
+
segala sesuatu tentang musim / kemusiman
+
+
ţraja
+
+
everything having to do with water
+
segala sesuatu berkaitan yang dengan air
+
+
elzaţya
+
+
different rivers as an idea
+
sungai-sungai berbeda sebagai sebuah gagasan
+
+ +## 3.4 Ekstensi {#Sec3_4} + +Ekstensi adalah kategori morfologis lain yang tidak memiliki padanan pasti dalam bahasa lain. Kategori ini berlaku untuk semua formatif dan menunjukkan cara kata benda atau kata kerja dipertimbangkan dalam hal jangkauan atau batasan spasial atau temporal. Dengan kata lain, Ekstensi menunjukkan “bagian” mana dari suatu entitas/tindakan/peristiwa/keadaan yang sedang dibahas atau difokuskan. Ekstensi ditunjukkan sebagai bagian dari imbuhan `Ca` pada Slot VI sebuah bentuk kata, yang juga menunjukkan Konfigurasi, Afiliasi, Perspektif, dan Esensi. Terdapat enam ekstensi: **DELIMITIF**, **PROKSIMAL**, **INSEPTIF**, **ATENUATIF**, **GRADUATIF**, dan **DEPLETIF**. + +### 3.4.1 DEL Delimitif {#Sec3_4_1} + +Ekstensi **DELIMITIF** menunjukkan bahwa sebuah kata benda dibicarakan dalam konteks keseluruhannya sebagai entitas terpisah dengan batasan ruang-waktu yang jelas, tanpa penekanan pada bagian, tepi, batas, atau manifestasi tertentu di luar konteks yang ada. Ini dapat dianggap sebagai pandangan netral atau standar, misal, *sebuah pohon*, *sebuah hutan kecil*, *seperangkat buku*, *sebuah pasukan*. Untuk mengilustrasikan contoh kontekstual, kalimat bahasa Inggris He climbed the ladder (Dia memanjat tangga) akan diterjemahkan dengan kata laddertangga) dalam **DELIMITIF** untuk menunjukkan bahwa kalimat tersebut dipertimbangkan secara keseluruhan. Dengan kata kerja, ekstensi ini menunjukkan bahwa tindakan, keadaan, atau peristiwa tersebut dipertimbangkan secara keseluruhan, dari awal hingga akhir, misalnya, She diets every winter (Dia berdiet setiap musim dingin) (yaitu, dia memulai dan menyelesaikan setiap diet). + +**DELIMITIF** dapat dianggap sebagai rentang ruang-waktu yang memiliki titik awal dan akhir yang pasti, di luar mana kata benda atau kata kerja tidak ada atau tidak terjadi. Gambar di bawah ini mengilustrasikan hubungan spasial-temporal dari sebuah konsep dalam **DELIMITIF** terhadap konteks yang ada (yaitu, “masa kini” spasial-temporal). + + + +![](./i/3-4-1.svg#dark) {.inverted} + +![](./i/3-4-1.svg#light) + +**DELIMITIF** ditunjukkan oleh imbuhan kosong, yaitu, tidak adanya imbuhan Ekstensi dalam kompleks imbuhan `Ca` yang menunjukkan ekstensi **DELIMITIF**. + +
+
+
elzal
+
+
a river
+
sebuah sungai
+
+
psulça
+
+
a situation
+
sebuah keadaan
+
+
uẓfäl
+
+
a tunnel
+
sebuah terowongan
+
+
erbräl
+
+
an explanation
+
sebuah penjelasan
+
+ +### 3.4.2 PRX Proksimal {#Sec3_4_2} + +Ekstensi **PROKSIMAL** menunjukkan bahwa sebuah kata benda dibicarakan bukan secara keseluruhan, melainkan hanya dalam hal bagian, durasi, subset, atau aspek yang relevan dengan konteks yang ada. Ini akan digunakan untuk menerjemahkan kata *pohon*, *perjalanan*, dan *tangga* dalam kalimat Pohon itu keras di sana (misal, di tempat saya memukulnya), Dia kehilangan berat badan selama perjalanannya, atau Dia memanjat tangga (yaitu, tidak relevan dengan konteks untuk mengetahui apakah dia berhasil sampai ke puncak). + +::: note + +Dalam kalimat-kalimat ini, **PROKSIMAL** tidak merujuk pada bagian, komponen, atau potongan pohon atau tangga yang spesifik atau terdefinisi, melainkan pada fakta bahwa batas-batas yang terdefinisi seperti ujung tangga atau keseluruhan pohon tidak relevan atau berlaku untuk konteks yang sedang dibahas. + +::: + +Dengan kata kerja, ekstensi ini menandakan bahwa yang dipertimbangkan bukanlah keseluruhan suatu tindakan, keadaan, atau peristiwa, melainkan cakupan spasial atau periode durasi tindakan, keadaan, atau peristiwa yang relevan dengan konteksnya, misalnya, Dia sedang diet setiap musim dingin (yaitu, fokus pada “harus menjalani” diet, bukan total waktu yang dihabiskan untuk diet dari awal hingga akhir). + +Gambar di bawah ini mengilustrasikan hubungan spasial-temporal dari sebuah konsep kata benda atau verbal dalam **PROKSIMAL** terhadap konteks yang ada (yaitu, “masa kini” spasial-temporal). + + + +![](./i/3-4-2.svg#dark) {.inverted} + +![](./i/3-4-2.svg#light) + +**PROKSIMAL** ditunjukkan oleh imbuhan -**t**-, yang ditempatkan di antara imbuhan Konfigurasi dan imbuhan Perspektif dalam kompleks imbuhan `Ca`. Namun, jika imbuhan Konfigurasi kosong (yaitu, Konfigurasi kata tersebut adalah **UNIPLEKS**), maka imbuhan **PROKSIMAL** adalah -**d**-. + +
+
+
elzad
+
+
a section/stretch of (a) river
+
sebuah bagian/bentangan dari (sebuah) sungai
+
+
psulçta
+
+
the midst of a situation
+
di tengah situasi
+
+
ujrarft
+
+
an area/section of a transportation system
+
sebuah area/bagian dari sistem transportasi
+
+
erbräd
+
+
a portion of an explanation
+
sebuah bagian dari sebuah penjelasan
+
+ +### 3.4.3 ICP Inseptif {#Sec3_4_3} + +Ekstensi **INSEPTIF** berfokus pada batas terdekat, awal, inisiasi, atau bagian kata benda atau kata kerja yang dapat diakses langsung, tanpa berfokus pada batas-batas sisanya. Ini akan digunakan dalam menerjemahkan kata benda *terowongan*, *lagu*, *gurun*, *fajar*, dan *rencana* dalam kalimat-kalimat berikut: Kami melihat ke dalam (mulut) terowongan, Dia mengenali lagu itu (yaitu, dari beberapa nada pertama), Mereka menemukan (hamparan) gurun, Mari kita tunggu fajar, Saya sedang menyusun rencana (yaitu, yang baru saja saya pikirkan). Dalam konteks verbal, ini akan sesuai dengan bahasa Inggris ‘to begin (to)…’ atau ‘to start (to)…’ (memulai untuk) seperti dalam He began reading (Dia mulai membaca), It’s starting to molt (Ia mulai berganti kulit), She goes on a diet every winter (Dia menjalani diet setiap musim dingin), atau He initiated a process of seduction (Dia memulai proses rayuan). + +Gambar di bawah ini mengilustrasikan hubungan spasial-temporal dari sebuah konsep kata benda atau verbal dalam **INSEPTIF** terhadap konteks yang ada (yaitu, “masa kini” spasial-temporal). + +![](./i/3-4-3.svg#dark) {.inverted} + +![](./i/3-4-3.svg#light) + +**INSEPTIF** ditunjukkan oleh imbuhan -**k**-, yang ditempatkan di antara imbuhan Konfigurasi dan imbuhan Perspektif dalam kompleks imbuhan `Ca`. Namun, jika imbuhan Konfigurasi kosong (yaitu, Konfigurasi kata tersebut adalah **UNIPLEKS**), maka imbuhan **INSEPTIF** adalah -**g**-. + +
+
+
elzag
+
+
the source of a river
+
sumber dari sebuah sungai
+
+
psulçka
+
+
the beginning of a situation
+
awal dari sebuah situasi
+
+
ujrarfk
+
+
the initial part of a transportation systembagian awal dari sebuah sistem transportasi
+
+
+
erbräg
+
+
the start of an explanation
+
awal dari sebuah penjelasan
+
+ +### 3.4.4 ATV Atenuatif {#Sec3_4_4} + +Ekstensi **ATENUATIF** berfokus pada akhir, penghentian, bagian terakhir, atau batas akhir suatu kata benda, tanpa berfokus pada keadaan kata benda sebelumnya. Ini akan digunakan dalam menerjemahkan kata *air*, *cerita*, dan *kedatangan* dalam kalimat Tidak ada air (yaitu, kami kehabisan air), Saya suka akhir cerita itu, dan Kami menantikan kedatanganmu. Dengan kata kerja, hal ini diilustrasikan oleh kalimat Ia selesai berganti kulit atau Dia sudah berhenti diet. + +Gambar di bawah ini mengilustrasikan hubungan spasial-temporal dari sebuah konsep kata benda atau verbal dalam **ATENUATIF** terhadap konteks yang ada (yaitu, “masa kini” spasial-temporal). + + + +![](./i/3-4-4.svg#dark) {.inverted} + +![](./i/3-4-4.svg#light) + +**ATENUATIF** ditunjukkan oleh imbuhan -**p**-, yang ditempatkan di antara imbuhan Konfigurasi dan imbuhan Perspektif dalam kompleks imbuhan `Ca`. Namun, jika imbuhan Konfigurasi kosong (yaitu, Konfigurasi kata tersebut adalah **UNIPLEKS**), maka imbuhan **ATENUATIF** adalah -**b**-. + +
+
+
elzab
+
+
the end of a river
+
akhir dari sebuah sungai
+
+
psulçpa
+
+
a situation’s end
+
sebuah akhir situasi
+
+
ujrarfpa
+
+
end of a transportation system
+
akhir dari sebuah sistem transportasi
+
+
erbräb
+
+
the end of an explanation
+
akhir dari sebuah penjelasan
+
+ +### 3.4.5 GRA Graduatif {#Sec3_4_5} + +Ekstensi **GRADUATIF** berfokus pada “memudar masuk” yang menyebar dan diperpanjang atau permulaan kata benda secara bertahap. Ini akan digunakan dalam menerjemahkan kata *kegelapan*, *keajaiban*, dan *musik* dalam kalimat-kalimat berikut: Kegelapan menyelimuti kami, Saya merasakan rasa kagum yang semakin tumbuh, Musik itu sangat lembut pada awalnya. Dengan kata kerja, hal ini diilustrasikan oleh kata kerja dan frasa seperti *memudar masuk*, *memulai secara bertahap*, *membangun*, dan gagasan serupa, misal, Dia semakin banyak makan akhir-akhir ini. + +Gambar di bawah ini mengilustrasikan hubungan spasial-temporal dari sebuah konsep kata benda atau verbal dalam **GRADUATIF** terhadap konteks yang ada (yaitu, “masa kini” spasial-temporal). + + + +![](./i/3-4-5.svg#dark) {.inverted} + +![](./i/3-4-5.svg#light) + +**GRADUATIF** ditunjukkan oleh imbuhan -**g**-, yang ditempatkan di antara imbuhan Konfigurasi dan imbuhan Perspektif dalam kompleks imbuhan `Ca`. Namun, jika imbuhan Konfigurasi kosong (yaitu, Konfigurasi kata tersebut adalah **UNIPLEKS**), maka imbuhan **GRADUATIF** adalah -**gz**-. + +
+
+
elzagz
+
+
the headwaters of a river
+
hulu sungai
+
+
psulçga
+
+
an evolving situation
+
sebuah situasi yang berkembang
+
+
ujrarfga
+
+
a developing transportation system
+
sebuah sistem transportasi yang sedang berkembang
+
+
erbrägz
+
+
a gradual explanation
+
sebuah penjelasan bertahap
+
+ +### 3.4.6 DPL Depletif {#Sec3_4_6} + +Ekstensi **DEPLETIF** adalah kebalikan dari GRADUATIF di atas, yang berfokus pada batas terminal atau ujung “terakhir” dari sebuah kata benda, di mana ujung ini tidak jelas, “menyebar” atau meluas sampai batas tertentu (yaitu, konteks kata benda “berakhir secara bertahap” atau berakhir secara perlahan). Pada dasarnya, ini berlaku untuk konteks apa pun yang melibatkan pemudaran aktual atau kiasan. Ini akan digunakan dalam menerjemahkan kata *air*, *kekuatan*, dan *senja* dalam kalimat Dia meminum air terakhir, Saya memiliki sedikit kekuatan tersisa, Dia menghilang ke dalam senja. Dengan kata kerja, ini dicontohkan oleh frasa *untuk mereda*, *untuk memudar keluar*, *untuk menghilang secara bertahap* dan gagasan serupa, misalnya, Dia makan semakin sedikit akhir-akhir ini. + +Gambar di bawah ini mengilustrasikan hubungan spasial-temporal dari sebuah konsep kata benda atau verbal dalam **DEPLETIF** terhadap konteks yang ada (yaitu, “masa kini” spasial-temporal). + + + +![](./i/3-4-6.svg#dark) {.inverted} + +![](./i/3-4-6.svg#light) + +**DEPLETIF** ditunjukkan oleh imbuhan -**b**-, yang ditempatkan di antara imbuhan Konfigurasi dan imbuhan Perspektif dalam kompleks imbuhan `Ca`. Namun, jika imbuhan Konfigurasi kosong (yaitu, Konfigurasi kata tersebut adalah **UNIPLEKS**), maka imbuhan **DEPLETIF** adalah -**bz**-. + +
+
+
elzabz
+
+
the mouth of a river
+
muara sungai
+
+
psulçba
+
+
last vestiges of a situation
+
sisa-sisa terakhir dari sebuah situasi
+
+
ujrarfba
+
+
decline of a transportation system
+
kemerosotan dari sebuah sistem transportasi
+
+
erbräbz
+
+
the unraveling of an explanation
+
penguraian sebuah penjelasan
+
+ +## 3.5 Esensi {#Sec3_5} + +**Esensi** merujuk pada perbedaan morfologis ganda yang tidak memiliki padanan dalam bahasa-bahasa Barat. Hal ini paling baik dijelaskan dengan merujuk pada berbagai ilustrasi dalam bahasa Inggris. Bandingkan pasangan kalimat bahasa Inggris berikut: + +
+ +(1a) The boy ran off to sea. (Anak laki-laki itu lari ke laut) +(1b) The boy who ran off to sea didn’t run off to sea. (Anak laki-laki yang lari ke laut itu tidak lari ke laut) +(2a) The dog you saw is to be sold tomorrow. (Anjing yang kamu lihat akan dijual besok) +(2b) The dog you saw doesn’t exist. (Anjing yang kamu lihat itu tidak nyata) + +
+ +Kalimat (1a) dan (2a) tampak sebagai kalimat yang lugas dalam hal makna dan interpretasi. Namun, pada pandangan pertama, kalimat (1b) dan (2b) tampak tidak masuk akal, dan baru setelah kita mempertimbangkan konteks khusus untuk kalimat-kalimat ini, kalimat-kalimat tersebut menjadi masuk akal. Misalnya, (1b) akan masuk akal jika diucapkan oleh seorang penulis yang melaporkan perubahan pikiran tentang alur cerita, sedangkan (2b) masuk akal jika diucapkan oleh pemilik toko hewan peliharaan yang bingung karena di jendela tokonya Anda sebelumnya melihat seekor anjing yang sekarang sudah tidak ada lagi. + +Mengapa kalimat seperti (1b) dan (2b) dapat memiliki makna dunia nyata adalah karena kalimat-kalimat tersebut sebenarnya tidak merujuk pada anak laki-laki atau anjing yang sebenarnya, melainkan pada representasi hipotetis dari anak laki-laki dan anjing di dunia nyata, yang digunakan sebagai referensi kembali ke padanan dunia nyata tersebut dari dalam “ruang mental alternatif” yang diciptakan secara psikologis (dan tersirat secara linguistik) di mana peristiwa dapat dibicarakan mengenai hal yang tidak nyata, belum terwujud, atau versi alternatif dari apa yang sebenarnya terjadi. Ruang mental alternatif ini, pada dasarnya, adalah ranah psikologis dari potensi dan imajinasi. Dalam bahasa-bahasa Barat, ruang mental alternatif tersebut tersirat oleh konteks atau ditunjukkan oleh penanda leksikal tertentu. Salah satu kelompok penanda leksikal tersebut adalah apa yang disebut kata kerja “modal” dalam bahasa Inggris, misal, must, can, should, dll. seperti yang terlihat pada contoh berikut: + +
+ +(3) You must come home at once. (Kamu harus segera pulang) +(4) That girl can sing better than anybody. (Gadis itu bisa bernyanyi lebih baik daripada siapa pun) +(5) We should attack at dawn. (Kita harus menyerang saat fajar) + +
+ +Masing-masing dari tiga kalimat di atas menggambarkan peristiwa potensial, bukan kejadian nyata yang sedang terjadi atau telah terjadi. Misalnya, dalam Kalimat (3) belum ada yang pulang dan kita tidak tahu apakah pulang itu mungkin, dalam Kalimat (4) gadis itu mungkin tidak akan pernah menyanyikan satu nada pun lagi, dan Kalimat (5) tidak memberi kita informasi apakah serangan akan benar-benar terjadi. + +### 3.5.1 NRM Normal & RPV Representatif {#Sec3_5_1} + +Kategori morfologi Esensi secara eksplisit membedakan realitas dunia nyata dari padanannya yang alternatif, imajiner, atau potensial. Kedua esensi tersebut disebut **NORMAL** dan **REPRESENTATIF**, yang pertama adalah esensi standar yang menunjukkan kata benda dan kata kerja di dunia nyata, sedangkan yang kedua menunjukkan padanan alternatifnya. Dengan menandai padanan tersebut secara eksplisit, penutur dapat menyatakan setiap kata benda atau kata kerja sebagai merujuk pada manifestasi dunia nyata versus alternatif, tanpa mengharuskan pendengar untuk menyimpulkan hal tersebut dari konteks penjelasan. + +Esensi adalah bagian dari kompleks imbuhan `Ca` yang juga menunjukkan Konfigurasi, Afiliasi, Perspektif, dan Ekstensi. Esensi **NORMAL** tidak ditandai (yaitu, ketiadaan imbuhan Esensi apa pun yang menunjukkan esensi **NORMAL**). Esensi **REPRESENTATIF** ditunjukkan dengan mengubah nilai imbuhan Perspektif di akhir kompleks imbuhan `Ca`: ubah imbuhan **TUNGGAL** dari kosong menjadi -**l**-, kecuali jika semua imbuhan `Ca` lainnya adalah kosong, dalam hal ini ubah imbuhan **TUNGGAL** menjadi nilai tunggal -**tļ**-; ubah imbuhan **AGLOMERATIF** dari -**r**- menjadi -**ř**-; ubah imbuhan **NOMIK** dari -**w**- menjadi -**m**- kecuali jika didahului langsung oleh konsonan + **t**, konsonan + **p**, atau konsonan + **k**, dalam hal ini ubah imbuhan **NOMIK** menjadi -**h**-; ubah imbuhan **ABSTRAK** dari -**y**- menjadi -**n**-, kecuali jika didahului langsung oleh konsonan + **t**, konsonan + **p**, atau konsonan + **k**, dalam hal ini ubah imbuhan **ABSTRAK** menjadi -**ç**-. + +
+
+
Ẓalá
+
“see”-NRM
+
“melihat”
+
+
+
kšili
+
“clown”-NRM-AFF
+
“badut”
+
+
+
ežḑatļëi.
+
“ghost”-RPV-STM
+
“hantu”
+
+
The clown sees what he thinks is/imagines to be ghost.
+
Si badut melihat apa yang menurutnya/dibayangkannya sebagai hantu.
+
+
Ẓatļá
+
“see”-RPV
+
“melihat”
+
+
+
kšili
+
“clown”-NRM-AFF
+
“badut”
+
+
+
wežḑëi.
+
“ghost”-NRM-STM
+
“hantu”
+
+
The clown imagines he is seeing a ghost.
+
Si badut membayangkan dirinya melihat hantu.
+
+ +## 3.6 Kompleks Imbuhan `Ca` {#Sec3_6} + +Sebagaimana dijelaskan pada Bagian 3.1 hingga 3.5 di atas, kompleks imbuhan `Ca` adalah satu kumpulan aglutinatif dari imbuhan konsonan yang menyampaikan lima kategori morfologis berbeda dalam satu Slot morfologis (Slot VI). Bentuk konsonan awal menunjukkan Afiliasi, yang kedua menunjukkan Konfigurasi, yang ketiga Ekstensi, dan yang keempat menunjukkan Perspektif dan Esensi. Keempat bentuk konsonan ini dirangkai secara berurutan untuk membentuk kompleks `Ca` secara keseluruhan. Perhatikan bahwa semua kecuali satu dari keempat bentuk konsonan memiliki bentuk bawaan nol, yang berarti bahwa dalam kebanyakan kasus, kompleks `Ca` akan menampilkan kurang dari empat bentuk konsonan. Bahkan, bentuk `Ca` yang paling umum terjadi adalah CSL/UPX/DEL/M/NRM yang ditunjukkan hanya oleh imbuhan tunggal -**l**-. + + + +Karena sifat aglutinatif dari kompleks imbuhan `Ca`, akan sangat membantu untuk mengilustrasikan struktur fonologisnya dalam bentuk tabel, seperti yang ditunjukkan di bawah ini. Perhatikan bahwa, karena banyaknya kombinasi konsonan yang dapat ada dalam kompleks imbuhan ini, tidak dapat dihindari bahwa kombinasi konsonan tertentu akan sulit diucapkan, menimbulkan ambiguitas dengan kombinasi imbuhan lain, atau bahkan melanggar aturan fonotaktik bahasa ini. Karena alasan ini, ada 19 kombinasi konsonan `Ca` yang harus diganti dengan kombinasi konsonan yang berbeda. Kombinasi pengganti ini dikenal sebagai **substitusi alomorfik** dan tercantum dalam tabel di bawah ini. (Perhatikan bahwa dalam daftar substitusi alomorfik, simbol \[C\] berarti “konsonan apa pun”.) + +
+ + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +
kompleks Ca — Afiliasi + Konfigurasi + Ekstensi + Perspektif + Esensi
AFILIASIKonsolidatif CSLAsosiatif ASO
l (nļ)
COAVAR
r (rļ)ř (ň)
KONFIGURASIUPXDPX
s
(M/D)SS(M/D)SC(M/D)SF
tkp
cksps
(M/D)DS(M/D)DC(M/D)DF
ţfç
ţsfsš
(M/D)FS(M/D)FC(M/D)FF
zž
č
EKSTENSI
DELICPGRA
k / g¹g / gz¹
PRXATVDPL
t / d¹p / b¹b / bz¹
PERSPEKTIF + ESENSINRMRPV
M∅ (l)l (tļ)
Grř
Nw (v)m / h²
Ay (j)n / ç²
Bentuk dalam tanda kurung adalah bentuk yang berdiri sendiri
Substitusi Alomorfik
pp > mprr > ns(C)gm > [C]x
tt > ntrř > nš[C]gn > [C]ň
kk > nkřr > ňsngn > ňn
pb > mbřř > ňš[C]çx > [C]xw
kg > ng[C]bm > [C]v
çy > nd[C]bn > [C]ḑ
ll > pļfbm > (fv) > vw
ţbn > (tḑ) > ḑy
+
+ +[¹]: Gunakan bentuk alternatif jika Konfigurasi kata tersebut adalah UPX + +[²]: Gunakan bentuk alternatif jika didahului oleh \[C\]t-, \[C\]k-, atau \[C\]p- + +### 3.6.1 Geminasi `Ca` jika imbuhan `CsVx` hadir di Slot V {#Sec3_6_1} + +Jika Slot V dari suatu formatif mengandung imbuhan apa pun, maka perlu ditunjukkan di mana Slot V berakhir dan Slot VI dimulai. Hal ini dilakukan dengan geminasi bentuk `Ca` sesuai aturan di bawah ini. (Inilah mengapa tidak ada penambahan imbuhan `Cs` pada Slot V/VII yang dapat berupa konsonan geminasi.) + +::: note + +Saat melakukan geminasi bentuk konsonan `Ca`, pertama-tama terapkan semua substitusi alomorfik yang diperlukan pada bentuk `Ca` sesuai tabel di atas. Kemudian terapkan aturan berikut: + +::: + +1. Untuk bentuk `Ca` yang terdiri dari konsonan tunggal, geminasikan konsonan tersebut, misal, **p → pp**, **t → tt**, **m → mm**, **c → cc**, **ẓ → ẓẓ**, **r → rr**, **s → ss**. + +2. Bentuk tunggal **tļ** menjadi **ttļ** (meskipun jika itu berada di posisi akhir kata, itu sebenarnya diucapkan **tļļ** sesuai dengan aturan untuk geminasi gesek di [Bagian 1.4](01#Sec1_4)). + +3. Untuk bentuk yang dimulai dengan sebuah hentian (**t, k, p, d, g, b**) yang diikuti oleh sebuah malaran atau hampiran (**l, r, ř, w, y**), geminasikan hentian tersebut, misal, **pl → ppl**, **gw → ggw**. + +4. Untuk bentuk yang mengandung sebuah geser atau gesek sibilan (**s, š, z, ž, ç, c, č**) pada posisi manapun, geminasikan geser atau gesek sibilan tersebut, misal, **kst → ksst**, **gz → gzz**, **çkl → ççkl**, **čtw → ččtw**. + +5. Untuk bentuk yang dimulai dengan geser selain sibilan (**f, ţ, v, ḑ**) atau sebuah sengauan (**n, m, ň**), geminasikan mereka kecuali aturan No. 4 sebelumnya mengenai geser sibilan (**s, š, z, ž, ç, c, č**) berlaku, misal, **fk → ffk**, **mpw → mmpw**. + +6. Untuk bentuk yang dimulai dengan sebuah hentian nirsuara (**t, k, p**) yang diikuti oleh sebuah geser (**s, š, f, ţ, ç**), geminasikan geser tersebut, misal, **pf → pff**, **tçkl → tççkl**, **kst → ksst**. + +7. Untuk bentuk `Ca` yang berakhiran dua hentian, di mana enam aturan sebelumnya tidak berlaku, gunakan substitusi berikut: + + * **pt → bbḑ** + * **pk → bbv** + * **kt → ggḑ** + * **kp → ggv** + * **tk → ḑvv** + * **tp → ddv** + +8. Untuk bentuk `Ca` yang berakhiran sebuah hentian (**t, k, p, d, g, b**) ditambah sengauan (**n, m, ň**), di mana tujuh aturan sebelumnya tidak berlaku, gunakan substitusi berikut: + + * **pm → vvm** + * **pn → vvn** + * **km → xxm** + * **kn → xxn** + * **tm → ḑḑm** + * **tn → ḑḑn** + * **bm → mmw** + * **bn → mml** + * **gm → ňňw** + * **gn → ňňl** + * **dm → nnw** + * **dn → nnl** + +9. Untuk bentuk yang dimulai dengan (**l-, r-, ř-**), terapkan salah satu dari delapan aturan di atas seolah-olah mereka tidak ada; jika bentuk yang dihasilkan termasuk awalan (**l-, r-, ř-**) tidak diperbolehkan secara fonotaktik atau terdengar canggung secara kemerduan, geminasikan (**l-, r-, ř-**) tersebut. + +## 3.7 Versi {#Sec3_7} + +**Versi** merujuk pada perbedaan dua arah yang dikenal dalam linguistik sebagai “telisitas”, yaitu, apakah suatu entitas, tindakan, peristiwa, atau keadaan berorientasi pada tujuan atau hasil. Versi membahas perbedaan semantik yang biasanya ditunjukkan melalui diferensiasi leksikal (yaitu, pilihan kata) dalam bahasa seperti bahasa Inggris. Dua Versi tersebut adalah **PROSESUAL** dan **KOMPLETIF**, seperti yang dijelaskan di bawah ini. + + + +### 3.7.1 PRC Prosesual {#Sec3_7_1} + +**PROSESUAL** adalah versi bawaan dan tidak ditandai. Ini menjelaskan semua objek, entitas, tindakan, kondisi, atau peristiwa yang merupakan tujuan itu sendiri dan bukan berorientasi pada tujuan, yaitu, tidak berfokus pada hasil yang diharapkan atau tujuan akhir yang menjadi sasaran upaya progresif. + +### 3.7.2 CPT Kompletif {#Sec3_7_2} + +Versi **KOMPLETIF** menggambarkan tindakan, kondisi, atau peristiwa yang mencapai, atau dimaksudkan untuk mencapai, hasil yang diharapkan, yaitu, yang berorientasi pada pencapaian suatu tujuan, hasil, atau keadaan akhir. Perbedaan semacam itu biasanya ditangani melalui pilihan kata dalam bahasa-bahasa Barat. Dinamika Versi dapat dilihat dalam perbandingan berikut: + +
+ Prosesual → Kompletif +
  • berburumemburu
  • +
  • dikalahkankalah
  • +
  • belajarmenguasai
  • +
  • memenangkanmenang
  • +
  • berjuangmeraih hasil
  • +
  • mengambil risikomengatasi rintangan; menang
  • +
  • bekerjamembangun, membuat
  • +
  • menggusur; menyusupmenempati, mengambil alih; menaklukkan
  • +
  • menuangkanmenguras
  • +
  • menyingkirkan (secara bertahap)melenyapkan
  • +
  • meningkatkanmemaksimalkan
  • +
  • membacamembaca sampai akhir; menyelesaikan membaca
  • +
  • mengurangimeminimalisasikan
  • +
  • mengapitmengelilingi
  • +
  • memperbesarmembuat menjadi raksasa
  • +
  • menyebar di atas atau menutupimembungkus, menelan, menyelimuti
  • +
  • menyusutkanmengecilkan
  • +
  • mengejarmenyusul
  • +
  • makanmakan semuanya
  • +
  • mengubermenangkap
  • +
  • bersaingmenang
  • +
  • hamilmelahirkan
  • +
  • melemparmengenai sasaran (dengan lemparan)
  • +
  • menipiskehabisan
  • +
  • tumbuhtumbuh besar
  • +
  • menggunakanmenggunakan sampai habis
  • +
  • memiliki, memegangmenyimpan
  • +
  • merobekmengoyakkan atau menjadikannya berkeping-keping
  • +
  • bergabung bersamamempersatukan
  • +
  • mempercepat, menambah kecepatanmencapai kecepatan maksimum
  • +
  • menuangkan ke dalammengisi (penuh)
  • +
  • berdarahberdarah hingga meninggal
  • +
  • berlariberlari sepanjang jalan
  • +
  • turun, pergi ke bawahmencapai dasar
  • +
  • mencerahkanmenerangi
  • +
  • memperlambat, mengurangi kecepatanberhenti
  • +
  • mencari, membutuhkanmenemukan
  • +
  • memolesmengkilapkan
  • +
  • berlatihmenyempurnakan
  • +
  • menggelapkanmembuatnya menjadi gelap
  • +
  • naik, pergi ke atasmencapai puncak
  • +
  • menjelajahmenemukan
  • +
    + +Versi **KOMPLETIF** ditunjukkan dengan memodifikasi bentuk vokal Batang Kata pada Slot II dari Formatif. Ubah vokal Batang 1 dari -**a**- menjadi -**ä**-. Ubah vokal Batang 2 dari -**e**- menjadi -**i**-. Ubah vokal Batang 3 dari -**u**- menjadi -**ü**-. Vokal Batang Nol -**o**- berubah menjadi -**ö**-. + +Sepasang kalimat-kalimat berikut ini menggambarkan perbedaan antara versi **PROSESUAL** dan **KOMPLETIF**. + +
    +
    +
    Arţtulawá
    +
    PRC-“study”-DYN-RTR-OBS
    +
    “belajar”
    +
    +
    +
    ulhiliolu
    +
    Stem.3-“cousin”-OBJ-GEN/1m-IND
    +
    Batang.3-“sepupu”
    +
    +
    +
    wiosaḑca
    +
    Stem.2/N-[carrier]-CLG₁/1-THM
    +
    [pembawa]
    +
    +
    +
    Iţkuil.
    +
    “Ithkuil”
    +
    +
    My cousin studied the Ithkuil language.
    +
    Sepupu saya belajar bahasa Ithkuil
    +
    +
    Ärţtulawá
    +
    CPT-“study”-DYN-RTR-OBS
    +
    “belajar”
    +
    +
    +
    ulhiliolu
    +
    Stem.3-“cousin”-OBJ-GEN/1m-IND
    +
    Batang.3-“sepupu”
    +
    +
    +
    wiosaḑca
    +
    Stem.2/N-[carrier]-CLG₁/1-THM
    +
    [pembawa]
    +
    +
    +
    Iţkuil.
    +
    “Ithkuil”
    +
    +
    My cousin learned the Ithkuil language.
    +
    Sepupu saya menguasai bahasa Ithkuil
    +
    + +## 3.8 Fungsi {#Sec3_8} + +**Fungsi** merujuk pada perbedaan dua arah mengenai apakah makna suatu formatif merujuk pada keadaan eksistensial atau psikologis yang statis, atau tindakan atau peristiwa yang dinamis. Perbedaan antara fungsi **STATIF** dan **DINAMIS** masing-masing bersifat objektif dan subjektif. Situasi kontekstual tertentu membutuhkan salah satu atau yang lainnya, sementara untuk situasi kontekstual lainnya, baik Fungsi **STATIF** maupun **DINAMIS** dapat digunakan, masing-masing memiliki makna/interpretasi yang berbeda. + +Fungsi ditandai dengan imbuhan `Vr` di Slot IV dari formatif. Perhatikan bahwa imbuhan `Vr` ini adalah imbuhan dengan tiga penggunaan; selain Fungsi, imbuhan ini juga menunjukkan satu dari empat Spesifikasi (lihat [Bagian 2.4.4](02#Sec2_4_4)), serta satu dari empat Konteks (lihat [Bagian 3.9](03#Sec3_9)). Susunan lengkap dari 32 imbuhan `Vr` yang berbeda ditunjukkan dalam tabel di [Bagian 3.9](03#Sec3_9). + + + +### 3.8.1 Statif {#Sec3_8_1} + +Secara umum, fungsi **STATIF** menunjukkan bahwa formatif merujuk pada entitas statis yang tidak berubah (setidaknya dalam durasi situasi kontekstual yang dirujuk). Berikut ini akan ditandai untuk fungsi **STATIF**: + +* Kata benda (yaitu, formatif yang memiliki penanda kasus `Vc` di Slot IX) yang menunjukkan objek/entitas fisik berwujud yang dirujuk hanya sebagai cara untuk mengidentifikasinya (yaitu, gerakan atau perubahan atau penggunaan apapun yang dialami oleh objek/entitas tersebut tidak relevan dengan maksud penutur), misal, *sebuah bola*, *sebuah pohon*, *sebuah batu*, *seseorang*, *sebuah awan*, dll. + +* Kata benda yang merujuk pada entitas kolektif, afektif, tak berwujud, atau abstrak yang hanya disebut sebagai sarana untuk mengidentifikasinya (yaitu, perubahan, gerakan, atau penggunaan apapun yang terkait dengan objek/entitas tersebut tidak relevan dengan maksud penutur), misal, *kerumunan*, *pikiran*, *keadaan emosional*, *situasi*, *bentuk pemerintahan monarki*, *keindahan sebagai konsep*, *pengalaman estetika*, *sensasi afektif*, dll. + +* Kata benda yang merujuk pada tindakan/gerakan/pergerakan/perubahan nyata yang hanya dirujuk oleh pembicara sebagai entitas terbatas semacam gestalt (memiliki durasi atau batasan spasial yang tersirat) di mana fakta bahwa entitas tersebut melibatkan perubahan/gerakan/pergerakan/tindakan/pertumbuhan tidak relevan, misal, *(suatu contoh/keadaan) tawa*, *(pola) gelombang laut*, *percakapan*, *(pergi) memancing*, *(pergi) berjalan-jalan*, *(suatu kegiatan) membaca*, *(suatu contoh/keadaan) memukul palu (sedang berlangsung)*, *makan [sebagai suatu peristiwa, bukan suatu proses]*, dll. + +* Kata kerja (yaitu, formatif tak dibingkai yang ditandai untuk Ilokusi/Harapan/Validasi `Vk` atau formatif dibingkai) yang secara alami merujuk pada keadaan tidak dinamis dan tidak berubah (setidaknya dalam durasi/cakupan konteks yang dimaksudkan pembicara), termasuk keadaan identifikasi, denotasi, deskripsi. Contoh: + + * Dia adalah seorang penari; + * Langit berwarna/tampak jingga; + * Matahari terbenam itu indah; + * Nama saya Joe/Saya dipanggil Joe; + * Kotak itu berisi paku.; + * Kamu terlihat buruk; + * Saya sedang membaca; + * Uang melambangkan kejahatan; + * Ketidakbahagiaan menandakan kegagalan; + * Penyakit merajalela di kota itu; + * Nutrisi yang tepat berkaitan dengan anak yanh sehat. + +### 3.8.2 Dinamis {#Sec3_8_2} + +Secara umum, fungsi **DINAMIS** menunjukkan bahwa formatif merujuk pada tindakan/gerakan/pergerakan/perubahan atau keadaan yang melibatkan perubahan/gerakan/tindakan di mana perubahan/gerakan/pergerakan/tindakan tersebut relevan dengan maksud pembicara. Untuk konteks di mana terdapat pasien gramatikal (ditandai dengan kasus **INDUSIF**, **AFEKTIF**, atau **ABSOLUTIF**), fungsi **DINAMIS** menyiratkan efek/dampak/perubahan nyata yang dialami oleh pasien sebagai akibatnya. Berikut ini akan ditandai untuk Fungsi **DINAMIS**: + +* Kata benda yang merujuk pada keadaan yang melibatkan perubahan/gerakan/pergerakan/tindakan di mana perubahan/gerakan/pergerakan/tindakan tersebut relevan dengan maksud penutur. Terjemahan kata benda yang ditandai **DINAMIS** tersebut ke dalam bahasa Inggris seringkali melibatkan bentuk gerund atau bentuk parafrase yang menekankan derivasi verbal (dalam bahasa Inggris) dari kata benda tersebut. Contoh: the (raging of the) storm(amukan) badai); dancingmenari); problem-solvingpemecahan masalah); a meal [as a process]makan [sebagai suatu proses]), dll. + +* Kata kerja yang melibatkan perubahan/gerakan/pergerakan/tindakan di mana perubahan/gerakan/pergerakan/tindakan tersebut relevan dengan maksud penutur, terutama yang melibatkan pelaku/pemungkin dan pasien. + +::: note + +Dalam banyak kasus, suatu formatif tertentu dapat mengambil Fungsi **STATIF** atau **DINAMIS**, yang menghasilkan makna/terjemahan yang sedikit berbeda seperti yang ditunjukkan dalam contoh-contoh berikut. (Perhatikan bahwa beberapa contoh ini mengandung "jalan pintas" morfofonologis Slot IV dan VI yang dijelaskan dalam [Bagian 3.10](03#Sec3_10)). + +::: + +::: tabs + +@tab STATIF + +
    +
    Byalá pa.
    +
    +
    He has/shows/is showing common sense.
    +
    Dia memiliki/menunjukkan/sedang menunjukkan akal sehat.
    + +
    +
    Vvralá mi wurçpi.
    +
    +
    Her passion is dance / She feels passionate about dance.
    +
    Kegemarannya adalah tari / Dia merasa gemar tari.
    + +
    +
    Tlasatřá çkava.
    +
    +
    Disease is rampant there.
    +
    Penyakit merajalela di sana.
    + +
    +
    Txasá ku.
    +
    +
    They are having a meal.
    +
    Mereka sedang makan.
    + +
    +
    Waltlá wele lo.
    +
    +
    I make the child wear a jacket.
    +
    Saya membuat anak itu memakai jaket.
    + +
    +
    Malá welu wiosaḑcä espanya.
    +
    +
    The child is speaking (in) Spanish.
    +
    Anak itu berbicara dalam bahasa Spanyol
    + +
    +
    Yeg arrlalu.
    +
    +
    The cheetah is running.
    +
    Citah itu sedang berlari.
    [Implikasinya hanyalah untuk menyoroti keadaan hewan saat ini, misal, untuk fokus pada kecepatan atau keanggunannya, bahwa berlari adalah karakteristik spesies tersebut, dll.]
    + +@tab DINAMIS + +
    +
    Byulá pa.
    +
    +
    +
    (Byulá pu.*)
    +
    +
    He uses/exercises/is demonstrating common sense.
    +
    Dia menggunakan/menerapkan/mendemonstrasikan akal sehat.
    [*jika menekankan perubahan keadaan yang menguntungkan sebagai hasilnya]
    + +
    +
    Vvralá mi urçpuli.
    +
    +
    Her passion is dancing / She feels passionate about dancing.
    +
    Kegemarannya adalah menari / Dia merasa gemar menari.
    + +
    +
    Tlusatřá çkava.
    +
    +
    Disease runs rampant there.
    +
    Penyakit menyebar luas di sana.
    + +
    +
    Txusá ku.
    +
    +
    They are eating a meal.
    +
    Mereka sedang memakan hidangan
    + +
    +
    Altlulá wele lo.
    +
    +
    I put a jacket on the child / I dress the child in a jacket.
    +
    Saya memakaikan jaket pada anak itu.
    + +
    +
    Mulá welu wiosaḑcä espanya.
    +
    +
    The child is saying something in Spanish.
    +
    Anak itu sedang mengatakan sesuatu dalam bahasa Spanyol.
    [*Makna ini dapat juga disampaikan dengan menggunakan Spesifikasi CTE: mülá]
    + +
    +
    Egúd arrlalu.
    +
    +
    The cheetah is running.
    [The implication being to highlight that it is acting to chase prey, to reach a destination, to flee a predator, etc.]
    +
    Citah itu sedang berlari.
    [Implikasinya adalah untuk menyoroti bahwa ia bertindak untuk mengejar mangsa, mencapai tujuan, melarikan diri dari predator, dll.]
    + +::: + +## 3.9 Konteks {#Sec3_9} + +**Konteks** adalah kategori morfologis lain yang tidak memiliki padanan dalam bahasa lain. Konteks menunjukkan fitur atau aspek nyata maupun tidak nyata dari suatu bentuk yang secara psikologis tersirat dalam ujaran tertentu. Tidak ada cara untuk menunjukkan hal ini dalam terjemahan selain melalui parafrase. Terdapat empat konteks: **EKSISTENSIAL**, **FUNGSIONAL**, **REPRESENTASIONAL**, dan **AMALGAMATIF**, yang dijelaskan pada Bagian 3.9.1 hingga 3.9.4 di bawah ini. + +Konteks ditunjukkan oleh modifikasi bentuk vokal Slot IV. Ini adalah bentuk vokal yang juga menunjukkan Spesifikasi (lihat [Bagian 2.4.4](02#Sec2_4_4)) dan Fungsi (lihat [Bagian 3.8](03#Sec3_8)). Bentuk vokal untuk ketiga kategori morfologi ini ditunjukkan pada tabel di bawah ini. + +
    + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +
    Nilai Vr Slot IV
    Fungsi SpesifikasiKonteks
    EXSFNCRPS*AMG
    STABSCaaiia / uäao
    CTEäauie / uë
    CSVeeiio / üäeo
    OBJieuiö / üë
    DYNBSCuuiua / iäoa
    CTEüiuue / iëöa
    CSVooiuo / öäoe
    OBJöouuö / öëöe
    +
    + +\* Untuk keempat RPS yang dimulai dengan -**i**-, bentuk alternatif yang ditunjukkan digunakan jika didahului langsung oleh -**y**-; Untuk keempat RPS yang dimulai dengan -**u**-, bentuk alternatif yang ditunjukkan digunakan jika didahului langsung oleh -**w**-. + +### 3.9.1 EXS Eksistensial {#Sec3_9_1} + +**EKSISTENSIAL** ini adalah Konteks bawaan dan berfokus pada fitur-fitur kata benda atau kata kerja yang secara ontologis objektif, yaitu, ia yang ada terlepas dari pengamat, opini, interpretasi, kepercayaan, atau sikap apa pun. Sama halnya yang dikecualikan dari pertimbangan dalam **EKSISTENSIAL** adalah gagasan tentang penggunaan, fungsi, peran, atau manfaat kata benda. **EKSISTENSIAL** hanya dipergunakan untuk menunjukkan keberadaan kata benda sebagai entitas objektif dan nyata yang sedang dibahas. Dengan demikian, ini digunakan hanya untuk mengidentifikasi kata benda atau kata kerja. + +Misalnya, perhatikan kalimat Seekor kucing berlari melewati ambang pintu. Jika kata-kata yang sesuai dengan *kucing*, *berlari*, dan *ambang pintu* berada dalam **EKSISTENSIAL**, maka kalimat tersebut hanya menggambarkan suatu adegan objektif. Tidak ada implikasi yang dimaksudkan mengenai sifat subyektif dari kedua entitas atau tindakan yang terlibat. Kalimat tersebut hanya menyatakan bahwa dua entitas saat ini memiliki hubungan spasial dinamis tertentu satu sama lain; kedua entitas tersebut kebetulan adalah seekor kucing dan sebuah ambang pintu, dan berlari hanya menyampaikan sifat dari hubungan spasial tersebut. + +
    +
    +
    Frulawá
    +
    “parallel.translative.motion”-DYN/EXS-RTR-OBS
    +
    “gerak.berpindah.sejajar”
    +
    +
    +
    warru
    +
    “cat”-STA/EXS-IND
    +
    “kucing”
    +
    +
    +
    přeluʼa.
    +
    “doorway”-STA/EXS-NAV
    +
    “ambang.pintu”
    +
    +
    The cat ran past the doorway.
    +
    Kucing itu berlari melewati ambang pintu.
    [ = deskripsi netral dari adegan fisik saja]
    +
    + +### 3.9.2 FNC Fungsional {#Sec3_9_2} + +Konteks **FUNGSIONAL** berfokus pada fitur-fitur sebuah formatif yang didefinisikan secara sosial oleh ide, sikap, kepercayaan, opini, konvensi, status budaya, penggunaan, fungsi, manfaat, dll. Ini berfungsi untuk mengidentifikasi bukan tentang apa suatu kata benda itu secara eksistensial, tetapi untuk menunjukkan bahwa kata benda tersebut memiliki makna, relevansi, atau tujuan kontekstual yang spesifik (dan subjektif). + +Misalnya, dalam kalimat kita sebelumnya Seekor kucing berlari melewati ambang pintu, jika kita sekarang menempatkan *kucing*, *ambang pintu*, dan *tindakan berlari* masing-masing ke dalam **FUNGSIONAL**, ‘kucing’ tidak lagi hanya mengidentifikasi partisipan, ini membuat keberadaannya sebagai kucing (berbeda dengan katakanlah, anjing) menjadi signifikan, misal, karena penutur mungkin takut pada kucing, atau karena kucing dapat masuk ke ruangan dan merusak perabotan, atau karena kucing dikaitkan dengan misteri, atau karena tetangga telah mencari kucing yang hilang, dll. ‘Ambang pintu’ sekarang menyampaikan tujuannya sebagai pintu masuk, memperkuat apa yang mungkin dilakukan kucing setelah masuk. Demikian pula, kata kerja ‘berlari’ dalam **FUNGSIONAL** sekarang menyiratkan sifat sembunyi-sembunyi kucing. + +
    +
    +
    Fruilawá
    +
    “parallel.translative.motion”-DYN/FNC-RTR-OBS
    +
    “gerak.berpindah.sejajar”
    +
    +
    +
    rrailu
    +
    “cat”-STA/FNC-IND
    +
    “kucing”
    +
    +
    +
    přeʼilua.
    +
    “doorway”-STA/FNC-NAV
    +
    “ambang.pintu”
    +
    +
    The cat ran past the doorway.
    +
    Kucing itu berlari melewati ambang pintu.
    [ = fokus pada makna/signifikansi pribadi atau sosial dari kucing, berlari melewati, dan ambang pintu]
    +
    + +### 3.9.3 RPS Representasional {#Sec3_9_3} + +Konteks **REPRESENTASIONAL** berfokus pada suatu formatif sebagai simbol, metafora, atau metonimia[^1], karena ini menunjukkan bahwa formatif tersebut berfungsi sebagai representasi atau pengganti dari konsep atau entitas lain yang secara abstrak diasosiasikan dengannya. Misalnya, konotasi metaforis dari kalimat bahasa Inggris That pinstripe-suited dog is checking out a kitty (Anjing berjas garis-garis itu sedang mengamati seekor kucing), dapat disampaikan dengan cara yang sama dalam bahasa Ithkuil dengan menginfleksikan kata-kata untuk ‘anjing’ dan ‘kucing’ ke dalam konteks **REPRESENTASIONAL**. **REPRESENTASIONAL** adalah salah satu dari beberapa cara yang oleh bahasa Ithkuil secara gamblang menerjemahkan semua penggunaan metaforis, simbolis, atau metonimis (dari sudut pandang tata bahasa). + +Misalnya, dalam kalimat kita sebelumnya Seekor kucing berlari melewati ambang pintu, jika sekarang kita menempatkan *kucing*, *ambang pintu*, dan *tindakan berlari* masing-masing ke dalam **REPRESENTASIONAL**, apa yang dimaksud bukan lagi bahwa kucing itu berlari melewati ambang pintu. Mungkin secara sepintas, hal ini sama sekali tidak terjadi, dan penutur hanya ingin menggunakan metafora untuk sesuatu, misalnya, pertanda buruk. + +[^1]: Metonimia adalah pemakaian nama ciri atau nama hal yang ditautkan dengan orang, barang, atau hal sebagai penggantinya, misalnya ‘ia menelaah Chairil Anwar (karyanya)’, ‘olahragawan itu hanya mendapat perunggu (medali perunggu).’ + +
    +
    +
    Frualawá
    +
    “parallel.translative.motion”-DYN/RPS-RTR-OBS
    +
    “gerak.berpindah.sejajar”
    +
    +
    +
    rrialu
    +
    “cat”-STA/RPS-IND
    +
    “kucing”
    +
    +
    +
    přiʼolua.
    +
    “doorway”-STA/RPS-NAV
    +
    “ambang.pintu”
    +
    +
    The cat ran past the doorway.
    +
    Kucing itu berlari melewati ambang pintu.
    [ = mengonotasikan bahwa kucing, berlari melewati, dan ambang pintu adalah metafora]
    +
    + +### 3.9.4 AMG Amalgamatif {#Sec3_9_4} + +Konteks **AMALGAMATIF** adalah yang paling abstrak dan sulit dipahami dari perspektif linguistik Barat. Ini berfokus pada sifat sistemik, holistik, semacam gestalt, dan komponen dari suatu formatif, yang menyiratkan bahwa totalitas objektif dan subjektifnya berasal secara sinergis dari (atau sebagai sifat yang muncul dari) hubungan antara semua bagiannya, bukan hanya dalam hal penilaian sesaat yang statis, tetapi dengan mempertimbangkan seluruh sejarah perkembangan kata benda dan setiap interaksi serta hubungan yang dimilikinya (baik masa lalu, sekarang, atau yang mungkin) dalam konteks dunia yang lebih luas. Penggunaannya menunjukkan bahwa penutur mengajak pendengar untuk secara subjektif mempertimbangkan semua keajaiban, nuansa emosional, akibat psikologis, dan/atau implikasi filosofis subjektif yang terkait dengan keberadaan, tujuan, atau fungsi kata benda tersebut, sebagai dunia tersendiri, yang secara intrinsik saling terkait dengan dunia yang lebih luas di luarnya pada banyak tingkatan. + +Dengan demikian, versi **AMALGAMATIF** dari kalimat kita Seekor kucing berlari melewati ambang pintu akan memiliki implikasi yang cukup melodramatis, dengan kucing tersebut mewakili segala sesuatu tentang kucing dan semua yang diwakilinya, ambang pintu mewakili sifat ambang pintu sebagai portal perubahan, ambang batas keberangkatan, dan persimpangan masa lalu dan masa depan, sementara tindakan berlari menjadi representasi dari melarikan diri dari musuh, kecepatan gerakan, tubuh pada pengeluaran energi maksimum, dll. + +
    +
    +
    Froalawá
    +
    “parallel.translative.motion”-DYN/AMG-RTR-OBS
    +
    “gerak.berpindah.sejajar”
    +
    +
    +
    rraolu
    +
    “cat”-STA/AMG-IND
    +
    “kucing”
    +
    +
    +
    přaʼölua.
    +
    “doorway”-STA/AMG-NAV
    +
    “ambang.pintu”
    +
    +
    The cat ran past the doorway.
    +
    Kucing itu berlari melewati ambang pintu.
    [ = mengonotasikan fokus pada dampak emosional serta signifikansi budaya dari peristiwa tersebut]
    +
    + +## 3.10 Penataan Kembali Slot I dan II sebagai “Jalan Pintas” untuk Slot IV dan VI {#Sec3_10} + +Dalam keadaan tertentu, dimungkinkan untuk mempersingkat jumlah suku kata dalam suatu formatif dengan menghilangkan tampilan Slot IV dan Slot VI dan sebagai gantinya menunjukkan informasi morfologisnya melalui Slot I dan II. Formatif yang mengandung penghilangan Slot IV/VI ini disebut formatif "jalan pintas". Hal ini dijelaskan di bawah ini. + +Slot I dari suatu formatif membawa prefiks konsonan, `Cc`, yang memiliki dua fungsi: (1) untuk menunjukkan apakah formatif tersebut merupakan formatif gabungan (dijelaskan dalam Bab 8), dan (2) untuk menunjukkan apakah bentuk `Vr+Ca` tertentu dari Slot IV dan VI telah dihilangkan (sehingga ditunjukkan oleh imbuhan `Cc` Slot I dan imbuhan `Vv` Slot II). + +Nilai bawaan Slot I adalah hentian glotal (**’**), yang tidak tertulis dalam skema romanisasi bahasa ini setiap kali berada di posisi awal kata. (Perhatikan bahwa ini berarti tidak ada formatif yang dimulai dengan bunyi vokal; setiap formatif yang ditulis dengan vokal di awal dalam sistem penulisan romanisasi diucapkan dengan didahului oleh hentian glotal.) Hentian glotal yang tidak tertulis ini menandakan bahwa (1) formatif tersebut tidak digabungkan (lihat Bab 8), dan (2) Slot II dari formatif tersebut tidak menampilkan informasi Slot IV atau VI dan Slot IV dan VI dari formatif tersebut belum dihilangkan. + +Di sisi lain, jika Slot I berisi nilai **w**- atau nilai **y**-, maka ini berarti Slot IV dan VI dari formatif telah dihilangkan, dan Slot II, selain membawa informasi Batang + Versi yang biasa untuk formatif, juga menyampaikan Fungsi STA, Spesifikasi BSC, dan Konteks EXS (yaitu, setara dengan nilai imbuhan `Vr` Slot IV -**a**-), serta salah satu dari delapan kemungkinan permutasi `Ca` dari Slot VI, empat di antaranya ditunjukkan oleh nilai Slot I **w**-, dan empat lainnya oleh nilai Slot I **y**-. Nilai `Ca` spesifik ditunjukkan pada tabel di bawah ini. (Perhatikan bahwa semua nilai `Ca` bawaan adalah Afiliasi CSL, Konfigurasi UPX, Ekstensi DEL, Perspektif M, dan Esensi NRM kecuali jika dinyatakan sebagai yang lain.) + + + +`Vv` Slot II jika `Cc` Slot I adalah w- atau y- (yaitu, formatif berisi pintasan Slot IV/VI a+`Ca`) + + + +
    + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +
    BatangVersiVv
    Batang 1PRC(a)aiia / uäao
    CPTäauie / uë
    Batan 2PRCeeiio / üäeo
    CPTieuiö / üë
    Batang 3PRCuuiua / iäoa
    CPTüiuue / iëöa
    Batang 0PRCooiuo / öäoe
    CPTöouuö / öëöe
    Bentuk w + Ca[bawaan]GNG + RPV
    Bentuk y + CaPRXRPVAPRX + RPV
    +
    + +Contoh-contoh berikut mengilustrasikan perbedaan antara menggunakan pintasan Slot I/II dan tidak menggunakannya: + +
    +
    +
    Yedpéi mmoi. / Edpadéi mmoi.
    +
    +
    Where’s the thumping sound coming from?
    +
    Dari mana suara dentuman itu berasal?
    +
    +
    Weinţdâ. / Enţdarâ.
    +
    +
    I recall at least one motorcyclist going by.
    +
    Saya ingat setidaknya ada satu pengendara sepeda motor yang lewat./div> +
    diff --git a/src/id/docs/14.md b/src/id/docs/14.md new file mode 100644 index 00000000..f4a4e480 --- /dev/null +++ b/src/id/docs/14.md @@ -0,0 +1,13 @@ +--- +title: 14 Leksikon dan Imbuhan +--- + +Silakan lihat [basis data terkomputerisasi](https://github.com/ryanlo713/lexicon-json) atau [kamus daring](/enthrirhc). + +Mohon klik tombol "Fetch Lexicon from GitHub Repo" untuk bersiap sebelum menggunakan kamus daring untuk pertama kalinya. + +## Asli + + + + diff --git a/src/id/docs/readme.md b/src/id/docs/readme.md new file mode 100644 index 00000000..c03318b1 --- /dev/null +++ b/src/id/docs/readme.md @@ -0,0 +1,33 @@ +--- +title: Dokumentasi Tata Bahasa +--- + +## Pemberitahuan Hak Cipta, Copyright Notice + +### Versi berbahasa Indonesia + +Pemberitahuan Hak Cipta untuk Karya Asli: + +> Hak Cipta ©2004-2011 John Quijada. Anda dapat menyalin atau mengambil sebagian isi dari [situs web ini](http://ithkuil.net/) untuk penggunaan pribadi, individual, atau personal yang bersifat non-komersial dan bukan untuk tujuan keuntungan. Selain itu, Anda dapat menyalin atau mengambil sebagian kecil isi dari [situs web ini](http://ithkuil.net/) dalam artikel, makalah, atau halaman web yang diterbitkan, dapat diakses melalui web, atau didistribusikan secara komersial untuk tujuan peninjauan, komentar, atau analisis, dengan syarat Anda memberikan atribusi penuh kepada penulis dan [situs web ini](http://ithkuil.net/). + +Dokumentasi yang telah direvisi ini dirilis di bawah lisensi CC BY-NC-SA 4.0; oleh karena itu, Anda bebas untuk: + +* Berbagi — menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun. +* Adaptasi — menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini. +* Atribusi — Anda harus mencantumkan nama yang sesuai, mencantumkan tautan terhadap lisensi, dan menyatakan bahwa telah ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukan hal ini dengan cara yang sesuai, namun tidak mengisyaratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda. +* NonKomersial — Anda tidak dapat menggunakan materi ini untuk kepentingan komersial. +* BerbagiSerupa — Apabila Anda menggubah, mengubah, atau membuat turunan dari materi ini, Anda harus menyebarluaskan kontribusi Anda di bawah lisensi yang sama dengan materi asli. + +### English version + +Copyright Notice For The Original Work: + +> Copyright ©2004-2011 John Quijada. You may copy or excerpt any portion of the contents of [this website](http://ithkuil.net/) for private, individual, or personal use which is non-commercial in nature and not for purposes of profit. Otherwise, you may copy or excerpt brief portions of the contents of [this website](http://ithkuil.net/) in published, web-accessible, or commercially distributed articles, papers or webpages for purposes of review, commentary or analysis, provided you give full attribution to the author and [this website](http://ithkuil.net/). + +This revised documentation is released under the CC BY-NC-SA 4.0 license; hence, you are free to: + +* Share — copy and redistribute the material in any medium or format. +* Adapt — remix, transform, and build upon the material. +* Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. +* Non-Commercial — You may not use the material for commercial purposes. +* ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original. \ No newline at end of file diff --git a/src/id/docs/struct.md b/src/id/docs/struct.md new file mode 100644 index 00000000..c46a6a68 --- /dev/null +++ b/src/id/docs/struct.md @@ -0,0 +1,1403 @@ + + +::: tabs + +@tab I + +
    +
    Istilah
    +
    ( Cc
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Indikator status penggabungan
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    bentuk konsonan yang terdiri dari hentian glotal atau bentuk yang diawali dengan -h-.
    +
    + +@tab II + +
    +
    Istilah
    +
    Vv )
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Versi + Batang
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    afiks vokal
    +
    + +@tab III + +
    +
    Istilah
    +
    Cr
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Akar utama
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    bentuk konsonan
    +
    + +@tab IV + +
    +
    Istilah
    +
    Vr
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Fungsi + Spesifikasi + Konteks
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    afiks vokal
    +
    + +@tab V + +
    +
    Istilah
    +
    ( CsVx ... )
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Afiks VxCs berlaku untuk batang tetapi tidak untuk Ca; Bentuknya adalah -CsVx- (yaitu, terbalik dari bentuk standar Slot VII VxCs)
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    konsonan + vokal
    +
    + +@tab VI + +
    +
    Istilah
    +
    Ca
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Konfigurasi + Ekstensi + Afiliasi + Perspektif + Esensi
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    Jika Slot V terisi, Ca akan digeminasi
    +
    + +@tab VII + +
    +
    Istilah
    +
    ( VxCs ... )
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    imbuhan VxCs berlaku untuk batang + Ca
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    vokal + konsonan
    +
    + +@tab VIII + +
    +
    Istilah
    +
    ( VnCn )
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Valensi ATAU Aspek ATAU Fase ATAU Level ATAU Efek
    Pilih salah satu dari lima + Modus/Cakupan Kasus
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    Slot Modular yang berisi bentuk vokal + bentuk konsonan
    +
    + +@tab IX + +
    +
    Istilah
    +
    Vc / Vf / Vk
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Kasus ATAU Format ATAU Ilokusi + Validasi
    sebagaimana ditentukan oleh penekanan suku kata Slot X
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    afiks vokal
    +
    + +@tab X + +
    +
    Istilah
    +
    [PENEKANAN]
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    penekanan penultima = Relasi TAKDIBINGKAI +Vc
    penekanan ultima = Relasi TAKDIBINGKAI +Vk
    penekanan antepenultima = Relasi DIBINGKAI +Vc
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    Bentuk suprasegmental
    +
    + +::: + + + +::: tabs + +@tab I + +
    +
    Istilah
    +
    ( Cc
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Indikator status penggabungan
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    bentuk konsonan yang terdiri dari hentian glotal atau bentuk yang diawali dengan -h-.
    +
    + +@tab:active II + +
    +
    Istilah
    +
    Vv )
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Versi + Batang
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    afiks vokal
    +
    + +@tab III + +
    +
    Istilah
    +
    Cr
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Akar utama
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    bentuk konsonan
    +
    + +@tab IV + +
    +
    Istilah
    +
    Vr
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Fungsi + Spesifikasi + Konteks
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    afiks vokal
    +
    + +@tab V + +
    +
    Istilah
    +
    ( CsVx ... )
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Afiks VxCs berlaku untuk batang tetapi tidak untuk Ca; Bentuknya adalah -CsVx- (yaitu, terbalik dari bentuk standar Slot VII VxCs)
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    konsonan + vokal
    +
    + +@tab VI + +
    +
    Istilah
    +
    Ca
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Konfigurasi + Ekstensi + Afiliasi + Perspektif + Esensi
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    Jika Slot V terisi, Ca akan digeminasi
    +
    + +@tab VII + +
    +
    Istilah
    +
    ( VxCs ... )
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    imbuhan VxCs berlaku untuk batang + Ca
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    vokal + konsonan
    +
    + +@tab VIII + +
    +
    Istilah
    +
    ( VnCn )
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Valensi ATAU Aspek ATAU Fase ATAU Level ATAU Efek
    Pilih salah satu dari lima + Modus/Cakupan Kasus
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    Slot Modular yang berisi bentuk vokal + bentuk konsonan
    +
    + +@tab IX + +
    +
    Istilah
    +
    Vc / Vf / Vk
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Kasus ATAU Format ATAU Ilokusi + Validasi
    sebagaimana ditentukan oleh penekanan suku kata Slot X
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    afiks vokal
    +
    + +@tab X + +
    +
    Istilah
    +
    [PENEKANAN]
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    penekanan penultima = Relasi TAKDIBINGKAI +Vc
    penekanan ultima = Relasi TAKDIBINGKAI +Vk
    penekanan antepenultima = Relasi DIBINGKAI +Vc
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    Bentuk suprasegmental
    +
    + +::: + + + +::: tabs + +@tab I + +
    +
    Istilah
    +
    ( Cc
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Indikator status penggabungan
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    bentuk konsonan yang terdiri dari hentian glotal atau bentuk yang diawali dengan -h-.
    +
    + +@tab:active II + +
    +
    Istilah
    +
    Vv )
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Versi + Batang
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    afiks vokal
    +
    + +@tab III + +
    +
    Istilah
    +
    Cr
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Akar utama
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    bentuk konsonan
    +
    + +@tab IV + +
    +
    Istilah
    +
    Vr
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Fungsi + Spesifikasi + Konteks
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    afiks vokal
    +
    + +@tab V + +
    +
    Istilah
    +
    ( CsVx ... )
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Afiks VxCs berlaku untuk batang tetapi tidak untuk Ca; Bentuknya adalah -CsVx- (yaitu, terbalik dari bentuk standar Slot VII VxCs)
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    konsonan + vokal
    +
    + +@tab VI + +
    +
    Istilah
    +
    Ca
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Konfigurasi + Ekstensi + Afiliasi + Perspektif + Esensi
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    Jika Slot V terisi, Ca akan digeminasi
    +
    + +@tab VII + +
    +
    Istilah
    +
    ( VxCs ... )
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    imbuhan VxCs berlaku untuk batang + Ca
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    vokal + konsonan
    +
    + +@tab VIII + +
    +
    Istilah
    +
    ( VnCn )
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Valensi ATAU Aspek ATAU Fase ATAU Level ATAU Efek
    Pilih salah satu dari lima + Modus/Cakupan Kasus
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    Slot Modular yang berisi bentuk vokal + bentuk konsonan
    +
    + +@tab IX + +
    +
    Istilah
    +
    Vc / Vf / Vk
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Kasus ATAU Format ATAU Ilokusi + Validasi
    sebagaimana ditentukan oleh penekanan suku kata Slot X
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    afiks vokal
    +
    + +@tab X + +
    +
    Istilah
    +
    [PENEKANAN]
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    penekanan penultima = Relasi TAKDIBINGKAI +Vc
    penekanan ultima = Relasi TAKDIBINGKAI +Vk
    penekanan antepenultima = Relasi DIBINGKAI +Vc
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    Bentuk suprasegmental
    +
    + +::: + + + +::: tabs + +@tab I + +
    +
    Istilah
    +
    ( Cc
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Indikator status penggabungan
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    bentuk konsonan yang terdiri dari hentian glotal atau bentuk yang diawali dengan -h-.
    +
    + +@tab II + +
    +
    Istilah
    +
    Vv )
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Versi + Batang
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    afiks vokal
    +
    + +@tab III + +
    +
    Istilah
    +
    Cr
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Akar utama
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    bentuk konsonan
    +
    + +@tab IV + +
    +
    Istilah
    +
    Vr
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Fungsi + Spesifikasi + Konteks
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    afiks vokal
    +
    + +@tab V + +
    +
    Istilah
    +
    ( CsVx ... )
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Afiks VxCs berlaku untuk batang tetapi tidak untuk Ca; Bentuknya adalah -CsVx- (yaitu, terbalik dari bentuk standar Slot VII VxCs)
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    konsonan + vokal
    +
    + +@tab:active VI + +
    +
    Istilah
    +
    Ca
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Konfigurasi + Ekstensi + Afiliasi + Perspektif + Esensi
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    Jika Slot V terisi, Ca akan digeminasi
    +
    + +@tab VII + +
    +
    Istilah
    +
    ( VxCs ... )
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    imbuhan VxCs berlaku untuk batang + Ca
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    vokal + konsonan
    +
    + +@tab VIII + +
    +
    Istilah
    +
    ( VnCn )
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Valensi ATAU Aspek ATAU Fase ATAU Level ATAU Efek
    Pilih salah satu dari lima + Modus/Cakupan Kasus
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    Slot Modular yang berisi bentuk vokal + bentuk konsonan
    +
    + +@tab IX + +
    +
    Istilah
    +
    Vc / Vf / Vk
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Kasus ATAU Format ATAU Ilokusi + Validasi
    sebagaimana ditentukan oleh penekanan suku kata Slot X
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    afiks vokal
    +
    + +@tab X + +
    +
    Istilah
    +
    [PENEKANAN]
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    penekanan penultima = Relasi TAKDIBINGKAI +Vc
    penekanan ultima = Relasi TAKDIBINGKAI +Vk
    penekanan antepenultima = Relasi DIBINGKAI +Vc
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    Bentuk suprasegmental
    +
    + +::: + + + +::: tabs + +@tab I + +
    +
    Istilah
    +
    ( Cc
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Indikator status penggabungan
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    bentuk konsonan yang terdiri dari hentian glotal atau bentuk yang diawali dengan -h-.
    +
    + +@tab:active II + +
    +
    Istilah
    +
    Vv )
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Versi + Batang
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    afiks vokal
    +
    + +@tab III + +
    +
    Istilah
    +
    Cr
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Akar utama
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    bentuk konsonan
    +
    + +@tab IV + +
    +
    Istilah
    +
    Vr
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Fungsi + Spesifikasi + Konteks
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    afiks vokal
    +
    + +@tab V + +
    +
    Istilah
    +
    ( CsVx ... )
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Afiks VxCs berlaku untuk batang tetapi tidak untuk Ca; Bentuknya adalah -CsVx- (yaitu, terbalik dari bentuk standar Slot VII VxCs)
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    konsonan + vokal
    +
    + +@tab VI + +
    +
    Istilah
    +
    Ca
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Konfigurasi + Ekstensi + Afiliasi + Perspektif + Esensi
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    Jika Slot V terisi, Ca akan digeminasi
    +
    + +@tab VII + +
    +
    Istilah
    +
    ( VxCs ... )
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    imbuhan VxCs berlaku untuk batang + Ca
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    vokal + konsonan
    +
    + +@tab VIII + +
    +
    Istilah
    +
    ( VnCn )
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Valensi ATAU Aspek ATAU Fase ATAU Level ATAU Efek
    Pilih salah satu dari lima + Modus/Cakupan Kasus
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    Slot Modular yang berisi bentuk vokal + bentuk konsonan
    +
    + +@tab IX + +
    +
    Istilah
    +
    Vc / Vf / Vk
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Kasus ATAU Format ATAU Ilokusi + Validasi
    sebagaimana ditentukan oleh penekanan suku kata Slot X
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    afiks vokal
    +
    + +@tab X + +
    +
    Istilah
    +
    [PENEKANAN]
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    penekanan penultima = Relasi TAKDIBINGKAI +Vc
    penekanan ultima = Relasi TAKDIBINGKAI +Vk
    penekanan antepenultima = Relasi DIBINGKAI +Vc
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    Bentuk suprasegmental
    +
    + +::: + + + +::: tabs + +@tab I + +
    +
    Istilah
    +
    ( Cc
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Indikator status penggabungan
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    bentuk konsonan yang terdiri dari hentian glotal atau bentuk yang diawali dengan -h-.
    +
    + +@tab II + +
    +
    Istilah
    +
    Vv )
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Versi + Batang
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    afiks vokal
    +
    + +@tab III + +
    +
    Istilah
    +
    Cr
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Akar utama
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    bentuk konsonan
    +
    + +@tab:active IV + +
    +
    Istilah
    +
    Vr
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Fungsi + Spesifikasi + Konteks
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    afiks vokal
    +
    + +@tab V + +
    +
    Istilah
    +
    ( CsVx ... )
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Afiks VxCs berlaku untuk batang tetapi tidak untuk Ca; Bentuknya adalah -CsVx- (yaitu, terbalik dari bentuk standar Slot VII VxCs)
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    konsonan + vokal
    +
    + +@tab VI + +
    +
    Istilah
    +
    Ca
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Konfigurasi + Ekstensi + Afiliasi + Perspektif + Esensi
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    Jika Slot V terisi, Ca akan digeminasi
    +
    + +@tab VII + +
    +
    Istilah
    +
    ( VxCs ... )
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    imbuhan VxCs berlaku untuk batang + Ca
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    vokal + konsonan
    +
    + +@tab VIII + +
    +
    Istilah
    +
    ( VnCn )
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Valensi ATAU Aspek ATAU Fase ATAU Level ATAU Efek
    Pilih salah satu dari lima + Modus/Cakupan Kasus
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    Slot Modular yang berisi bentuk vokal + bentuk konsonan
    +
    + +@tab IX + +
    +
    Istilah
    +
    Vc / Vf / Vk
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Kasus ATAU Format ATAU Ilokusi + Validasi
    sebagaimana ditentukan oleh penekanan suku kata Slot X
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    afiks vokal
    +
    + +@tab X + +
    +
    Istilah
    +
    [PENEKANAN]
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    penekanan penultima = Relasi TAKDIBINGKAI +Vc
    penekanan ultima = Relasi TAKDIBINGKAI +Vk
    penekanan antepenultima = Relasi DIBINGKAI +Vc
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    Bentuk suprasegmental
    +
    + +::: + + + +::: tabs + +@tab I + +
    +
    Istilah
    +
    ( Cc
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Indikator status penggabungan
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    bentuk konsonan yang terdiri dari hentian glotal atau bentuk yang diawali dengan -h-.
    +
    + +@tab II + +
    +
    Istilah
    +
    Vv )
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Versi + Batang
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    afiks vokal
    +
    + +@tab III + +
    +
    Istilah
    +
    Cr
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Akar utama
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    bentuk konsonan
    +
    + +@tab IV + +
    +
    Istilah
    +
    Vr
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Fungsi + Spesifikasi + Konteks
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    afiks vokal
    +
    + +@tab V + +
    +
    Istilah
    +
    ( CsVx ... )
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Afiks VxCs berlaku untuk batang tetapi tidak untuk Ca; Bentuknya adalah -CsVx- (yaitu, terbalik dari bentuk standar Slot VII VxCs)
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    konsonan + vokal
    +
    + +@tab VI + +
    +
    Istilah
    +
    Ca
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Konfigurasi + Ekstensi + Afiliasi + Perspektif + Esensi
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    Jika Slot V terisi, Ca akan digeminasi
    +
    + +@tab VII + +
    +
    Istilah
    +
    ( VxCs ... )
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    imbuhan VxCs berlaku untuk batang + Ca
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    vokal + konsonan
    +
    + +@tab VIII + +
    +
    Istilah
    +
    ( VnCn )
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Valensi ATAU Aspek ATAU Fase ATAU Level ATAU Efek
    Pilih salah satu dari lima + Modus/Cakupan Kasus
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    Slot Modular yang berisi bentuk vokal + bentuk konsonan
    +
    + +@tab:active IX + +
    +
    Istilah
    +
    Vc / Vf / Vk
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Kasus ATAU Format ATAU Ilokusi + Validasi
    sebagaimana ditentukan oleh penekanan suku kata Slot X
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    afiks vokal
    +
    + +@tab X + +
    +
    Istilah
    +
    [PENEKANAN]
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    penekanan penultima = Relasi TAKDIBINGKAI +Vc
    penekanan ultima = Relasi TAKDIBINGKAI +Vk
    penekanan antepenultima = Relasi DIBINGKAI +Vc
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    Bentuk suprasegmental
    +
    + +::: + + + +::: tabs + +@tab I + +
    +
    Istilah
    +
    ( Cc
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Indikator status penggabungan
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    bentuk konsonan yang terdiri dari hentian glotal atau bentuk yang diawali dengan -h-.
    +
    + +@tab II + +
    +
    Istilah
    +
    Vv )
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Versi + Batang
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    afiks vokal
    +
    + +@tab III + +
    +
    Istilah
    +
    Cr
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Akar utama
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    bentuk konsonan
    +
    + +@tab IV + +
    +
    Istilah
    +
    Vr
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Fungsi + Spesifikasi + Konteks
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    afiks vokal
    +
    + +@tab V + +
    +
    Istilah
    +
    ( CsVx ... )
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Afiks VxCs berlaku untuk batang tetapi tidak untuk Ca; Bentuknya adalah -CsVx- (yaitu, terbalik dari bentuk standar Slot VII VxCs)
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    konsonan + vokal
    +
    + +@tab VI + +
    +
    Istilah
    +
    Ca
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Konfigurasi + Ekstensi + Afiliasi + Perspektif + Esensi
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    Jika Slot V terisi, Ca akan digeminasi
    +
    + +@tab VII + +
    +
    Istilah
    +
    ( VxCs ... )
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    imbuhan VxCs berlaku untuk batang + Ca
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    vokal + konsonan
    +
    + +@tab:active VIII + +
    +
    Istilah
    +
    ( VnCn )
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Valensi ATAU Aspek ATAU Fase ATAU Level ATAU Efek
    Pilih salah satu dari lima + Modus/Cakupan Kasus
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    Slot Modular yang berisi bentuk vokal + bentuk konsonan
    +
    + +@tab IX + +
    +
    Istilah
    +
    Vc / Vf / Vk
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Kasus ATAU Format ATAU Ilokusi + Validasi
    sebagaimana ditentukan oleh penekanan suku kata Slot X
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    afiks vokal
    +
    + +@tab X + +
    +
    Istilah
    +
    [PENEKANAN]
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    penekanan penultima = Relasi TAKDIBINGKAI +Vc
    penekanan ultima = Relasi TAKDIBINGKAI +Vk
    penekanan antepenultima = Relasi DIBINGKAI +Vc
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    Bentuk suprasegmental
    +
    + +::: + + + +::: tabs + +@tab I + +
    +
    Istilah
    +
    ( Cc
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Indikator status penggabungan
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    bentuk konsonan yang terdiri dari hentian glotal atau bentuk yang diawali dengan -h-.
    +
    + +@tab II + +
    +
    Istilah
    +
    Vv )
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Versi + Batang
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    afiks vokal
    +
    + +@tab III + +
    +
    Istilah
    +
    Cr
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Akar utama
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    bentuk konsonan
    +
    + +@tab IV + +
    +
    Istilah
    +
    Vr
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Fungsi + Spesifikasi + Konteks
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    afiks vokal
    +
    + +@tab:active V + +
    +
    Istilah
    +
    ( CsVx ... )
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Afiks VxCs berlaku untuk batang tetapi tidak untuk Ca; Bentuknya adalah -CsVx- (yaitu, terbalik dari bentuk standar Slot VII VxCs)
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    konsonan + vokal
    +
    + +@tab VI + +
    +
    Istilah
    +
    Ca
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Konfigurasi + Ekstensi + Afiliasi + Perspektif + Esensi
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    Jika Slot V terisi, Ca akan digeminasi
    +
    + +@tab VII + +
    +
    Istilah
    +
    ( VxCs ... )
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    imbuhan VxCs berlaku untuk batang + Ca
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    vokal + konsonan
    +
    + +@tab VIII + +
    +
    Istilah
    +
    ( VnCn )
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Valensi ATAU Aspek ATAU Fase ATAU Level ATAU Efek
    Pilih salah satu dari lima + Modus/Cakupan Kasus
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    Slot Modular yang berisi bentuk vokal + bentuk konsonan
    +
    + +@tab IX + +
    +
    Istilah
    +
    Vc / Vf / Vk
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    Kasus ATAU Format ATAU Ilokusi + Validasi
    sebagaimana ditentukan oleh penekanan suku kata Slot X
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    afiks vokal
    +
    + +@tab X + +
    +
    Istilah
    +
    [PENEKANAN]
    +
    +
    +
    Kategori
    +
    penekanan penultima = Relasi TAKDIBINGKAI +Vc
    penekanan ultima = Relasi TAKDIBINGKAI +Vk
    penekanan antepenultima = Relasi DIBINGKAI +Vc
    +
    +
    +
    Bentuk
    +
    Bentuk suprasegmental
    +
    + +::: \ No newline at end of file diff --git a/src/id/docs/term.md b/src/id/docs/term.md new file mode 100644 index 00000000..b5180af5 --- /dev/null +++ b/src/id/docs/term.md @@ -0,0 +1,548 @@ +--- +title: Daftar Istilah +--- + +Daftar diambil dari src/ja/docs/term.md + +List taken from src/ja/docs/term.md + +::: tabs + +@tab Konsep dasar + +* peran semantik semantic role +* peran pragmatik pragmatic role +* hubungan gramatikal (atau sintaksis) grammatical (or syntactical) relations +* struktur argumen argument structure +* Slot Posisional Positional Slot + +@tab Fonologi + +* fon phone +* fonem phoneme +* nada; intonasi pitch +* aksen accent +* penekanan stress + * diberi penekanan stressed +* pola penekanan stress pattern + * penekanan penultima penultimate stress + * penekanan ultima ultimate stress + * penekanan antepenultima antepenultimate stress +* penekanan suku kata syllabic stress +* nada tone +* fonotaktik phonotactics +* fonologi phonology +* bentuk konsonan dan bentuk vokal consonant-form and vowel-form +* hentian glotal glottal stop +* Vokal Epentetik Epenthetic Vowel +* bersuara voiced +* nirsuara voiceless +* kontinuan continuant +* getar apiko-alveolar apico-alveolar trill +* antarvokal intervocalic +* gesek affricate +* plosif plosive +* geser fricative +* sibilan sibilant +* kontinuan sibilan sibilant continuant +* Geminasi Gemination +* digeminasi; geminasikan to be geminated +* konsonan yang digeminasi geminated consonant +* posisi awal kata word-initial position +* posisi akhir kata word-final position +* diakritik diacritic + * aksen tirus acute accent + * aksen sirkumfleks circumflex accent + * aksen nontirus grave accent +* sambungan tertulis written juncture + +@tab Hal-hal yang berhubungan dengan formatif + +* morf morph +* morfem morpheme +* akar kata; akar root + * Akar Pembawa Carrier Root + * Akar Cs Khusus Specialized Cs-Roots + * Akar Referensial Khusus Specialized Referential Roots +* Batang kata; Batang Stems + * Batang 1 Stem 1 + * Batang 2 Stem 2 + * Batang 3 Stem 3 + * Batang 0 Stem 0 +* Imbuhan Affixes + * Derajat Degrees + * Tipe Gradien Gradient-Type + * Tipe Imbuhan Affix Type + * Imbuhan Tipe 1 Type-1 Affix + * Imbuhan Tipe 2 Type-2 Affix + * Imbuhan Tipe 3 Type-3 Affix +* Penggabungan Concatenation + * Tipe Penggabungan Concatenation Type + * Pasangan Penggabungan Concatenated Pair + * Penggabungan Berantai Concatenation/Concatenated Chain + * Status Penggabungan Concatenation Status + * Tidak ada Penggabungan No Concatenation + * Penggabungan Tipe 1 Type-1 Concatenation + * Penggabungan Tipe 2 Type-2 Concatenation + * tidak digabungkan unconcatenated + * digabungkan concatenated + * formatif tergabung concatenated formative + * formatif tergabung Tipe 1 Type-1 concatenated formative + * formatif tergabung Tipe 2 Type-2 concatenated formative +* situasional circumstantial +* dervasional derivational +* terbatas limited +* gabungan portmanteau +* kategori category +* pembentukan formation +* kompleks imbuhan affix-complex +* deskriptif descriptive +* jalan pintas; pintasan shortcut +* tipologi typology +* bahasa aglutinatif agglutinative language +* bahasa sintetis synthetic language +* batang morfosemantik morpho-semantic stem +* infleksi inflection +* derivasi derivation +* struktur kata word structure +* slot slot +* Urutan Bentuk Vokal Standar Standard Vowel-Form Sequence +* penghafalan memorization +* bagan; tabel chart +* matriks matrix +* diftong diphthong +* gugus dwisuku kata disyllabic conjunct +* gugus dwivokal bivocalic conjunct +* tidak diperbolehkan secara fonotaktik phonotactically impermissible +* tidak diinginkan secara kemerduan euphonically undesirable +* struktur morfologi morphological structure +* pembalikan reversal + +@tab Kelas kata + +1. Formatif Formatives + * Formatif Induk Parent Formative + * Formatif yang Berdiri Sendiri Standalone Formative + * Formatif Gabungan Concatenated Formatives + +2. Adjung Adjuncts + * Adjung Imbuhan Affixual Adjuncts + * Adjung Imbuhan Tunggal Single-Affix Adjunct + * Adjung Banyak Imbuhan Multiple-Affix Adjunct + * Adjung Modular Modular Adjuncts + * Adjung Laras Bahasa Register Adjuncts + * Adjung Tambahan Suppletive Adjuncts + * Adjung Pembawa CAR Carrier Adjunct + * Adjung Kutipan QUO Quotative Adjunct + * Adjung Penama NAM Naming Adjunct + * Adjung Frasa PHR Phrasal Adjunct + * Adjung Bias Bias Adjuncts + * Adjung Pengurai Parsing Adjuncts + +3. Referensial Referentials + * Referensial Perujuk Tunggal Single-Referent Referential + * Referensial Perujuk Ganda Dual-Referent Referential + * Referensial Kombinasi dengan Penumpukan Kasus Combination Referential with Case-Stacking + * Referensial Penutur Tunggal 1m Monadic Speaker Referential + * Referensial Penerima tunggal 2m Monadic Addressee Referential + * Referensial Penerima Jamak 2p Polyadic Addressee Referential + * Referensial Orang Ketiga Hidup Tunggal ma Monadic Animate 3rd Party Referential + * Referensial Orang Ketiga Hidup Jamak pa Polyadic Animate 3rd Party Referential + * Referensial Orang Ketiga Mati Tunggal mi Monadic Inanimate 3rd Party Referential + * Referensial Orang Ketiga Mati Jamak pi Polyadic Inanimate 3rd Party Referential + * Referensial Orang Ketiga Campuran Hidup/Mati Mx Mixed Animate/Inanimate 3rd Party Referential + * Referensial Pengulangan Rdp Reduplicative Referential + * Referensial Orang Keempat Obv Obviative Referential + * Referensial Takjelas PVS Provisional Referential + +@tab:active Istilah Tata Bahasa + +Spesifikasi Specifications + +* Spesifikasi Dasar BSC Basic Specification +* Spesifikasi Kontensial CTE Contential Specification +* Spesifikasi Konstitutif CSV Constitutive Specification +* Spesifikasi Ojektif OBJ Objective Specification + +Fungsi Functions + +* Fungsi Statis/Statif STA Static/Stative Function +* Fungsi Dinamis DYN Dynamic Function + +Versi Versions + +* Versi Prosesual PRC Processual Version +* Versi Kompletif CPT Completive Version + +Konfigurasi Configurations + +* Pleksitas Plexities + * Unipleks U- Uniplex + * Dupleks D- Duplex + * Multipleks M- Multiplex +* Keserupaan Similarities + * Serupa -S- Similar + * Berbeda -D- Different/Dissimilar + * Kabur -F- Fuzzy +* Keterpisahan Separabilities + * Terpisah -S Separate + * Terhubung -C Connected + * Menyatu -F Fused + +Daftar kombinasi Konfigurasi + +* Konfigurasi Unipleks UPX Uniplex Configuration +* Konfigurasi Multipleks-Serupa-Terpisah MSS Multiplex-Similar-Separate Configuration +* Konfigurasi Multipleks-Serupa-Terhubung MSC Multiplex-Similar-Connected Configuration +* Konfigurasi Multipleks-Serupa-Menyatu MSF Multiplex-Similar-Fused Configuration +* Konfigurasi Multipleks-Berbeda-Terpisah MDS Multiplex-Dissimilar-Separate Configuration +* Konfigurasi Multipleks-Berbeda-Terhubung MDC Multiplex-Dissimilar-Connected Configuration +* Konfigurasi Multipleks-Berbeda-Menyatu MDF Multiplex-Dissimilar-Fused Configuration +* Konfigurasi Multipleks-Kabur-Terpisah MFS Multiplex-Fuzzy-Separate Configuration +* Konfigurasi Multipleks-Kabur-Terhubung MFC Multiplex-Fuzzy-Connected Configuration +* Konfigurasi Multipleks-Kabur-Menyatu MFF Multiplex-Fuzzy-Fused Configuration +* Konfigurasi Dupleks DPX Duplex Configuration +* Konfigurasi Dupleks-Serupa-Terpisah DSS Duplex-Similar-Separate Configuration +* Konfigurasi Dupleks-Serupa-Terhubung DSC Duplex-Similar-Connected Configuration +* Konfigurasi Dupleks-Serupa-Menyatu DSF Duplex-Similar-Fused Configuration +* Konfigurasi Dupleks-Berbeda-Terpisah DDS Duplex-Dissimilar-Separate Configuration +* Konfigurasi Dupleks-Berbeda-Terhubung DDC Duplex-Dissimilar-Connected Configuration +* Konfigurasi Dupleks-Berbeda-Menyatu DDF Duplex-Dissimilar-Fused Configuration +* Konfigurasi Dupleks-Kabur-Terpisah DFS Duplex-Fuzzy-Separate Configuration +* Konfigurasi Dupleks-Kabur-Terhubung DFC Duplex-Fuzzy-Connected Configuration +* Konfigurasi Dupleks-Kabur-Menyatu DFF Duplex-Fuzzy-Fused Configuration + +Afiliasi Affiliations + +* Afiliasi Konsolidatif CSL Consolidative Affiliation +* Afiliasi Asosiatif ASO Associative Affiliation +* Afiliasi Koalesen COA Coalescent Affiliation +* Afiliasi Variatif VAR Variative Affiliation + +Ekstensi Extensions + +* Ekstensi Delimitif DEL Delimitive Extension +* Ekstensi Proksimal PRX Proximal Extension +* Ekstensi Inseptif ICP Inceptive Extension +* Ekstensi Atenuatif ATV Attenuative Extension +* Ekstensi Graduatif GRA Graduative Extension +* Ekstensi Depletif DPL Depletive Extension + +Perspektif Perspectives + +* Perspektif Tunggal M Monadic Perspective +* Perspektif Aglomeratif G Agglomerative Perspective +* Perspektif Nomik N Nomic Perspective +* Perspektif Abstrak A Abstract Perspective + +Esensi Essences + +* Esensi Normal NRM Normal Essence +* Esensi Representatif RPV Representative Essence + +Aspek Aspects + +* Aspek Retrospektif RTR Retrospective Aspect +* Aspek Prospektif PRS Prospective Aspect +* Aspek Habitual HAB Habitual Aspect +* Aspek Progresif PRG Progressive Aspect +* Aspek Iminen IMM Imminent Aspect +* Aspek Presesif PCS Precessive Aspect +* Aspek Regulatif REG Regulative Aspect +* Aspek Sumatif SMM Summative Aspect +* Aspek Antisipatori ATP Anticipatory Aspect +* Aspek Resumtif RSM Resumptive Aspect +* Aspek Sesatif CSS Cessative Aspect +* Aspek Pausal PAU Pausal Aspect +* Aspek Regresif RGR Regressive Aspect +* Aspek Preklusif PCL Preclusive Aspect +* Aspek Kontinuatif CNT Continuative Aspect +* Aspek Insesatif ICS Incessative Aspect +* Aspek Eksperiental EXP Experiential Aspect +* Aspek Interuptif IRP Interruptive Aspect +* Aspek Preemtif PMP Preemptive Aspect +* Aspek Klimatis CLM Climactic Aspect +* Aspek Dilatori DLT Dilatory Aspect +* Aspek Temporer TMP Temporary Aspect +* Aspek Ekspenditif XPD Expenditive Aspect +* Aspek Limitatif LIM Limitative Aspect +* Aspek Ekspeditic EPD Expeditive Aspect +* Aspek Protaktif PTC Protractive Aspect +* Aspek Preparatori PPR Preparatory Aspect +* Aspek Disklusif DCL Disclusive Aspect +* Aspek Konklusif CCL Conclusive Aspect +* Aspek Kulminatif CUL Culminative Aspect +* Aspek Intermediatif IMD Intermediative Aspect +* Aspek Tardatif TRD Tardative Aspect +* Aspek Transisional TNS Transitional Aspect +* Aspek Interkomutatif ITC Intercommutative Aspect +* Aspek Motif MTV Motive Aspect +* Aspek Sekuensial SQN Sequential Aspect + +Efek Effects + +* Efek Bermanfaat bagi Penutur 1:BEN Beneficial to Speaker Effect +* Efek Bermanfaat bagi Penerima 2:BEN Beneficial to Addressee Effect +* Efek Bermanfaat bagi Orang Ketiga 3:BEN Beneficial to Third Party Effect +* Efek Bermanfaat bagi Diri Sendiri SLF:BEN Beneficial to Self Effect +* Efek Manfaat yang Tidak Diketahui UNK Unknown Benefit Effect +* Efek Merugikan bagi Diri Sendiri SLF:DET Detrimental to Self Effect +* Efek Merugikan bagi Orang Ketiga 3:DET Detrimental to Third Party Effect +* Efek Merugikan bagi Penerima 2:DET Detrimental to Addressee Effect +* Efek Merugikan bagi Penutur 1:DET Detrimental to Speaker Effect + +Level Levels + +* Level Relatif Relative Level +* Level Mutlak Absolute Level + +* Level Minimal MIN Minimal Level +* Level Subekuatif SBE Subequative Level +* Level Inferior IFR Inferior Level +* Level Defisien DFT Deficient Level +* Level Ekuatif EQU Equative Level +* Level Surpasif SUR Surpassive Level +* Level Superlatif SPL Superlative Level +* Level Superekuatif SPQ Superequative Level +* Level Maksimal MAX Maximal Level + +Fase Phases + +* Fase Pungtual PCT Punctual Phase +* Fase Iteratif ITR Iterative Phase +* Fase Repetitif REP Repetitive Phase +* Fase Intermiten ITM Intermittent Phase +* Fase Rekuren RCT Recurrent Phase +* Fase Frekuentatif FRE Frequentative Phase +* Fase Fragmentatif FRG Fragmentative Phase +* Fase Vasilatif VAC Vacillative Phase +* Fase Fluktuatif FLC Fluctuative Phase + +Valensi Valences + +* Valensi Monoaktif MNO Monoactive Valence +* Valensi Paralel PRL Parallel Valence +* Valensi Koroler CRO Corollary Valence +* Valensi Resiprokal RCP Reciprocal Valence +* Valensi Komplementer CPL Complementary Valence +* Valensi Duplikatif DUP Duplicative Valence +* Valensi Demonstratif DEM Demonstrative Valence +* Valensi Kontingen CNG Contingent Valence +* Valensi Partisipatif PTI Participative Valence + +Konteks Contexts + +* Konteks Eksistensial EXS Existential Context +* Konteks Fungsional FNC Functional Context +* Konteks Representasional RPS Representational Context +* Konteks Amalgamatif AMG Amalgamative Context + +Kasus Cases & Format Formats + +* Kasus-kasus Transrelatif Transrelative Cases + * Kasus Tematik THM Thematic Case + * Kasus Instrumental INS Instrumental Case + * Kasus Absolutif ABS Absolutive Case + * Kasus Afektif AFF Affective Case + * Kasus Stimulatif STM Stimulative Case + * Kasus Efektuatif EFF Effectuative Case + * Kasus Ergatif ERG Ergative Case + * Kasus Datif DAT Dative Case + * Kasus Indusif IND Inducive Case +* Kasus-kasus Apositif Appositive Cases + * Kasus Posesif POS Possessive Case + * Kasus Proprietif PRP Proprietive Case + * Kasus Genitif GEN Genitive Case + * Kasus Atributif ATT Attributive Case + * Kasus Produktif PDC Productive Case + * Kasus Interpretatif ITP Interpretative Case + * Kasus Originatif OGN Originative Case + * Kasus Interdependen IDP Interdependent Case + * Kasus Partitif PAR Partitive Case +* Kasus-kasus Asosiatif Associative Cases + * Kasus Aplikatif APL Applicative Case + * Kasus Purposif PUR Purposive Case + * Kasus Transmisif TRA Transmissive Case + * Kasus Deferensial DFR Deferential Case + * Kasus Kontrastif CRS Contrastive Case + * Kasus Transpositif TSP Transpositive Case + * Kasus Komutatif CMM Commutative Case + * Kasus Komparatif CMP Comparative Case + * Kasus Konsideratif CSD Considerative Case +* Kasus-kasus Adverbial Adverbial Cases + * Kasus Fungtif FUN Functive Case + * Kasus Transformatif TFM Transformative Case + * Kasus Klasifikatif CLA Classificative Case + * Kasus Resultatif RSL Resultative Case + * Kasus Konsumtif CSM Consumptive Case + * Kasus Konsesif CON Concessive Case + * Kasus Aversif AVR Aversive Case + * Kasus Konversif CVS Conversive Case + * Kasus Situatif SIT Situative Case +* Kasus-kasus Relasional Relational Cases + * Kasus Pertinensial PRN Pertinential Case + * Kasus Deskriptif DSP Descriptive Case + * Kasus Korelatif COR Correlative Case + * Kasus Kompositif CPS Compositive Case + * Kasus Komitatif COM Comitative Case + * Kasus Utilitatif UTL Utilitative Case + * Kasus Predikatif PRD Predicative Case + * Kasus Relatif RLT Relative Case +* Kasus-kasus Afinitif Affinitive Cases + * Kasus Aktifatif ACT Activative Case + * Kasus Asimilatif ASI Assimilative Case + * Kasus Esif ESS Essive Case + * Kasus Terminatif TRM Terminative Case + * Kasus Selektif SEL Selective Case + * Kasus Konformatif CFM Conformative Case + * Kasus Dependen DEP Dependent Case + * Kasus Vokatif VOC Vocative Case +* Kasus-kasus Ruang Waktu Spatio-Temporal Cases + * Kasus Lokatif LOC Locative Case + * Kasus Atendan ATD Attendant Case + * Kasus Alatif ALL Allative Case + * Kasus Ablatif ABL Ablative Case + * Kasus Orientatif ORI Orientative Case + * Kasus Interelatif IRL Interrelative Case + * Kasus Intratif INV Intrative Case + * Kasus Navigatif NAV Navigative Case + * Kasus Konkursif CNR Concursive Case + * Kasus Asesif ASS Assessive Case + * Kasus Periodik PER Periodic Case + * Kasus Prolapsif PRO Prolapsive Case + * Kasus Prekursif PCV Precursive Case + * Kasus Poskursif PCR Postcursive Case + * Kasus Elapsif ELP Elapsive Case + * Kasus Prolimitif PLM Prolimitive Case + +Cakupan Kasus Case-Scope + +* Cakupan Kasus Alami CCN Natural Case-Scope +* Cakupan Kasus Anteseden CCA Antecedent Case-Scope +* Cakupan Kasus Subaltern CCS Subaltern Case-Scope +* Cakupan Kasus Kualifer CCS Qualifier Case-Scope +* Cakupan Kasus Preseden CCS Precedent Case-Scope +* Cakupan Kasus Suksesif CCV Successive Case-Scope + +Modus Moods + +* Modus Faktual FAC Factual Mood +* Modus Subjungtif SUB Subjunctive Mood +* Modus Asumtif ASM Assumptive Mood +* Modus Spekulatif SPC Speculative Mood +* Modus Kontrafaktif COU Counterfactive Mood +* Modus Hipotetis HYP Hypothetical Mood + +Validasi Validations + +* Validasi Observasionak OBS Observational Validation +* Validasi Rekolektif REC Recollective Validation +* Validasi Purposif PUP Purportive Validation +* Validasi Reportif RPR Reportive Validation +* Validasi Takditentukan USP Unspecified Validation +* Validasi Imaginer IMA Imaginary Validation +* Validasi Konvensional CVN Conventional Validation +* Validasi Intuitif ITU Intuitive Validation +* Validasi Inferensial INF Inferential Validation + +Ilokusi Illocutions + +* Ilokusi Asertif ASR Assertive Illocution +* Ilokusi Direktif DIR Directive Illocution +* Ilokusi Deklaratif DEC Declarative Illocution +* Ilokusi Interogatif IRG Interrogative Illocution +* Ilokusi Verifikatif VRF Verificative Illocution +* Ilokusi Admonitif ADM Admonitive Illocution +* Ilokusi Potensiatif POT Potentiative Illocution +* Ilokusi Hortatif HOR Hortative Illocution +* Ilokusi Konjektural CNJ Conjectural Illocution + +Seruan Bias + +* Seruan Aksidental ACC Accidental Bias +* Seruan Arketipal ACH Archetypal Bias +* Seruan Admisif ADS Admissive Bias +* Seruan Anunsiatif ANN Annunciative Bias +* Seruan Antisipatif ANP Anticipative Bias +* Seruan Aprobatif APB Approbative Bias +* Seruan Aprehensif APH Apprehensive Bias +* Seruan Arbiter ARB Arbitrary Bias +* Seruan Atentif ATE Attentive Bias +* Seruan Komedik CMD Comedic Bias +* Seruan Kontensif CNV Contensive Bias +* Seruan Koinsidental COI Coincidental Bias +* Seruan Koruptif CRP Corruptive Bias +* Seruan Korelatif CRR Corrective Bias +* Seruan Kontemtif CTP Contemptive Bias +* Seruan Kontemplatif CTV Contemplative Bias +* Seruan Diskonsertif DCC Disconcertive Bias +* Seruan Dejektif DEJ Dejective Bias +* Seruan Desperatif DES Desperative Bias +* Seruan Difiden DFD Diffident Bias +* Seruan Dismisif DIS Dismissive Bias +* Seruan Delektatif DLC Delectative Bias +* Seruan Dolorus DOL Dolorous Bias +* Seruan Disaprobatif DPB Disapprobative Bias +* Seruan Derisif DRS Derisive Bias +* Seruan Dubitatif DUB Dubitative Bias +* Seruan Euforik EUH Euphoric Bias +* Seruan Eufemistik EUP Euphemistic Bias +* Seruan Eksasperatif EXA Exasperative Bias +* Seruan Eksigen EXG Exigent Bias +* Seruan Fortuitus FOR Fortuitous Bias +* Seruan Fasinatif FSC Fascinative Bias +* Seruan Gratifikatif GRT Gratificative Bias +* Seruan Indignatif IDG Indignative Bias +* Seruan Infatuatif IFT Infatuative Bias +* Seruan Implikatif IPL Implicative Bias +* Seruan Impasien IPT Impatient Bias +* Seruan Ironik IRO Ironic Bias +* Seruan Insipid ISP Insipid Bias +* Seruan Individus IVD Invidious Bias +* Seruan Mandatori MND Mandatory Bias +* Seruan Manifestif MNF Manifestive Bias +* Seruan Optimal OPT Optimal Bias +* Seruan Pesimistis PES Pessimistic Bias +* Seruan Propitus PPT Propitious Bias +* Seruan Prepleksif PPX Perplexive Bias +* Seruan Propositif PPV Propositive Bias +* Seruan Prosaik PSC Prosaic Bias +* Seruan Presumtif PSM Presumptive Bias +* Seruan Reaktif RAC Reactive Bias +* Seruan Reflektif RFL Reflective Bias +* Seruan Resignatif RSG Resignative Bias +* Seruan Repulsif RPU Repulsive Bias +* Seruan Revelatif RVL Revelative Bias +* Seruan Satiatif SAT Satiative Bias +* Seruan Sugestif SGS Suggestive Bias +* Seruan Skeptikal SKP Skeptical Bias +* Seruan Solisiatif SOL Solicitative Bias +* Seruan Stupefaktif STU Stupefactive Bias +* Seruan Trepidatif TRP Trepidative Bias +* Seruan Veksatif VEX Vexative Bias + +Relasi Relations + +* Relasi Takdibingkai Unframed Relation +* Relasi Dibingkai Framed Relation + +Bingkai Kasus Case-Frame + +Imbuhan Aksesor Kasus Case-Accessor Affix + +Imbuhan Aksesor Kasus Invers Inverse Case-Accessor Affix + +Imbuhan Penumpuk Kasus Case-Stacking Affix + +Laras Bahasa Registers + +* Laras Bahasa Naratif NRR Narrative Register +* Laras Bahasa Diskursif DSV Discursive Register +* Laras Bahasa Parentikal PNT Parenthetical Register +* Laras Bahasa Spesifikatif SPF Specificative Register +* Laras Bahasa Eksemplikatif EXM Exemplificative Register +* Laras Bahasa Kogitan COG Cogitant Register +* Laras Bahasa Akhir Pembawa END Carrier-End Register + +::: +